<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>NASA Bawa Sampel Asteroid Luar Angkasa ke Bumi, Usianya 4,5 Miliar Tahun!</title><description>NASA berhasil mengirimkan sampel dari asteroid di luar angkasa ke bumi pada Minggu (24/9/2023).</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/26/56/2889913/nasa-bawa-sampel-asteroid-luar-angkasa-ke-bumi-usianya-4-5-miliar-tahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/26/56/2889913/nasa-bawa-sampel-asteroid-luar-angkasa-ke-bumi-usianya-4-5-miliar-tahun"/><item><title>NASA Bawa Sampel Asteroid Luar Angkasa ke Bumi, Usianya 4,5 Miliar Tahun!</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/26/56/2889913/nasa-bawa-sampel-asteroid-luar-angkasa-ke-bumi-usianya-4-5-miliar-tahun</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/26/56/2889913/nasa-bawa-sampel-asteroid-luar-angkasa-ke-bumi-usianya-4-5-miliar-tahun</guid><pubDate>Selasa 26 September 2023 13:29 WIB</pubDate><dc:creator>Redaksi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/26/56/2889913/nasa-bawa-sampel-asteroid-luar-angkasa-ke-bumi-usianya-4-5-miliar-tahun-4xQNS8lXjZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kapsul OSIRIS-Rex (Foto: The Denver Post)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/26/56/2889913/nasa-bawa-sampel-asteroid-luar-angkasa-ke-bumi-usianya-4-5-miliar-tahun-4xQNS8lXjZ.jpg</image><title>Kapsul OSIRIS-Rex (Foto: The Denver Post)</title></images><description>NASA berhasil mengirimkan sampel dari asteroid di luar angkasa ke bumi pada Minggu (24/9/2023). Pengambilan sampel asteroid yang diperkirakan berusia 4,5 miliar tahun ini sekaligus menjadi tujuan awal dari misi pesawat luar angkasa OSIRIS-REx yang pertama kali diluncurkan pada tahun 2016.
Dilansir dari situs The Verge, Selasa (26/9/2023) sampel asteroid yang berhasil dibawa dalam misi OSIRIS-REx tersebut berasal dari salah satu asteroid yang mengelilingi Bumi bernama Bennu.

BACA JUGA:
NASA Konfirmasi Kembalinya Sampel Asteroid Bennu, Pesawat Ruang Angkasa Osiris-Rex Mendarat dengan Selamat

Dengan kecepatan 47.000 mil per jam, kapsul berisikan sampel asteroid tersebut berhasil mendarat di Test and Training Range milik Departemen Pertahanan Utah pada pukul 10:52 waktu setempat.
Sekitar 250 gram sampel asteroid Bennu yang dikumpulkan kemudian akan dibawa ke fasilitas khusus di Johnson Space Center NASA di Houston untuk penelitian lanjutan terkait pembentukan Tata Surya.

BACA JUGA:
Kapsul Osiris-Rex Akan Meluncur ke Atmosfer Bumi, Bawa Debu Asteroid Bennu Cari Jawaban Dari Mana Manusia Berasal

&amp;ldquo;NASA berinvestasi dalam misi tubuh kecil seperti OSIRIS-REx untuk menyelidiki banyaknya populasi asteroid di tata surya kita yang dapat memberi kita petunjuk tentang bagaimana tata surya terbentuk dan berevolusi,&amp;rdquo; kata Melissa Morris, eksekutif program OSIRIS-REx.
Terkait hal ini, para ilmuwan menjelaskan pentingnya sampel asteroid yang salah satunya berguna dalam meneliti kemungkinan adanya bahan penyusun dasar kehidupan-senyawa organik di Bumi yang dibawa oleh asteroid sejak jutaan hingga miliar tahun yang lalu.Lebih lanjut, untuk meneliti hal tersebut diperlukan sampel murni dari luar angkasa. Hal ini sejalan dengan penelitian proses terbentuknya Bumi hingga Tata Surya yang mengharuskan penelitian dilakukan dengan melihat Bumi dan Tata Surya itu sendiri.
Di sisi lain, perkiraan usia 4,5 miliar tahun dari sampel asteroid Bennu ini sendiri masih belum dapat dipastikan. Meskipun demikian, usia tersebut sejatinya sudah melampaui usia batuan tertua yang pernah ditemukan di Bumi, yaitu 4 miliar tahun. Selisih 500 tahun lebih awal dari sampel asteroid Bennu ini kemudian berpotensi menjadi kapsul waktu tertua yang pernah ditemukan dari tahap paling awal Tata Surya.

