<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sungai Amazon Alami Kekeringan, Satwa Langka Ini Sampai Mati Terdampar</title><description></description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/10/56/2898321/sungai-amazon-alami-kekeringan-satwa-langka-ini-sampai-mati-terdampar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/10/56/2898321/sungai-amazon-alami-kekeringan-satwa-langka-ini-sampai-mati-terdampar"/><item><title>Sungai Amazon Alami Kekeringan, Satwa Langka Ini Sampai Mati Terdampar</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/10/56/2898321/sungai-amazon-alami-kekeringan-satwa-langka-ini-sampai-mati-terdampar</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/10/56/2898321/sungai-amazon-alami-kekeringan-satwa-langka-ini-sampai-mati-terdampar</guid><pubDate>Selasa 10 Oktober 2023 14:33 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyu Sibarani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/10/56/2898321/sungai-amazon-alami-kekeringan-satwa-langka-ini-sampai-mati-terdampar-TbcDLdAm7L.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Sungai Amazon alami kekeringan. (Doc. Mongabay)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/10/56/2898321/sungai-amazon-alami-kekeringan-satwa-langka-ini-sampai-mati-terdampar-TbcDLdAm7L.jpeg</image><title>Sungai Amazon alami kekeringan. (Doc. Mongabay)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xMC8xLzE3MTk0MC81L3g4b3BoYnY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Sungai Amazon di Brasil alami kekeringan, ditengah cuaca panas ekstrem berkepanjangan.
Bahkan menurut laporan Mongabay, Selasa (10/10/2023), tingkat air sungai dan danau yang ada di lembah telah turun ke titik terendah.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

OIKN: 5 Universitas Besar Minat Bangun Science Center di IKN

Saking parahnya dasar sungai langsung kelihatan. Bahkan bagian sungai yang biasa mengalirkan air buat lahan-lahan pertanian ikut kering parah.
Keadaan itu justru memberikan dampak yang sangat buruk buat masyarakat dan fauna yang hidup berdampingan dengan Sungai Amazon.
Saat ini dilaporkan AP masyarakat yang tinggal di wilayah Sungai Amazon mengalami kesulitan mendapatkan suplai makanan dan air bersih.
Distribusi bahan bakar juga terhambat karena sungai tersebut tidak bisa lagi dilalui melalui perahu atau kapal-kapal kecil saking keringnya. Berbagai fauna yang hidup di Sungai Amazon juga mengalami nasib buruk.

BACA JUGA:


Populer Science: Penemuan Misterius di Antartika hingga Tumbuhan Hidup di Laut&amp;nbsp;
Ikan-ikan mati karena kekeringan yang ekstrem. Bahkan satwa langka lumba-lumba merah jambu mati dan terdampar di pantai.
Yang mengerikannya lagi, AP menyebutkan kondisi buruk tersebut diprediksi akan berlangsung hingga awal 2024. Hal itu tentu akan membuat situasi masyarakat dan fauna yang ada di wilayah Sungai Amazon berada di ujung tanduk.
&quot;Air Sungai Amazon kami gunakan untuk minum, mandi, dan memasak. Tanpa air tidak ada kehidupan,&quot; ujar do Carmo yang sehari-hari bekerja sebagai pemancing ikan di Sungai Amazon.Joaquim Mendes da Silva, tukang kayu berusia 73 tahun mengatakan kondisi kekeringan ekstrem itu seolah-olah membuat masyarakat di sekitar Sungai Amazon terisolasi. Mereka tidak bisa kemana-mana karena sangat bergantung pada transportasi air.
&quot;Anak-anak sudah tidak bersekolah lagi sejak sebulan lalu karena untuk datang ke sekolah sangat tidak mungkin,&quot; jelasnya.

BACA JUGA:
Daftar Negara yang Memiliki Iklim Subtropis

Mongabay menyebutkan Amazon umumnya selalu menerima lebih sedikit curah hujan sepanjang tahun dibandingkan wilayah lainnya. Curah hujan itu yang membuat Amazon menjadi paru-paru dunia karena memiliki hutan terbesar di dunia.
Hanya saja tahun ini musim kemarau yang terjadi sangat buruk. Dua fenomena alam yang terjadi bersamaan juga membuat Amazon mengalami situasi yang sangat buruk.
Pertama, El Nino semakin membuat kondisi jadi lebih parah lagi. El Nino, menghasilkan arus udara dari timur ke barat di atas Hutan Hujan Amazon. Kedua, pemanasan perairan tropis utara Samudera Atlantik yang menciptakan angin utara-selatan melintasi bioma. Arus udara inilah yang menjadi penghambat terbentuknya awan hujan.
&amp;ldquo;Dengan dua fenomena yang terjadi secara bersamaan, kita mengalami kekeringan yang lebih hebat yang juga berdampak pada wilayah bioma Amazon yang lebih luas,&amp;rdquo; ujar Renato Cruz Senna, ahli meteorologi dan peneliti di Institut Nasional Penelitian Amazon (INPA) di Brasil.

