<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Fakta Pegasus, Spyware Canggih Milik Perusahaan Israel</title><description>Perseteruan antara Israel-Palestina baru-baru ini seolah mengingatkan kembali akan teknologi sypware canggih bernama Pegasus.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/09/54/2897509/fakta-pegasus-spyware-canggih-milik-perusahaan-israel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/09/54/2897509/fakta-pegasus-spyware-canggih-milik-perusahaan-israel"/><item><title>Fakta Pegasus, Spyware Canggih Milik Perusahaan Israel</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/09/54/2897509/fakta-pegasus-spyware-canggih-milik-perusahaan-israel</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/09/54/2897509/fakta-pegasus-spyware-canggih-milik-perusahaan-israel</guid><pubDate>Senin 09 Oktober 2023 09:50 WIB</pubDate><dc:creator>Saliki Dwi Saputra </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/09/54/2897509/fakta-pegasus-spyware-canggih-milik-perusahaan-israel-i374Kefat3.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Spyware Pegasus (Foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/09/54/2897509/fakta-pegasus-spyware-canggih-milik-perusahaan-israel-i374Kefat3.jpeg</image><title>Spyware Pegasus (Foto: Istimewa)</title></images><description>JAKARTA - Konflik antara Hamas dan Israel kembali pecah pada akhir pekan kemarin. Setidaknya ada sekitar ribuan korban tewas akibat konflik yang masih berlangsung sampai sekarang.&amp;nbsp;
Perseteruan antara Israel-Palestina pun seolah mengingatkan kembali akan teknologi sypware canggih bernama Pegasus. Ya, nama tersebut memang tidak asing bagi warga Indonesia.
Pegasus merupakan spyware canggih milik yang dikembangkan oleh perusahaan Israel, NSO Group. Spyware itu mampu memantau semua kegiatan pengguna ponsel.

BACA JUGA:
Pemerintah India Waspadai Malware yang Serang Pengguna Android

Spyware ini memiliki kemampuan pengumpulan data yang luas mulai dari membaca aplikasi perpesanann, melacak lokasi, hingga mengakses mikrofon dan kamera dalam sebuah perangkat.
Pegasus sendiri dikabarkan telah beroperasi di Indonesia sejak tahun 2018 dan digunakan oleh Polri dan Badan Intelijen Negara (BIN). Namun kedua lembaga tersebut membantah menggunakan alat sadap tersebut.
Selain Indonesia, Pegasus juga terdeksi di Meksiko, Amerika Serikat, Thailand, Ghana, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kazakhstan, India, Maroko, Rwanda, Bahrain, dan Azerbaijan.

BACA JUGA:
Joe Biden Pasok Bantuan ke Israel, Hamas: Bantuan Militer AS Sama Dengan Agresi ke Warga Palestina

Lebih lanjut Pegasus merupakan sypware canggih yang tidak bisa dideteksi oleh targetnya. Saat berhasil masuk, Pegasus akan menguasai perangkat dan semua akun media sosial target.
Kecanggihannya juga ada pada jalur masuk yang sulit untuk dideteksi jejaknya. Hal inilah yang membuat Pegasus pernah booming untuk memata-matai wartawan, politisi, pejabat, hingga seberitas di tahun-tahun politik.</description><content:encoded>JAKARTA - Konflik antara Hamas dan Israel kembali pecah pada akhir pekan kemarin. Setidaknya ada sekitar ribuan korban tewas akibat konflik yang masih berlangsung sampai sekarang.&amp;nbsp;
Perseteruan antara Israel-Palestina pun seolah mengingatkan kembali akan teknologi sypware canggih bernama Pegasus. Ya, nama tersebut memang tidak asing bagi warga Indonesia.
Pegasus merupakan spyware canggih milik yang dikembangkan oleh perusahaan Israel, NSO Group. Spyware itu mampu memantau semua kegiatan pengguna ponsel.

BACA JUGA:
Pemerintah India Waspadai Malware yang Serang Pengguna Android

Spyware ini memiliki kemampuan pengumpulan data yang luas mulai dari membaca aplikasi perpesanann, melacak lokasi, hingga mengakses mikrofon dan kamera dalam sebuah perangkat.
Pegasus sendiri dikabarkan telah beroperasi di Indonesia sejak tahun 2018 dan digunakan oleh Polri dan Badan Intelijen Negara (BIN). Namun kedua lembaga tersebut membantah menggunakan alat sadap tersebut.
Selain Indonesia, Pegasus juga terdeksi di Meksiko, Amerika Serikat, Thailand, Ghana, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kazakhstan, India, Maroko, Rwanda, Bahrain, dan Azerbaijan.

BACA JUGA:
Joe Biden Pasok Bantuan ke Israel, Hamas: Bantuan Militer AS Sama Dengan Agresi ke Warga Palestina

Lebih lanjut Pegasus merupakan sypware canggih yang tidak bisa dideteksi oleh targetnya. Saat berhasil masuk, Pegasus akan menguasai perangkat dan semua akun media sosial target.
Kecanggihannya juga ada pada jalur masuk yang sulit untuk dideteksi jejaknya. Hal inilah yang membuat Pegasus pernah booming untuk memata-matai wartawan, politisi, pejabat, hingga seberitas di tahun-tahun politik.</content:encoded></item></channel></rss>
