<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>NASA akan Bangun Rumah di Bulan Tahun 2040 Pakai Printer 3D!</title><description>&quot;NASA percaya pada 2040 Amerika Serikat akan memiliki masyarakat pertama yang tinggal di luar angkasa,&quot; bunyi laporan New York Times.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/04/56/2894533/nasa-akan-bangun-rumah-di-bulan-tahun-2040-pakai-printer-3d</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/04/56/2894533/nasa-akan-bangun-rumah-di-bulan-tahun-2040-pakai-printer-3d"/><item><title>NASA akan Bangun Rumah di Bulan Tahun 2040 Pakai Printer 3D!</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/04/56/2894533/nasa-akan-bangun-rumah-di-bulan-tahun-2040-pakai-printer-3d</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/04/56/2894533/nasa-akan-bangun-rumah-di-bulan-tahun-2040-pakai-printer-3d</guid><pubDate>Rabu 04 Oktober 2023 08:46 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyu Sibarani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/04/56/2894533/nasa-akan-bangun-rumah-di-bulan-tahun-2040-pakai-printer-3d-6qG3pk2KxQ.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Rancangan rumah di bulan (Foto: NY Times)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/04/56/2894533/nasa-akan-bangun-rumah-di-bulan-tahun-2040-pakai-printer-3d-6qG3pk2KxQ.jpeg</image><title>Rancangan rumah di bulan (Foto: NY Times)</title></images><description>BADAN Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) berencana membangun rumah di Bulan pada 2040 yang bisa dimanfaatkan astronot dan masyarakat umum. Pembangunan ini sejalan dengan misi sejumlah negara untuk menjadikan bulan sebagai sumber energi baru di masa depan.
&quot;NASA percaya pada 2040 Amerika Serikat akan memiliki masyarakat pertama yang tinggal di luar angkasa,&quot; sebut New York Times, Rabu (4/10/2023) ini.
Rencana NASA memang bukan sekadar isapan jempol semata. Soalnya proyek tersebut sudah berjalan lama agar proses pembangunan rumah di Bulan nanti benar-benar berjalan sesuai rencana.

BACA JUGA:
SpaceX Starship Bakal Bawa Kendaraan Penjelajah Baru dalam Misi ke Bulan Tahun 2026

Langkah pertama yang mereka lakukan adalah mengirim mesin print 3D ke Bulan. Mesin itu nantinya diharapkan bisa membangun struktur, yang nantinya diklaim sebagai tempat tinggal, karena campuran beberapa mineral yang berlapis.
&quot;Bangunan itu akan terbuat dari serpihan batu, pecahan mineral dan debu yang berada di lapisan atas bulan,&quot; terang New York Times.
Director Technology Maturation NASA, Niki Werkheiser, mengatakan rencana membangun rumah tersebut memang terkesan konyol. Hanya saja NASA melihat bahwa membangun rumah di Bulan justru adalah hal yang tidak terhindarkan lagi.

Untuk mewujudkan keinginan tersebut NASA sudah mengajak beberapa pihak untuk terlibat dalam misi prestisius itu. Pasalnya mereka butuh ilmu dan teknologi lain yang bisa membantu mereka membangun rumah di bulan.
&quot;Semua orang siap untuk mengambil langkah ini bersama-sama, jadi jika kita mengembangkan kemampuan inti kita, tidak ada alasan hal itu tidak mungkin dilakukan,&quot; ujar Niki Werkheiser.
Salah satu pihak yang diajak NASA untuk terlibat dalam pembuatan rumah itu adalah perusahaan konstruksi, ICON. NASA bahkan menggelontorkan dana bantuan agar ICON bisa membuat sebuah sistem konstruksi yang bisa digunakan di luar angkasa.

BACA JUGA:
Ispace Jepang Kembangkan Pendarat Bulan Apex 1.0 untuk Misi NASA Tahun 2026 Mendatang&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;nbsp;Saat ini ICON memang sudah merilis beberapa gambar rekayasa mengenai desain rumah di bulan. Namun ICON juga tidak sendirian dalam mewujudkan rumah tersebut. Mereka juga telah bekerja sama derngan Bjarke Ingels Group dan SEArch+ untuk membuat konsep rumah yang memang diyakini bisa bertahan dengan kondisi bulan yang unik.
Hingga kini ICON sangat yakin bahwa teknologi cetak tiga dimensi merupakan salah satu solusi yang masuk akal untuk membangun rumah di bulan.
&quot;Teknologi cetak tiga dimensi dapat menciptakan masa depan yang lebih baik bagi umat manusia,&amp;rdquo; kata CEO ICON, Jason Ballard.Kondisi bulan memang sangat unik untuk membangun rumah tinggal. Debu yang sangat banyak di bulan akan jadi masalah besar saat membangun rumah.
Raymond Clinton Jr, Teknisi Senior NASA mengatakan teknologi cetak tiga dimensi perlu mengatasi material bulan yang berbeda dengan di bumi. Tanah di bulan bisa memiliki suhu 600 derajat dan terdapat radiasi yang sangat buruk.

