<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Google Diduga Lelang Harga Iklan Secara Ilegal</title><description>Google diduga lakukan strategi menaikkan biaya periklanan online secara tidak adil.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/05/54/2895346/google-diduga-lelang-harga-iklan-secara-ilegal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/05/54/2895346/google-diduga-lelang-harga-iklan-secara-ilegal"/><item><title>Google Diduga Lelang Harga Iklan Secara Ilegal</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/05/54/2895346/google-diduga-lelang-harga-iklan-secara-ilegal</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/05/54/2895346/google-diduga-lelang-harga-iklan-secara-ilegal</guid><pubDate>Kamis 05 Oktober 2023 11:21 WIB</pubDate><dc:creator>Redaksi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/05/54/2895346/google-diduga-lelang-harga-iklan-secara-ilegal-NOSQUSa2Xt.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Google (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/05/54/2895346/google-diduga-lelang-harga-iklan-secara-ilegal-NOSQUSa2Xt.JPG</image><title>Google (Foto: Reuters)</title></images><description>WASHINGTON &amp;ndash;&amp;nbsp;Google diduga lakukan strategi menaikkan biaya periklanan online secara tidak adil. Hal ini ditekankan oleh pengacara departemen kehakiman AS pada eksekutif Google pada Rabu (4/10/2023) kemarin.
Dalam kesaksiannya di persidangan anti monopoli, Eksekutif Google, Adam Juda, mengatakan bahwa perusahaan menggunakan sistem lelang yang memperhitungkan kualitas iklan. Hal ini bertujuan untuk menentukan siapa yang dapat memasang iklan di situs web.

Departemen Kehakiman menuduh Google memanipulasi lelang online, sektor bernilai miliaran dolar yang didominasi Google, untuk meningkatkan lini bisnisnya sendiri.
Dikutip dari Reuters, Kamis (5/10/2023), Pengacara Departemen Kehakiman David Dahlquist bertanya kepada Juda apakah dia setuju dengan dokumen yang telah disiapkan Google untuk Uni Eropa, yang menyatakan bahwa perusahaan dapat secara langsung memengaruhi harga melalui penyetelan mekanisme lelang.
Juda dengan tegas mengatakan tidak setuju atas pernyataan tersebut. Sedangkan Juda mengakui adanya &amp;ldquo;penyetelan&amp;rdquo; yang mungkin akan berdampak pada harga.

BACA JUGA:
Google Pixel 8 dan Pixel 8 Pro Resmi Diluncurkan, Ini Spesifikasi Lengkapnya

Juda mengklaim bahwa salah satu komponen yang dapat &quot;disetel&quot; adalah formula sederhana yang menetapkan nilai jangka panjang iklan, atau LTV, berdasarkan tawaran yang diajukan, rasio klik-tayang yang diantisipasi, atau berapa banyak orang yang mungkin mengkliknya, dan kualitas iklan dan situs web yang ditautkan.
Meski Google membantah tim kualitas iklan mereka dapat menaikkan harga secara sepihak, namun Juda meresa jika perubahan pada penjualan iklan yang telah dilakukan memang akan meningkatkan biaya yang dibayarkan pengguna kepada pemasar untuk setiap klik.
Polemik ini menjadi perhatian banyak pemilik situs web maupun pengiklan. Pasalnya mereka menilai divisi periklanan Google kurangnya transparansi dan menuduh menyedot terlalu banyak uang.
Kesaksian mengenai periklanan merupakan perubahan dari kesaksian sebelumnya yang berfokus pada miliaran dolar yang dihabiskan Google untuk mempertahankan mesin pencarinya sebagai default di ponsel pintar dan perangkat lainnya. (Taja Aurora Bianca)</description><content:encoded>WASHINGTON &amp;ndash;&amp;nbsp;Google diduga lakukan strategi menaikkan biaya periklanan online secara tidak adil. Hal ini ditekankan oleh pengacara departemen kehakiman AS pada eksekutif Google pada Rabu (4/10/2023) kemarin.
Dalam kesaksiannya di persidangan anti monopoli, Eksekutif Google, Adam Juda, mengatakan bahwa perusahaan menggunakan sistem lelang yang memperhitungkan kualitas iklan. Hal ini bertujuan untuk menentukan siapa yang dapat memasang iklan di situs web.

Departemen Kehakiman menuduh Google memanipulasi lelang online, sektor bernilai miliaran dolar yang didominasi Google, untuk meningkatkan lini bisnisnya sendiri.
Dikutip dari Reuters, Kamis (5/10/2023), Pengacara Departemen Kehakiman David Dahlquist bertanya kepada Juda apakah dia setuju dengan dokumen yang telah disiapkan Google untuk Uni Eropa, yang menyatakan bahwa perusahaan dapat secara langsung memengaruhi harga melalui penyetelan mekanisme lelang.
Juda dengan tegas mengatakan tidak setuju atas pernyataan tersebut. Sedangkan Juda mengakui adanya &amp;ldquo;penyetelan&amp;rdquo; yang mungkin akan berdampak pada harga.

BACA JUGA:
Google Pixel 8 dan Pixel 8 Pro Resmi Diluncurkan, Ini Spesifikasi Lengkapnya

Juda mengklaim bahwa salah satu komponen yang dapat &quot;disetel&quot; adalah formula sederhana yang menetapkan nilai jangka panjang iklan, atau LTV, berdasarkan tawaran yang diajukan, rasio klik-tayang yang diantisipasi, atau berapa banyak orang yang mungkin mengkliknya, dan kualitas iklan dan situs web yang ditautkan.
Meski Google membantah tim kualitas iklan mereka dapat menaikkan harga secara sepihak, namun Juda meresa jika perubahan pada penjualan iklan yang telah dilakukan memang akan meningkatkan biaya yang dibayarkan pengguna kepada pemasar untuk setiap klik.
Polemik ini menjadi perhatian banyak pemilik situs web maupun pengiklan. Pasalnya mereka menilai divisi periklanan Google kurangnya transparansi dan menuduh menyedot terlalu banyak uang.
Kesaksian mengenai periklanan merupakan perubahan dari kesaksian sebelumnya yang berfokus pada miliaran dolar yang dihabiskan Google untuk mempertahankan mesin pencarinya sebagai default di ponsel pintar dan perangkat lainnya. (Taja Aurora Bianca)</content:encoded></item></channel></rss>
