<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Fakta Ubur-Ubur, Tidak Memiliki Otak Tapi Bisa Belajar dari Pengalaman</title><description>Fakta menarik tentang ubur-ubur terungkap oleh sebuah penelitian baru-baru ini, rupanya mereka punya kemampuan belajar yang luar biasa</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/25/56/2889456/fakta-ubur-ubur-tidak-memiliki-otak-tapi-bisa-belajar-dari-pengalaman</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/25/56/2889456/fakta-ubur-ubur-tidak-memiliki-otak-tapi-bisa-belajar-dari-pengalaman"/><item><title>Fakta Ubur-Ubur, Tidak Memiliki Otak Tapi Bisa Belajar dari Pengalaman</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/25/56/2889456/fakta-ubur-ubur-tidak-memiliki-otak-tapi-bisa-belajar-dari-pengalaman</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/25/56/2889456/fakta-ubur-ubur-tidak-memiliki-otak-tapi-bisa-belajar-dari-pengalaman</guid><pubDate>Senin 25 September 2023 20:48 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/25/56/2889456/fakta-ubur-ubur-tidak-memiliki-otak-tapi-bisa-belajar-dari-pengalaman-BFVAair66K.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi ubur-ubur. (Doc. Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/25/56/2889456/fakta-ubur-ubur-tidak-memiliki-otak-tapi-bisa-belajar-dari-pengalaman-BFVAair66K.jpg</image><title>Ilustrasi ubur-ubur. (Doc. Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yNS8xLzE3MTE0NS81L3g4b2FyNTY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Fakta menarik tentang ubur-ubur terungkap oleh sebuah penelitian baru-baru ini, dimana disebut hewan lunak tersebut rupanya punya kemampuan belajar yang luar biasa.
Studi menunjukan ubur-ubur dapat belajar dari pengalaman masa lalu mereka. Dan menariknya lagi, ubur-ubur dapat mengubah perilaku sebagai respons dari masa lalu itu meski tidak punya otak pusat.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

OIKN: 5 Universitas Besar Minat Bangun Science Center di IKN

Sebagaimana dihimpun dari IFL Sciene, Senin (25/9/2023), temuan studi baru ini mengungkap bahwa ubur-ubur sebenarnya jauh lebih kompleks dan lebih pintar daripada yang diperkirakan sebelumnya.
Saat pertama kali fakta menarik ini ditemukan, banyak ilmuwan yang terkejut, mengingat ini adalah hal sangat luar biasa bagi hewan dengan sel saraf yang sangat sedikit.
Ubur-ubur dengan sel saraf paling sedikit pun, misalnya ubur-ubur kotak (Tripedalia cystophora), tidak memiliki otak pusat dan bergerak dengan bantuan sistem saraf sederhana yang hanya terdiri dari 1.000 sel.
Sel-sel saraf ini berada dalam jaringan longgar yang disebut jaring saraf yang tersebar di seluruh tubuh mereka yang lengket, dan membantu merasakan lingkungan, mendeteksi perubahan suhu, cahaya, serta sentuhan fisik.
Hewan dengan sistem saraf sederhana seperti ubur-ubur kotak dianggap hanya mampu melakukan bentuk pembelajaran paling dasar, seperti pembiasaan di mana hewan terbiasa dengan perubahan kondisi, seperti kebisingan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Populer Science: Penemuan Misterius di Antartika hingga Tumbuhan Hidup di Laut

Pembelajaran yang lebih kompleks seperti mengubah perilaku sebagai respons terhadap pengalaman masa lalu sebelumnya dianggap jauh melampaui kemampuan hewan-hewan ini.
Dalam mengungkap fakta ini, oara ilmiwan melakukan eksperimen menggunakan tangki bundar yang dilapisi dengan jeruji untuk meniru habitat ubur-ubur yang penuh rintangan nan sulit.

BACA JUGA:
Populer Science: Buang Sampah ke Gunung Berapi hingga Kloset Jongkok vs Duduk

Awalnya, ubur-ubur itu menabrak jeruji tetapi dalam jangka waktu percobaan 7,5 menit, mereka mampu mengurangi jumlah tabrakan sebesar 50 persen. Mereka pun mulai menjauh dari jeruji dan berputar menjauhi rintangan.
Ilmuwan semua mengira bahwa hewan yang sangat sederhana ini akan terus menghadapi rintangan yang sama, namun rupanya ubur-ubur dapat belajar dari pengalamannya, rangsangan visual, dan mekanis.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yNS8xLzE3MTE0NS81L3g4b2FyNTY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Fakta menarik tentang ubur-ubur terungkap oleh sebuah penelitian baru-baru ini, dimana disebut hewan lunak tersebut rupanya punya kemampuan belajar yang luar biasa.
Studi menunjukan ubur-ubur dapat belajar dari pengalaman masa lalu mereka. Dan menariknya lagi, ubur-ubur dapat mengubah perilaku sebagai respons dari masa lalu itu meski tidak punya otak pusat.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

OIKN: 5 Universitas Besar Minat Bangun Science Center di IKN

Sebagaimana dihimpun dari IFL Sciene, Senin (25/9/2023), temuan studi baru ini mengungkap bahwa ubur-ubur sebenarnya jauh lebih kompleks dan lebih pintar daripada yang diperkirakan sebelumnya.
Saat pertama kali fakta menarik ini ditemukan, banyak ilmuwan yang terkejut, mengingat ini adalah hal sangat luar biasa bagi hewan dengan sel saraf yang sangat sedikit.
Ubur-ubur dengan sel saraf paling sedikit pun, misalnya ubur-ubur kotak (Tripedalia cystophora), tidak memiliki otak pusat dan bergerak dengan bantuan sistem saraf sederhana yang hanya terdiri dari 1.000 sel.
Sel-sel saraf ini berada dalam jaringan longgar yang disebut jaring saraf yang tersebar di seluruh tubuh mereka yang lengket, dan membantu merasakan lingkungan, mendeteksi perubahan suhu, cahaya, serta sentuhan fisik.
Hewan dengan sistem saraf sederhana seperti ubur-ubur kotak dianggap hanya mampu melakukan bentuk pembelajaran paling dasar, seperti pembiasaan di mana hewan terbiasa dengan perubahan kondisi, seperti kebisingan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Populer Science: Penemuan Misterius di Antartika hingga Tumbuhan Hidup di Laut

Pembelajaran yang lebih kompleks seperti mengubah perilaku sebagai respons terhadap pengalaman masa lalu sebelumnya dianggap jauh melampaui kemampuan hewan-hewan ini.
Dalam mengungkap fakta ini, oara ilmiwan melakukan eksperimen menggunakan tangki bundar yang dilapisi dengan jeruji untuk meniru habitat ubur-ubur yang penuh rintangan nan sulit.

BACA JUGA:
Populer Science: Buang Sampah ke Gunung Berapi hingga Kloset Jongkok vs Duduk

Awalnya, ubur-ubur itu menabrak jeruji tetapi dalam jangka waktu percobaan 7,5 menit, mereka mampu mengurangi jumlah tabrakan sebesar 50 persen. Mereka pun mulai menjauh dari jeruji dan berputar menjauhi rintangan.
Ilmuwan semua mengira bahwa hewan yang sangat sederhana ini akan terus menghadapi rintangan yang sama, namun rupanya ubur-ubur dapat belajar dari pengalamannya, rangsangan visual, dan mekanis.</content:encoded></item></channel></rss>
