<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Robot Milik NASA Jalani Misi Pertama Sebagai Pekerja Tambang Minyak</title><description>Langkah ini semakin menunjukan banyak fungsi dari kemajuan robotika di dunia industri.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/28/54/2891303/robot-milik-nasa-jalani-misi-pertama-sebagai-pekerja-tambang-minyak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/28/54/2891303/robot-milik-nasa-jalani-misi-pertama-sebagai-pekerja-tambang-minyak"/><item><title>Robot Milik NASA Jalani Misi Pertama Sebagai Pekerja Tambang Minyak</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/28/54/2891303/robot-milik-nasa-jalani-misi-pertama-sebagai-pekerja-tambang-minyak</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/28/54/2891303/robot-milik-nasa-jalani-misi-pertama-sebagai-pekerja-tambang-minyak</guid><pubDate>Kamis 28 September 2023 15:35 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/28/54/2891303/robot-milik-nasa-jalani-misi-pertama-sebagai-pekerja-tambang-minyak-eauGVOIjof.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Robot Humanoid milik NASA, Valkyrie (Foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/28/54/2891303/robot-milik-nasa-jalani-misi-pertama-sebagai-pekerja-tambang-minyak-eauGVOIjof.jpg</image><title>Robot Humanoid milik NASA, Valkyrie (Foto: Istimewa)</title></images><description>PERTH - Robot humanoid miliki NASA yang bernama Valkyrie memulai misi dunia nyata pertamanya sebagai pekerja di anjungan tambang minyak Australia. Langkah ini menjadi terobosan layaknya film fiksi ilmiah.&amp;nbsp;
Langkah merupakan Space Act Agreement antara NASA dan Woodside Energy, sebuah perusahaan energi yang berbasis di Perth, Australia. Tujuannya adalah untuk menguji kemampuan robot dalam menangani kondisi berbahaya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ingat Robot Asimo? Begini Nasibnya Sekarang

Selain itu untuk mengembangkan kemampuan manipulasi ketangkasan rgerak jarak jauh yang memungkinkan pemeliharaan fasilitas energi lepas pantai tanpa awak dari jarak jauh, melansir Ubergizmo, Kamis (28/9/2023).
Kehadiran Valkyrie diharapkan dapat mengevaluasi kinerja perangkat lunak yang dihasilkan dan memberikan data penting serta umpan balik kepada NASA. Upaya kerjasama ini diharapkan dapat mempercepat kemajuan teknologi robotik.

BACA JUGA:
Ngeri, AS Kembangkan AI untuk Ambil Keputusan di Medan Perang

Proyek ini menandai kemitraan kedua antara NASA dan Woodside, menyoroti semakin pentingnya teknologi robot dalam meningkatkan efisiensi dan keselamatan fasilitas energi lepas pantai dan terpencil. Wawasan yang diperoleh dari kolaborasi ini juga dapat berdampak pada misi Artemis NASA dan upaya robot terestrial lainnya.
Untuk melaksanakan proyek ini, tim robotika NASA dari Johnson Space Center melakukan perjalanan ke kantor pusat Woodside di Perth. Di sana, mereka mempersiapkan Valkyrie untuk misinya dan memberikan pelatihan kepada tim Woodside dalam pengoperasiannya.Tujuan NASA adalah memanfaatkan pengalaman yang diperoleh dari operasi Valkyrie dalam kondisi yang menantang untuk menyempurnakan desain robot yang mampu bekerja di lingkungan yang keras.
Robot-robot tersebut terbukti sangat berharga untuk misi bulan dan Mars di masa depan karena memungkinkan operasi jarak jauh dan tugas-tugas seperti inspeksi dan pemeliharaan infrastruktur, bahkan saat astronot tidak ada.

BACA JUGA:
NASA Bawa Sampel Asteroid Luar Angkasa ke Bumi, Usianya 4,5 Miliar Tahun!