BACA JUGA:
Ilmuwan Temukan Tanda-tanda Keberadaan Alien di Sekitar Jupiter

Sementara itu, misi pengambilan sampel asteroid ini sendiri diketahui masih akan berlanjut. Pesawat luar angkasa OSIRIS-REx yang sampai saat ini masih berada di luar angkasa dilaporkan akan menjalani misi lanjutan bernama OSIRIS-APEX. Di mana, dalam misi tersebut akan dipelajari target asteroid baru yang akan mendekati Bumi dalam beberapa tahun mendatang, Apophis. (Chasna Alifia Sya&amp;rsquo;bana)</description><content:encoded>NASA berhasil mengirimkan sampel dari asteroid di luar angkasa ke bumi pada Minggu (24/9/2023). Pengambilan sampel asteroid yang diperkirakan berusia 4,5 miliar tahun ini sekaligus menjadi tujuan awal dari misi pesawat luar angkasa OSIRIS-REx yang pertama kali diluncurkan pada tahun 2016.
Dilansir dari situs The Verge, Selasa (26/9/2023) sampel asteroid yang berhasil dibawa dalam misi OSIRIS-REx tersebut berasal dari salah satu asteroid yang mengelilingi Bumi bernama Bennu.

BACA JUGA:
NASA Konfirmasi Kembalinya Sampel Asteroid Bennu, Pesawat Ruang Angkasa Osiris-Rex Mendarat dengan Selamat

Dengan kecepatan 47.000 mil per jam, kapsul berisikan sampel asteroid tersebut berhasil mendarat di Test and Training Range milik Departemen Pertahanan Utah pada pukul 10:52 waktu setempat.
Sekitar 250 gram sampel asteroid Bennu yang dikumpulkan kemudian akan dibawa ke fasilitas khusus di Johnson Space Center NASA di Houston untuk penelitian lanjutan terkait pembentukan Tata Surya.

BACA JUGA:
Kapsul Osiris-Rex Akan Meluncur ke Atmosfer Bumi, Bawa Debu Asteroid Bennu Cari Jawaban Dari Mana Manusia Berasal

&amp;ldquo;NASA berinvestasi dalam misi tubuh kecil seperti OSIRIS-REx untuk menyelidiki banyaknya populasi asteroid di tata surya kita yang dapat memberi kita petunjuk tentang bagaimana tata surya terbentuk dan berevolusi,&amp;rdquo; kata Melissa Morris, eksekutif program OSIRIS-REx.
Terkait hal ini, para ilmuwan menjelaskan pentingnya sampel asteroid yang salah satunya berguna dalam meneliti kemungkinan adanya bahan penyusun dasar kehidupan-senyawa organik di Bumi yang dibawa oleh asteroid sejak jutaan hingga miliar tahun yang lalu.Lebih lanjut, untuk meneliti hal tersebut diperlukan sampel murni dari luar angkasa. Hal ini sejalan dengan penelitian proses terbentuknya Bumi hingga Tata Surya yang mengharuskan penelitian dilakukan dengan melihat Bumi dan Tata Surya itu sendiri.
Di sisi lain, perkiraan usia 4,5 miliar tahun dari sampel asteroid Bennu ini sendiri masih belum dapat dipastikan. Meskipun demikian, usia tersebut sejatinya sudah melampaui usia batuan tertua yang pernah ditemukan di Bumi, yaitu 4 miliar tahun. Selisih 500 tahun lebih awal dari sampel asteroid Bennu ini kemudian berpotensi menjadi kapsul waktu tertua yang pernah ditemukan dari tahap paling awal Tata Surya.

BACA JUGA:
Ilmuwan Temukan Tanda-tanda Keberadaan Alien di Sekitar Jupiter

Sementara itu, misi pengambilan sampel asteroid ini sendiri diketahui masih akan berlanjut. Pesawat luar angkasa OSIRIS-REx yang sampai saat ini masih berada di luar angkasa dilaporkan akan menjalani misi lanjutan bernama OSIRIS-APEX. Di mana, dalam misi tersebut akan dipelajari target asteroid baru yang akan mendekati Bumi dalam beberapa tahun mendatang, Apophis. (Chasna Alifia Sya&amp;rsquo;bana)</content:encoded></item></channel></rss>
