<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ngeri, AS Kembangkan AI untuk Ambil Keputusan di Medan Perang</title><description>DARPA menggelontorkan sejumlah dana untuk kembangkan AI yang dapat membantu dalam pengambilan keputusan di medan perang.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/22/56/2888033/ngeri-as-kembangkan-ai-untuk-ambil-keputusan-di-medan-perang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/22/56/2888033/ngeri-as-kembangkan-ai-untuk-ambil-keputusan-di-medan-perang"/><item><title>Ngeri, AS Kembangkan AI untuk Ambil Keputusan di Medan Perang</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/22/56/2888033/ngeri-as-kembangkan-ai-untuk-ambil-keputusan-di-medan-perang</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/22/56/2888033/ngeri-as-kembangkan-ai-untuk-ambil-keputusan-di-medan-perang</guid><pubDate>Jum'at 22 September 2023 08:03 WIB</pubDate><dc:creator>Redaksi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/22/56/2888033/ngeri-as-kembangkan-ai-untuk-ambil-keputusan-di-medan-perang-pP6MgP23kB.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Kecerdasan Buatan (AI) (Foto: Usplash)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/22/56/2888033/ngeri-as-kembangkan-ai-untuk-ambil-keputusan-di-medan-perang-pP6MgP23kB.jpeg</image><title>Kecerdasan Buatan (AI) (Foto: Usplash)</title></images><description>WASHINGTON DC - Amerika Serikat melalui DARPA telah menggelontorkan sejumlah dana untuk kembangkan kecerdasan buatan (AI) yang dapat membantu dalam pengambilan keputusan di medan perang. Dana tersebut dialokasikan ke dalam sebuah proyek bernama Strategic Chaos Engine for Planning, Tactics, Experimentation and Resiliency (SCEPTER).
Dilansir dari LiveScience, Sabtu (23/9/23) Proyek SCEPTER dimaksudkan untuk mengembangkan teknologi AI yang akan menyederhanakan kompleksitas peperangan modern dengan mempercepat pengambilan keputusan secara real-time.

BACA JUGA:
Dosen Tak Adaptif Perkembangan Kecerdasan Buatan Akan Tergusur di Masa Depan

Lebih lanjut, tiga perusahaan dilaporkan telah menerima kucuran dana untuk proyek pengembangan AI tersebut, yaitu Charles River Analytics, Parallax Advanced Research, dan BAE Systems.
Adapun proyek pengembangan AI yang dimaksud saat ini berfokus pada Machine Learning (ML) sebagai area utama dimana AI dapat meningkatkan pengambilan keputusan di medan perang. Model ML sendiri adalah jenis AI yang dapat memperlihatkan contoh, seperti skenario masa perang di masa lalu untuk kemudian membuat prediksi atau &quot;belajar&quot; dari data tersebut.

BACA JUGA:
Bill Gates Bicara Masa Depan Kecerdasan Buatan

Namun, jenis AI berupa ML saja dianggap tidak cukup. Toby Walsh, kepala ilmuwan di Institut AI Universitas New South Wales di Australia menjelaskan bahwa pertempuran jarang terulang. Musuh akan dengan cepat belajar untuk tidak melakukan hal yang sama. Dengan alasan demikian, maka tetap dibutuhkan jenis AI lain untuk kemudian digabungkan dengan ML.
&amp;ldquo;Pertempuran jarang terulang &amp;ndash; musuh Anda dengan cepat belajar untuk tidak melakukan kesalahan yang sama,&amp;rdquo; kata Walsh.Selain itu, kepala ilmuwan data di Creative Destruction Lab, Avi Goldfarb juga mengingatkan tentang AI yang pada akhirnya hanya berguna sebagai pemandu, sisanya semua keputusan tetap membutuhkan campur tangan manusia.
&amp;ldquo;AI tidak memberikan penilaian atau membuat keputusan. Sebaliknya, AI memberikan informasi untuk memandu pengambilan keputusan,&amp;rdquo; kata Goldfarb.

BACA JUGA:
Influencer Virtual Kian Menarik, Jadi Ancaman Nyata Content Creator?