Shaun Azimi, yang memimpin tim robotika NASA di Johnson Space Center, menekankan potensi dampak robot canggih di Bumi, dengan menyatakan bahwa robot dapat meningkatkan keselamatan di lingkungan berbahaya dan memperluas jangkauan manusia.
Baik NASA maupun Woodside membayangkan robot-robot ini sebagai aset berharga untuk mengawasi pekerjaan berbahaya sekaligus memungkinkan manusia untuk fokus pada tugas-tugas tingkat tinggi. Kolaborasi ini menggarisbawahi semakin besarnya peran robotika dalam membentuk masa depan lingkungan kerja jarak jauh dan berbahaya.</description><content:encoded>PERTH - Robot humanoid miliki NASA yang bernama Valkyrie memulai misi dunia nyata pertamanya sebagai pekerja di anjungan tambang minyak Australia. Langkah ini menjadi terobosan layaknya film fiksi ilmiah.&amp;nbsp;
Langkah merupakan Space Act Agreement antara NASA dan Woodside Energy, sebuah perusahaan energi yang berbasis di Perth, Australia. Tujuannya adalah untuk menguji kemampuan robot dalam menangani kondisi berbahaya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ingat Robot Asimo? Begini Nasibnya Sekarang

Selain itu untuk mengembangkan kemampuan manipulasi ketangkasan rgerak jarak jauh yang memungkinkan pemeliharaan fasilitas energi lepas pantai tanpa awak dari jarak jauh, melansir Ubergizmo, Kamis (28/9/2023).
Kehadiran Valkyrie diharapkan dapat mengevaluasi kinerja perangkat lunak yang dihasilkan dan memberikan data penting serta umpan balik kepada NASA. Upaya kerjasama ini diharapkan dapat mempercepat kemajuan teknologi robotik.

BACA JUGA:
Ngeri, AS Kembangkan AI untuk Ambil Keputusan di Medan Perang

Proyek ini menandai kemitraan kedua antara NASA dan Woodside, menyoroti semakin pentingnya teknologi robot dalam meningkatkan efisiensi dan keselamatan fasilitas energi lepas pantai dan terpencil. Wawasan yang diperoleh dari kolaborasi ini juga dapat berdampak pada misi Artemis NASA dan upaya robot terestrial lainnya.
Untuk melaksanakan proyek ini, tim robotika NASA dari Johnson Space Center melakukan perjalanan ke kantor pusat Woodside di Perth. Di sana, mereka mempersiapkan Valkyrie untuk misinya dan memberikan pelatihan kepada tim Woodside dalam pengoperasiannya.Tujuan NASA adalah memanfaatkan pengalaman yang diperoleh dari operasi Valkyrie dalam kondisi yang menantang untuk menyempurnakan desain robot yang mampu bekerja di lingkungan yang keras.
Robot-robot tersebut terbukti sangat berharga untuk misi bulan dan Mars di masa depan karena memungkinkan operasi jarak jauh dan tugas-tugas seperti inspeksi dan pemeliharaan infrastruktur, bahkan saat astronot tidak ada.

BACA JUGA:
NASA Bawa Sampel Asteroid Luar Angkasa ke Bumi, Usianya 4,5 Miliar Tahun!

Shaun Azimi, yang memimpin tim robotika NASA di Johnson Space Center, menekankan potensi dampak robot canggih di Bumi, dengan menyatakan bahwa robot dapat meningkatkan keselamatan di lingkungan berbahaya dan memperluas jangkauan manusia.
Baik NASA maupun Woodside membayangkan robot-robot ini sebagai aset berharga untuk mengawasi pekerjaan berbahaya sekaligus memungkinkan manusia untuk fokus pada tugas-tugas tingkat tinggi. Kolaborasi ini menggarisbawahi semakin besarnya peran robotika dalam membentuk masa depan lingkungan kerja jarak jauh dan berbahaya.</content:encoded></item></channel></rss>
