<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penjualan Produk di Tiktok Shop Diklaim Lebih Rendah dari Platform Dagang Lain</title><description>TikTok Shop kini tengah menjadi sorotan di Indonesia, khususnya bagi bisnis UMKM.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/27/57/2890642/penjualan-produk-di-tiktok-shop-diklaim-lebih-rendah-dari-platform-dagang-lain</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/27/57/2890642/penjualan-produk-di-tiktok-shop-diklaim-lebih-rendah-dari-platform-dagang-lain"/><item><title>Penjualan Produk di Tiktok Shop Diklaim Lebih Rendah dari Platform Dagang Lain</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/27/57/2890642/penjualan-produk-di-tiktok-shop-diklaim-lebih-rendah-dari-platform-dagang-lain</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/27/57/2890642/penjualan-produk-di-tiktok-shop-diklaim-lebih-rendah-dari-platform-dagang-lain</guid><pubDate>Rabu 27 September 2023 13:56 WIB</pubDate><dc:creator>Imantoko Kurniadi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/27/57/2890642/penjualan-produk-di-tiktok-shop-diklaim-lebih-rendah-dari-platform-dagang-lain-Dd3rCFex4Q.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi TikTok Shop. (Doc. TikTok Shop)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/27/57/2890642/penjualan-produk-di-tiktok-shop-diklaim-lebih-rendah-dari-platform-dagang-lain-Dd3rCFex4Q.jpg</image><title>Ilustrasi TikTok Shop. (Doc. TikTok Shop)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yNy8xLzE3MTI1OC81L3g4b2NrbHU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - TikTok Shop kini tengah menjadi sorotan di Indonesia, khususnya bagi bisnis UMKM.
Berawal dari fenomena dominasi produk yang dijual di TikTok Shop ditawarkan dengan harga yang sangat kompetitif, bahkan di bawah harga pasaran, menimbulkan kekhawatiran bagi pebisnis lokal.


BACA JUGA:
Ini Alasan Beberapa Negara Batasi atau Blokir TikTok



Pemerintah Indonesia pun pada akhirnya turut merespons dan mengungkapkan kekhawatiran bahwa harga barang impor dari China yang dijual di TikTok Shop dapat merusak harga domestik, atau dikenal sebagai praktik predatory pricing.
Akibatnya, per tanggal 25 September 2023, pemerintah Indonesia mengeluarkan pernyataan resmi untuk memblokir TikTok (sebagai platform media sosial) dan TikTok Shop (sebagai platform social-commerce) agar tidak berada di dalam satu aplikasi.
Menurut laporan data yang dihimpun oleh tim Think with Hypefast, 67% brand lokal telah memiliki TikTok Shop. Dari jumlah tersebut, 88% melakukan live streaming setidaknya sekali sehari.
&quot;Dewasa ini semakin banyak brand lokal yang telah memanfaatkan strategi baru live shopping, salah satunya melalui kanal seperti TikTok Shop dan Shopee Live, baik untuk menghabiskan stok lama ataupun memasarkan produk baru. Perubahan ini cukup signifikan bila dibandingkan dengan awal kemunculannya, ketika brand hanya menggunakan marketplace sebagai kanal penjualan saja dan media sosial sebagai kanal untuk memperkenalkan brand mereka pada pasar yang lebih luas,&quot; ungkap Adinda Paramita Pandjaitan, VP Men and Women Category Hypefast, dikutip Rabu (27/9/2023).
Seorang pendiri brand kosmetik lokal di Jakarta, dengan omzet lebih dari Rp1 Milyar per bulan, mengungkapkan bahwa TikTok Shop secara spesifik menjadi salah satu kanal penjualan utama yang dinilai efektif menghabiskan stok lama.

BACA JUGA:
Apakah TikTok Bayar Pajak di Indonesia?

