<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>AI Bantu Perusahaan Analisis Data Antariksa Lacak Satelit Mencurigakan</title><description>Slingshot Aerospace baru-baru ini mengungkap data yang menunjukkan adanya satelit mata-mata baru milik Rusia</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/10/56/2898736/ai-bantu-perusahaan-analisis-data-antariksa-lacak-satelit-mencurigakan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/10/56/2898736/ai-bantu-perusahaan-analisis-data-antariksa-lacak-satelit-mencurigakan"/><item><title>AI Bantu Perusahaan Analisis Data Antariksa Lacak Satelit Mencurigakan</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/10/56/2898736/ai-bantu-perusahaan-analisis-data-antariksa-lacak-satelit-mencurigakan</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/10/56/2898736/ai-bantu-perusahaan-analisis-data-antariksa-lacak-satelit-mencurigakan</guid><pubDate>Selasa 10 Oktober 2023 20:02 WIB</pubDate><dc:creator>Redaksi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/10/56/2898736/ai-bantu-perusahaan-analisis-data-antariksa-lacak-satelit-mencurigakan-NeZ5RzvMfr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Satelit mata-mata Slingshot Aerospace. (Doc. Slingshot)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/10/56/2898736/ai-bantu-perusahaan-analisis-data-antariksa-lacak-satelit-mencurigakan-NeZ5RzvMfr.jpg</image><title>Satelit mata-mata Slingshot Aerospace. (Doc. Slingshot)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xMC8xLzE3MTk2NC81L3g4b3B1Zm8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
WASHINGTON &amp;ndash; Slingshot Aerospace, sebuah perusahaan analisis data antariksa yang berfokus pada keselamatan penerbangan antariksa baru-baru ini, mengungkap data yang menunjukkan adanya satelit mata-mata baru milik Rusia.
Satelit ini dikenal dengan Luch-2, yang menimbulkan kekhawatiran baru tentang spionase di antariksa. Hal ini serupa dengan pendahulunya Luch Olymp-K-1 yang telah berada di orbit sejak 2014.

BACA JUGA:
Perang Hamas vs Israel, Apakah Berdampak ke Investasi RI?

Analisis Slingshot tentang manuver yang dimulai pada 26 September menunjukkan bahwa Luch-2 melayang ke arah barat dengan kecepatan sekitar satu derajat per hari. Luch-2 kemudian mulai melambat pada 2 Oktober untuk mengunjungi &amp;lsquo;lingkungan&amp;rsquo; pesawat ruang angkasa GEO lainnya.
Mengutip dari SpaceNews, Selasa (10/10/2023), Audrey Schaffer, wakil presiden strategi dan kebijakan Slingshot, mengatakan bahwa manuver-manuver ini terdeteksi oleh perangkat lunak otomatis perusahaan yang melacak semua satelit.
&quot;Kami tidak selalu mengawasi satelit ini. Kami hanya mencari hal-hal yang menonjol, perilaku yang tidak normal,&quot; kata Schaffer.
Slingshot tidak mengungkapkan satelit apa yang mungkin dimata-matai oleh Luch-2. Namun Schaffer mengatakan bahwa informasi ini dapat membantu pemerintah atau operator satelit komersial yang peduli dengan keamanan di luar angkasa. &quot;Kami berpikir bahwa informasi ini dapat ditindaklanjuti, baik dari sisi militer maupun dari sisi komersial,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
Find Starlink akan Bantu Siapa Saja Lihat Lokasi Satelit Starlink

Luch-2 membawa muatan yang sebanding dengan muatan Luch-1, menurut Michael Clonts dari Kratos Defense. &amp;ldquo;Dengan satu dekade pengembangan teknologi tambahan yang tersedia untuk Luch-2, kemungkinan besar Luch-2 memiliki kemampuan intelijen sinyal dan teknik operasional yang lebih canggih.&quot; Ungkap Michael Clonts.
Slingshot mendeskripsikan perangkat lunak pelacakan ruang angkasa sebagai mesin pengenal objek berbasis pembelajaran mesin yang menarik data dari berbagai sumber. Sistem ini melacak pergerakan Luch-2 ke arah barat dan memprediksi ke mana arahnya.Tidak mudah untuk mampu memprediksi lintasan satelit. Aspek yang sulit dari deteksi manuver adalah ketika melihat ke belakang, secara historis akan terlihat jelas bahwa sebuah satelit bermanuver.
Namun, secara waktu sulit untuk mengetahui apakah sebuah satelit bermanuver dengan sengaja atau apakah satelit tersebut telah salah ditempatkan oleh sistem pelacakan data.&amp;nbsp;

BACA JUGA:
Serangan Israel Ubah Gaza Jadi Debu, Korban Jiwa Perang Hampir Tembus 1700 Orang

Algoritma Slingshot mampu mendeteksi manuver Luch-2 setelah tersedia dalam data tanpa harus melihat pola jangka panjang. Algoritme ini dilatih untuk memutuskan apa yang normal atau tidak normal untuk orbit tertentu dan mengirimkan pemberitahuan ketika ada sesuatu yang tidak biasa dan perlu dicermati.
Satelit pengintai seperti Luch-1 dan Luch-2 diperkirakan akan melintas, mengambil gambar, dan melanjutkan perjalanan. Satelit mata-mata intelijen sinyal akan berkeliaran dalam jangka waktu yang lama di dekat satelit atau kelompok satelit targetnya.
Luch-2 tetap berada di area yang sama dari bulan Mei hingga akhir September, ketika satelit ini mulai melayang.