BACA JUGA:
BMKG: Puncak El Nino di Akhir Oktober, Bulan November Transisi Kemarau ke Musim Hujan&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Belum lagi mikrometeorit yang bakal membuat teknologi cetak tiga dimensi perlu bekerja keras. Dia sendiri yakin kondisi tersebut akan bisa diatasi dengan pesatnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada.
Hanya saja dia menduga tidak semua orang bisa tinggal di rumah bulan itu. Hanya anak muda dengan fisik yang prima bisa menetap di bulan dalam waktu lama.
&quot;Saya ingin masih hidup untuk melihat itu terjadi,&quot; harapnya.</description><content:encoded>BADAN Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) berencana membangun rumah di Bulan pada 2040 yang bisa dimanfaatkan astronot dan masyarakat umum. Pembangunan ini sejalan dengan misi sejumlah negara untuk menjadikan bulan sebagai sumber energi baru di masa depan.
&quot;NASA percaya pada 2040 Amerika Serikat akan memiliki masyarakat pertama yang tinggal di luar angkasa,&quot; sebut New York Times, Rabu (4/10/2023) ini.
Rencana NASA memang bukan sekadar isapan jempol semata. Soalnya proyek tersebut sudah berjalan lama agar proses pembangunan rumah di Bulan nanti benar-benar berjalan sesuai rencana.

BACA JUGA:
SpaceX Starship Bakal Bawa Kendaraan Penjelajah Baru dalam Misi ke Bulan Tahun 2026

Langkah pertama yang mereka lakukan adalah mengirim mesin print 3D ke Bulan. Mesin itu nantinya diharapkan bisa membangun struktur, yang nantinya diklaim sebagai tempat tinggal, karena campuran beberapa mineral yang berlapis.
&quot;Bangunan itu akan terbuat dari serpihan batu, pecahan mineral dan debu yang berada di lapisan atas bulan,&quot; terang New York Times.
Director Technology Maturation NASA, Niki Werkheiser, mengatakan rencana membangun rumah tersebut memang terkesan konyol. Hanya saja NASA melihat bahwa membangun rumah di Bulan justru adalah hal yang tidak terhindarkan lagi.

Untuk mewujudkan keinginan tersebut NASA sudah mengajak beberapa pihak untuk terlibat dalam misi prestisius itu. Pasalnya mereka butuh ilmu dan teknologi lain yang bisa membantu mereka membangun rumah di bulan.
&quot;Semua orang siap untuk mengambil langkah ini bersama-sama, jadi jika kita mengembangkan kemampuan inti kita, tidak ada alasan hal itu tidak mungkin dilakukan,&quot; ujar Niki Werkheiser.
Salah satu pihak yang diajak NASA untuk terlibat dalam pembuatan rumah itu adalah perusahaan konstruksi, ICON. NASA bahkan menggelontorkan dana bantuan agar ICON bisa membuat sebuah sistem konstruksi yang bisa digunakan di luar angkasa.

BACA JUGA:
Ispace Jepang Kembangkan Pendarat Bulan Apex 1.0 untuk Misi NASA Tahun 2026 Mendatang&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;nbsp;Saat ini ICON memang sudah merilis beberapa gambar rekayasa mengenai desain rumah di bulan. Namun ICON juga tidak sendirian dalam mewujudkan rumah tersebut. Mereka juga telah bekerja sama derngan Bjarke Ingels Group dan SEArch+ untuk membuat konsep rumah yang memang diyakini bisa bertahan dengan kondisi bulan yang unik.
Hingga kini ICON sangat yakin bahwa teknologi cetak tiga dimensi merupakan salah satu solusi yang masuk akal untuk membangun rumah di bulan.
&quot;Teknologi cetak tiga dimensi dapat menciptakan masa depan yang lebih baik bagi umat manusia,&amp;rdquo; kata CEO ICON, Jason Ballard.Kondisi bulan memang sangat unik untuk membangun rumah tinggal. Debu yang sangat banyak di bulan akan jadi masalah besar saat membangun rumah.
Raymond Clinton Jr, Teknisi Senior NASA mengatakan teknologi cetak tiga dimensi perlu mengatasi material bulan yang berbeda dengan di bumi. Tanah di bulan bisa memiliki suhu 600 derajat dan terdapat radiasi yang sangat buruk.

BACA JUGA:
BMKG: Puncak El Nino di Akhir Oktober, Bulan November Transisi Kemarau ke Musim Hujan&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Belum lagi mikrometeorit yang bakal membuat teknologi cetak tiga dimensi perlu bekerja keras. Dia sendiri yakin kondisi tersebut akan bisa diatasi dengan pesatnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada.
Hanya saja dia menduga tidak semua orang bisa tinggal di rumah bulan itu. Hanya anak muda dengan fisik yang prima bisa menetap di bulan dalam waktu lama.
&quot;Saya ingin masih hidup untuk melihat itu terjadi,&quot; harapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