&amp;ldquo;Selalu ada manusia yang memberikan penilaian mengenai prediksi mana yang harus dibuat, dan apa yang harus dilakukan terhadap prediksi tersebut ketika prediksi tersebut tiba,&amp;rdquo; pungkasnya.
Sementara itu, proyek SCEPTER yang didanai Amerika Serikat untuk kembangkan AI yang membantu dalam pembuatan keputusan di medan perang ini dikabarkan juga sedang mengupayakan peningkatan untuk mendekati hasil pemikiran manusia. Salah satunya melalui AI kausal yang dapat menyimpulkan sebab dan akibat suatu keputusan seperti halnya manusia. (Chasna Alifia Sya&amp;rsquo;bana)</description><content:encoded>WASHINGTON DC - Amerika Serikat melalui DARPA telah menggelontorkan sejumlah dana untuk kembangkan kecerdasan buatan (AI) yang dapat membantu dalam pengambilan keputusan di medan perang. Dana tersebut dialokasikan ke dalam sebuah proyek bernama Strategic Chaos Engine for Planning, Tactics, Experimentation and Resiliency (SCEPTER).
Dilansir dari LiveScience, Sabtu (23/9/23) Proyek SCEPTER dimaksudkan untuk mengembangkan teknologi AI yang akan menyederhanakan kompleksitas peperangan modern dengan mempercepat pengambilan keputusan secara real-time.

BACA JUGA:
Dosen Tak Adaptif Perkembangan Kecerdasan Buatan Akan Tergusur di Masa Depan

Lebih lanjut, tiga perusahaan dilaporkan telah menerima kucuran dana untuk proyek pengembangan AI tersebut, yaitu Charles River Analytics, Parallax Advanced Research, dan BAE Systems.
Adapun proyek pengembangan AI yang dimaksud saat ini berfokus pada Machine Learning (ML) sebagai area utama dimana AI dapat meningkatkan pengambilan keputusan di medan perang. Model ML sendiri adalah jenis AI yang dapat memperlihatkan contoh, seperti skenario masa perang di masa lalu untuk kemudian membuat prediksi atau &quot;belajar&quot; dari data tersebut.

BACA JUGA:
Bill Gates Bicara Masa Depan Kecerdasan Buatan

Namun, jenis AI berupa ML saja dianggap tidak cukup. Toby Walsh, kepala ilmuwan di Institut AI Universitas New South Wales di Australia menjelaskan bahwa pertempuran jarang terulang. Musuh akan dengan cepat belajar untuk tidak melakukan hal yang sama. Dengan alasan demikian, maka tetap dibutuhkan jenis AI lain untuk kemudian digabungkan dengan ML.
&amp;ldquo;Pertempuran jarang terulang &amp;ndash; musuh Anda dengan cepat belajar untuk tidak melakukan kesalahan yang sama,&amp;rdquo; kata Walsh.Selain itu, kepala ilmuwan data di Creative Destruction Lab, Avi Goldfarb juga mengingatkan tentang AI yang pada akhirnya hanya berguna sebagai pemandu, sisanya semua keputusan tetap membutuhkan campur tangan manusia.
&amp;ldquo;AI tidak memberikan penilaian atau membuat keputusan. Sebaliknya, AI memberikan informasi untuk memandu pengambilan keputusan,&amp;rdquo; kata Goldfarb.

BACA JUGA:
Influencer Virtual Kian Menarik, Jadi Ancaman Nyata Content Creator?

&amp;ldquo;Selalu ada manusia yang memberikan penilaian mengenai prediksi mana yang harus dibuat, dan apa yang harus dilakukan terhadap prediksi tersebut ketika prediksi tersebut tiba,&amp;rdquo; pungkasnya.
Sementara itu, proyek SCEPTER yang didanai Amerika Serikat untuk kembangkan AI yang membantu dalam pembuatan keputusan di medan perang ini dikabarkan juga sedang mengupayakan peningkatan untuk mendekati hasil pemikiran manusia. Salah satunya melalui AI kausal yang dapat menyimpulkan sebab dan akibat suatu keputusan seperti halnya manusia. (Chasna Alifia Sya&amp;rsquo;bana)</content:encoded></item></channel></rss>
