<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>China Minta Apple Hapus Instagram Cs dari App Store, Masih Sentimen?</title><description>Apple berada dalam tekanan dari pemerintah China untuk segera menghilangkan sejumlah aplikasi populer di App Store.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/01/54/2892606/china-minta-apple-hapus-instagram-cs-dari-app-store-masih-sentimen</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/01/54/2892606/china-minta-apple-hapus-instagram-cs-dari-app-store-masih-sentimen"/><item><title>China Minta Apple Hapus Instagram Cs dari App Store, Masih Sentimen?</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/01/54/2892606/china-minta-apple-hapus-instagram-cs-dari-app-store-masih-sentimen</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/10/01/54/2892606/china-minta-apple-hapus-instagram-cs-dari-app-store-masih-sentimen</guid><pubDate>Minggu 01 Oktober 2023 07:27 WIB</pubDate><dc:creator>Redaksi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/01/54/2892606/china-minta-apple-hapus-instagram-cs-dari-app-store-masih-sentimen-REe6bRlgqn.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Peluncuran iPhone 15 di Apple Store Shanghai, China (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/01/54/2892606/china-minta-apple-hapus-instagram-cs-dari-app-store-masih-sentimen-REe6bRlgqn.JPG</image><title>Peluncuran iPhone 15 di Apple Store Shanghai, China (Foto: Reuters)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yNi85LzE3MTIzNy81L3g4b2J6amE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BEIJING - Apple berada dalam tekanan dari pemerintah China untuk segera menghilangkan sejumlah aplikasi populer seperti Instagram, WhatsApp, Facebook, hingga X (dulunya Twitter). Apa alasannya?
Dikutip dari Wall Street Journal, Minggu (1/10/2023), sejumalah perwakilan Apple telah melakukan pertemuan dengan pejabat China dalam beberapa bulan terakhir. Mereka membahas soal peraturan baru yang akan membatasi Apple dalam menyediakan berbagai aplikasi di App Store.

&amp;ldquo;Karyawan Apple menyatakan keprihatinannya mengenai bagaimana aturan tersebut akan diterapkan dan berdampak pada penggunanya,&amp;rdquo; kata laporan tersebut.
China menegaskan bahwa Apple harus mematuhi ketat peraturan ini, untuk mengatasi masalah penipuan online, pornografi, dan penyebaran informasi yang melanggar sensor di Negeri Tirai Bambu.

BACA JUGA:
Uni Eropa Minta Bos Apple Buka Akses Ekosistem untuk Pesaingnya, Kenapa?

Sebelumnya pemerintah setempat sudah menerapkan aturan 'Greal Firewall' untuk memblokir akses layanan Instagram, X, Facebook, YouTube, dan WhatsApp. Namun, pengguna masih bandel menggunakan VPN sebagai cara menghindari pemblokiran tersebut.
Meski dianggap ilegal oleh pemerintah China tapi penggunaan VPN sering dilakukan, digunakan, terutama oleh generasi muda, seperti yang diungkapkan dalam laporan tersebut.
Sekadar informasi, perubahan aturan ini mulai berlaku sejak Juli lalu. Sejak saat itulah Apple harus menghapus aplikasi yang tidak terdaftar dari App Store China atau harus menghadapi konsekuensi hukum.

BACA JUGA:
Bos OpenAI Gaet Mantan Desainer Apple untuk Bikin iPhone dengan AI

Aturan ini diprediksi juga akan memengaruhi lebih dari 1.000 aplikasi asing yang saat ini tersedia di App Store China. Terlebih beberapa waktu lalu China dan AS juga terlibat 'perang dingin' di sektor teknologi. (Dinda Nabilah Khumairoh Aljiyad)</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yNi85LzE3MTIzNy81L3g4b2J6amE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BEIJING - Apple berada dalam tekanan dari pemerintah China untuk segera menghilangkan sejumlah aplikasi populer seperti Instagram, WhatsApp, Facebook, hingga X (dulunya Twitter). Apa alasannya?
Dikutip dari Wall Street Journal, Minggu (1/10/2023), sejumalah perwakilan Apple telah melakukan pertemuan dengan pejabat China dalam beberapa bulan terakhir. Mereka membahas soal peraturan baru yang akan membatasi Apple dalam menyediakan berbagai aplikasi di App Store.

&amp;ldquo;Karyawan Apple menyatakan keprihatinannya mengenai bagaimana aturan tersebut akan diterapkan dan berdampak pada penggunanya,&amp;rdquo; kata laporan tersebut.
China menegaskan bahwa Apple harus mematuhi ketat peraturan ini, untuk mengatasi masalah penipuan online, pornografi, dan penyebaran informasi yang melanggar sensor di Negeri Tirai Bambu.

BACA JUGA:
Uni Eropa Minta Bos Apple Buka Akses Ekosistem untuk Pesaingnya, Kenapa?

Sebelumnya pemerintah setempat sudah menerapkan aturan 'Greal Firewall' untuk memblokir akses layanan Instagram, X, Facebook, YouTube, dan WhatsApp. Namun, pengguna masih bandel menggunakan VPN sebagai cara menghindari pemblokiran tersebut.
Meski dianggap ilegal oleh pemerintah China tapi penggunaan VPN sering dilakukan, digunakan, terutama oleh generasi muda, seperti yang diungkapkan dalam laporan tersebut.
Sekadar informasi, perubahan aturan ini mulai berlaku sejak Juli lalu. Sejak saat itulah Apple harus menghapus aplikasi yang tidak terdaftar dari App Store China atau harus menghadapi konsekuensi hukum.

BACA JUGA:
Bos OpenAI Gaet Mantan Desainer Apple untuk Bikin iPhone dengan AI

Aturan ini diprediksi juga akan memengaruhi lebih dari 1.000 aplikasi asing yang saat ini tersedia di App Store China. Terlebih beberapa waktu lalu China dan AS juga terlibat 'perang dingin' di sektor teknologi. (Dinda Nabilah Khumairoh Aljiyad)</content:encoded></item></channel></rss>