BACA JUGA:
Bocor, Vivo X100 Pro akan Dilengkapi dengan Koneksi Satelit

Sejumlah diskusi internasional sedang berlangsung saat ini, tentang norma-norma yang tepat untuk perilaku yang bertanggung jawab di luar angkasa. Kegiatan seperti ini harus benar-benar dipertimbangkan ketika komunitas internasional mengembangkan aturan-aturan yang berlaku bagi operator ruang angkasa.

Taja Aurora Bianca</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xMC8xLzE3MTk2NC81L3g4b3B1Zm8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
WASHINGTON &amp;ndash; Slingshot Aerospace, sebuah perusahaan analisis data antariksa yang berfokus pada keselamatan penerbangan antariksa baru-baru ini, mengungkap data yang menunjukkan adanya satelit mata-mata baru milik Rusia.
Satelit ini dikenal dengan Luch-2, yang menimbulkan kekhawatiran baru tentang spionase di antariksa. Hal ini serupa dengan pendahulunya Luch Olymp-K-1 yang telah berada di orbit sejak 2014.

BACA JUGA:
Perang Hamas vs Israel, Apakah Berdampak ke Investasi RI?

Analisis Slingshot tentang manuver yang dimulai pada 26 September menunjukkan bahwa Luch-2 melayang ke arah barat dengan kecepatan sekitar satu derajat per hari. Luch-2 kemudian mulai melambat pada 2 Oktober untuk mengunjungi &amp;lsquo;lingkungan&amp;rsquo; pesawat ruang angkasa GEO lainnya.
Mengutip dari SpaceNews, Selasa (10/10/2023), Audrey Schaffer, wakil presiden strategi dan kebijakan Slingshot, mengatakan bahwa manuver-manuver ini terdeteksi oleh perangkat lunak otomatis perusahaan yang melacak semua satelit.
&quot;Kami tidak selalu mengawasi satelit ini. Kami hanya mencari hal-hal yang menonjol, perilaku yang tidak normal,&quot; kata Schaffer.
Slingshot tidak mengungkapkan satelit apa yang mungkin dimata-matai oleh Luch-2. Namun Schaffer mengatakan bahwa informasi ini dapat membantu pemerintah atau operator satelit komersial yang peduli dengan keamanan di luar angkasa. &quot;Kami berpikir bahwa informasi ini dapat ditindaklanjuti, baik dari sisi militer maupun dari sisi komersial,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
Find Starlink akan Bantu Siapa Saja Lihat Lokasi Satelit Starlink

Luch-2 membawa muatan yang sebanding dengan muatan Luch-1, menurut Michael Clonts dari Kratos Defense. &amp;ldquo;Dengan satu dekade pengembangan teknologi tambahan yang tersedia untuk Luch-2, kemungkinan besar Luch-2 memiliki kemampuan intelijen sinyal dan teknik operasional yang lebih canggih.&quot; Ungkap Michael Clonts.
Slingshot mendeskripsikan perangkat lunak pelacakan ruang angkasa sebagai mesin pengenal objek berbasis pembelajaran mesin yang menarik data dari berbagai sumber. Sistem ini melacak pergerakan Luch-2 ke arah barat dan memprediksi ke mana arahnya.Tidak mudah untuk mampu memprediksi lintasan satelit. Aspek yang sulit dari deteksi manuver adalah ketika melihat ke belakang, secara historis akan terlihat jelas bahwa sebuah satelit bermanuver.
Namun, secara waktu sulit untuk mengetahui apakah sebuah satelit bermanuver dengan sengaja atau apakah satelit tersebut telah salah ditempatkan oleh sistem pelacakan data.&amp;nbsp;

BACA JUGA:
Serangan Israel Ubah Gaza Jadi Debu, Korban Jiwa Perang Hampir Tembus 1700 Orang

Algoritma Slingshot mampu mendeteksi manuver Luch-2 setelah tersedia dalam data tanpa harus melihat pola jangka panjang. Algoritme ini dilatih untuk memutuskan apa yang normal atau tidak normal untuk orbit tertentu dan mengirimkan pemberitahuan ketika ada sesuatu yang tidak biasa dan perlu dicermati.
Satelit pengintai seperti Luch-1 dan Luch-2 diperkirakan akan melintas, mengambil gambar, dan melanjutkan perjalanan. Satelit mata-mata intelijen sinyal akan berkeliaran dalam jangka waktu yang lama di dekat satelit atau kelompok satelit targetnya.
Luch-2 tetap berada di area yang sama dari bulan Mei hingga akhir September, ketika satelit ini mulai melayang.

BACA JUGA:
Bocor, Vivo X100 Pro akan Dilengkapi dengan Koneksi Satelit

Sejumlah diskusi internasional sedang berlangsung saat ini, tentang norma-norma yang tepat untuk perilaku yang bertanggung jawab di luar angkasa. Kegiatan seperti ini harus benar-benar dipertimbangkan ketika komunitas internasional mengembangkan aturan-aturan yang berlaku bagi operator ruang angkasa.

Taja Aurora Bianca</content:encoded></item></channel></rss>