BACA JUGA:
Kurangi Perubahan Iklim, Microsoft Sedang Kembangkan Semen Ramah Lingkungan

Dampak lanjutan dari kondisi ini juga akan sangat mengerikan. Selain kekurangan air minum, gas, makanan, dan pasokan penting lainnya, sebanyak 37.000 penduduk yang ada di sekitaran Sungai Amazon akan menghadapi masalah kesehatan.
&amp;ldquo;Kita mengalami penyakit pernapasan, diare, dan masalah kesehatan lainnya yang semakin parah akibat kekeringan. Kami bergantung pada sambungan sungai untuk membantu pasien. Situasi saat ini tidak terpikirkan,&amp;rdquo; kata David Bemerguy, pejabat setempat di Benjamin Constant, Amazon, Brasil.</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xMC8xLzE3MTk0MC81L3g4b3BoYnY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Sungai Amazon di Brasil alami kekeringan, ditengah cuaca panas ekstrem berkepanjangan.
Bahkan menurut laporan Mongabay, Selasa (10/10/2023), tingkat air sungai dan danau yang ada di lembah telah turun ke titik terendah.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

OIKN: 5 Universitas Besar Minat Bangun Science Center di IKN

Saking parahnya dasar sungai langsung kelihatan. Bahkan bagian sungai yang biasa mengalirkan air buat lahan-lahan pertanian ikut kering parah.
Keadaan itu justru memberikan dampak yang sangat buruk buat masyarakat dan fauna yang hidup berdampingan dengan Sungai Amazon.
Saat ini dilaporkan AP masyarakat yang tinggal di wilayah Sungai Amazon mengalami kesulitan mendapatkan suplai makanan dan air bersih.
Distribusi bahan bakar juga terhambat karena sungai tersebut tidak bisa lagi dilalui melalui perahu atau kapal-kapal kecil saking keringnya. Berbagai fauna yang hidup di Sungai Amazon juga mengalami nasib buruk.

BACA JUGA:


Populer Science: Penemuan Misterius di Antartika hingga Tumbuhan Hidup di Laut&amp;nbsp;
Ikan-ikan mati karena kekeringan yang ekstrem. Bahkan satwa langka lumba-lumba merah jambu mati dan terdampar di pantai.
Yang mengerikannya lagi, AP menyebutkan kondisi buruk tersebut diprediksi akan berlangsung hingga awal 2024. Hal itu tentu akan membuat situasi masyarakat dan fauna yang ada di wilayah Sungai Amazon berada di ujung tanduk.
&quot;Air Sungai Amazon kami gunakan untuk minum, mandi, dan memasak. Tanpa air tidak ada kehidupan,&quot; ujar do Carmo yang sehari-hari bekerja sebagai pemancing ikan di Sungai Amazon.Joaquim Mendes da Silva, tukang kayu berusia 73 tahun mengatakan kondisi kekeringan ekstrem itu seolah-olah membuat masyarakat di sekitar Sungai Amazon terisolasi. Mereka tidak bisa kemana-mana karena sangat bergantung pada transportasi air.
&quot;Anak-anak sudah tidak bersekolah lagi sejak sebulan lalu karena untuk datang ke sekolah sangat tidak mungkin,&quot; jelasnya.

BACA JUGA:
Daftar Negara yang Memiliki Iklim Subtropis

Mongabay menyebutkan Amazon umumnya selalu menerima lebih sedikit curah hujan sepanjang tahun dibandingkan wilayah lainnya. Curah hujan itu yang membuat Amazon menjadi paru-paru dunia karena memiliki hutan terbesar di dunia.
Hanya saja tahun ini musim kemarau yang terjadi sangat buruk. Dua fenomena alam yang terjadi bersamaan juga membuat Amazon mengalami situasi yang sangat buruk.
Pertama, El Nino semakin membuat kondisi jadi lebih parah lagi. El Nino, menghasilkan arus udara dari timur ke barat di atas Hutan Hujan Amazon. Kedua, pemanasan perairan tropis utara Samudera Atlantik yang menciptakan angin utara-selatan melintasi bioma. Arus udara inilah yang menjadi penghambat terbentuknya awan hujan.
&amp;ldquo;Dengan dua fenomena yang terjadi secara bersamaan, kita mengalami kekeringan yang lebih hebat yang juga berdampak pada wilayah bioma Amazon yang lebih luas,&amp;rdquo; ujar Renato Cruz Senna, ahli meteorologi dan peneliti di Institut Nasional Penelitian Amazon (INPA) di Brasil.

BACA JUGA:
Kurangi Perubahan Iklim, Microsoft Sedang Kembangkan Semen Ramah Lingkungan

Dampak lanjutan dari kondisi ini juga akan sangat mengerikan. Selain kekurangan air minum, gas, makanan, dan pasokan penting lainnya, sebanyak 37.000 penduduk yang ada di sekitaran Sungai Amazon akan menghadapi masalah kesehatan.
&amp;ldquo;Kita mengalami penyakit pernapasan, diare, dan masalah kesehatan lainnya yang semakin parah akibat kekeringan. Kami bergantung pada sambungan sungai untuk membantu pasien. Situasi saat ini tidak terpikirkan,&amp;rdquo; kata David Bemerguy, pejabat setempat di Benjamin Constant, Amazon, Brasil.</content:encoded></item></channel></rss>