&quot;Pengguna TikTok pada umumnya lebih muda dan memiliki daya beli yang terbatas. Oleh karena itu, strategi penjualan di TikTok tidak hanya harus menarik, tetapi juga harus menawarkan diskon yang besar,&quot; jelasnya.
Data lain yang diperoleh oleh tim Hypefast menunjukkan bahwa TikTok Shop berkontribusi sekitar 15-18% dari total omzet per bulan untuk brand lokal, tergantung dari kategori produk.
Angka ini menunjukan peningkatan yang signifikan dibandingkan bulan September 2022, ketika kontribusi TikTok baru mencapai kurang lebih sebanyak 3%.Di sisi lain, data juga menunjukkan bahwa keuntungan dari penjualan di TikTok Shop justru diklaim lebih rendah 24% dibandingkan dengan kanal penjualan lain, seperti Shopee, Tokopedia, dan Lazada.&amp;nbsp;
Meskipun TikTok Shop menawarkan peluang baru bagi brand lokal untuk dapat menjangkau audiens lebih luas, khususnya kalangan yang lebih muda namun ada tantangan berat, yakni persaingan yang ketat dan seringkali mengakibatkan penurunan keuntungan dibanding tempat penjualan lain.

BACA JUGA:
Dilarang Jualan, TikTok Terima Banyak Keluhan dari Pedagang Lokal

Ini menunjukan bahwa adaptasi dan inovasi teknologi, terlepas apa pun platformnya adalah kunci untuk bertahan dan berkembang di era digital ini.
Setidaknya ini terlihat dari tantangan konsistensi dalam menjalankan sesi live shopping, dimana harus melakukan live streaming setiap hari selama 4-5 jam.
Jika ada satu hari tanpa sesi live shopping, algoritma TikTok akan di-reset, &quot;Ini menjadi challenge tersendiri, khususnya bagi pelaku bisnis berskala kecil yang belum bisa konsisten menjalankan sesi live shopping di aktivitas bisnis mereka sehari-hari karena keterbatasan sumber daya,&quot; ujar pendiri brand fashion wanita di Bandung berbagi pengalamannya tentang live shopping, salah satunya TikTok Shop.
Selain itu, bagi pelaku usaha kecil bakal tersandung perangkat yang memadai, sekaligus lapak digital baru yang tidak dipungkiri membutuhkan modal tersendiri.

BACA JUGA:
Artis Terafiliasi TikTok Shop Siap-Siap Kena Sanksi

Edho Zell, CEO dan Pendiri Social Bread Indonesia, juga memberikan pandangannya mengenai fenomena melonjaknya popularitas TikTok Shop.
&amp;ldquo;Sesi live shopping telah mendemokratisasikan peluang bagi usaha kecil dan brand lokal agar dapat menjangkau dan berinteraksi langsung dengan konsumen secara real-time,&amp;rdquo; jelasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yNy8xLzE3MTI1OC81L3g4b2NrbHU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - TikTok Shop kini tengah menjadi sorotan di Indonesia, khususnya bagi bisnis UMKM.
Berawal dari fenomena dominasi produk yang dijual di TikTok Shop ditawarkan dengan harga yang sangat kompetitif, bahkan di bawah harga pasaran, menimbulkan kekhawatiran bagi pebisnis lokal.


BACA JUGA:
Ini Alasan Beberapa Negara Batasi atau Blokir TikTok



Pemerintah Indonesia pun pada akhirnya turut merespons dan mengungkapkan kekhawatiran bahwa harga barang impor dari China yang dijual di TikTok Shop dapat merusak harga domestik, atau dikenal sebagai praktik predatory pricing.
Akibatnya, per tanggal 25 September 2023, pemerintah Indonesia mengeluarkan pernyataan resmi untuk memblokir TikTok (sebagai platform media sosial) dan TikTok Shop (sebagai platform social-commerce) agar tidak berada di dalam satu aplikasi.
Menurut laporan data yang dihimpun oleh tim Think with Hypefast, 67% brand lokal telah memiliki TikTok Shop. Dari jumlah tersebut, 88% melakukan live streaming setidaknya sekali sehari.
&quot;Dewasa ini semakin banyak brand lokal yang telah memanfaatkan strategi baru live shopping, salah satunya melalui kanal seperti TikTok Shop dan Shopee Live, baik untuk menghabiskan stok lama ataupun memasarkan produk baru. Perubahan ini cukup signifikan bila dibandingkan dengan awal kemunculannya, ketika brand hanya menggunakan marketplace sebagai kanal penjualan saja dan media sosial sebagai kanal untuk memperkenalkan brand mereka pada pasar yang lebih luas,&quot; ungkap Adinda Paramita Pandjaitan, VP Men and Women Category Hypefast, dikutip Rabu (27/9/2023).
Seorang pendiri brand kosmetik lokal di Jakarta, dengan omzet lebih dari Rp1 Milyar per bulan, mengungkapkan bahwa TikTok Shop secara spesifik menjadi salah satu kanal penjualan utama yang dinilai efektif menghabiskan stok lama.

BACA JUGA:
Apakah TikTok Bayar Pajak di Indonesia?

&quot;Pengguna TikTok pada umumnya lebih muda dan memiliki daya beli yang terbatas. Oleh karena itu, strategi penjualan di TikTok tidak hanya harus menarik, tetapi juga harus menawarkan diskon yang besar,&quot; jelasnya.
Data lain yang diperoleh oleh tim Hypefast menunjukkan bahwa TikTok Shop berkontribusi sekitar 15-18% dari total omzet per bulan untuk brand lokal, tergantung dari kategori produk.
Angka ini menunjukan peningkatan yang signifikan dibandingkan bulan September 2022, ketika kontribusi TikTok baru mencapai kurang lebih sebanyak 3%.Di sisi lain, data juga menunjukkan bahwa keuntungan dari penjualan di TikTok Shop justru diklaim lebih rendah 24% dibandingkan dengan kanal penjualan lain, seperti Shopee, Tokopedia, dan Lazada.&amp;nbsp;
Meskipun TikTok Shop menawarkan peluang baru bagi brand lokal untuk dapat menjangkau audiens lebih luas, khususnya kalangan yang lebih muda namun ada tantangan berat, yakni persaingan yang ketat dan seringkali mengakibatkan penurunan keuntungan dibanding tempat penjualan lain.

BACA JUGA:
Dilarang Jualan, TikTok Terima Banyak Keluhan dari Pedagang Lokal

Ini menunjukan bahwa adaptasi dan inovasi teknologi, terlepas apa pun platformnya adalah kunci untuk bertahan dan berkembang di era digital ini.
Setidaknya ini terlihat dari tantangan konsistensi dalam menjalankan sesi live shopping, dimana harus melakukan live streaming setiap hari selama 4-5 jam.
Jika ada satu hari tanpa sesi live shopping, algoritma TikTok akan di-reset, &quot;Ini menjadi challenge tersendiri, khususnya bagi pelaku bisnis berskala kecil yang belum bisa konsisten menjalankan sesi live shopping di aktivitas bisnis mereka sehari-hari karena keterbatasan sumber daya,&quot; ujar pendiri brand fashion wanita di Bandung berbagi pengalamannya tentang live shopping, salah satunya TikTok Shop.
Selain itu, bagi pelaku usaha kecil bakal tersandung perangkat yang memadai, sekaligus lapak digital baru yang tidak dipungkiri membutuhkan modal tersendiri.

BACA JUGA:
Artis Terafiliasi TikTok Shop Siap-Siap Kena Sanksi

Edho Zell, CEO dan Pendiri Social Bread Indonesia, juga memberikan pandangannya mengenai fenomena melonjaknya popularitas TikTok Shop.
&amp;ldquo;Sesi live shopping telah mendemokratisasikan peluang bagi usaha kecil dan brand lokal agar dapat menjangkau dan berinteraksi langsung dengan konsumen secara real-time,&amp;rdquo; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
