<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus Teknologi Huawei Berlanjut, China Lawan Diskriminatif Perusahaan Amerika Serikat</title><description>China menentang atas perlakuan tidak adil terhadap perusahaan-perusahaan China oleh Amerika Serikat.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/21/54/2887033/kasus-teknologi-huawei-berlanjut-china-lawan-diskriminatif-perusahaan-amerika-serikat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/21/54/2887033/kasus-teknologi-huawei-berlanjut-china-lawan-diskriminatif-perusahaan-amerika-serikat"/><item><title>Kasus Teknologi Huawei Berlanjut, China Lawan Diskriminatif Perusahaan Amerika Serikat</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/21/54/2887033/kasus-teknologi-huawei-berlanjut-china-lawan-diskriminatif-perusahaan-amerika-serikat</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/21/54/2887033/kasus-teknologi-huawei-berlanjut-china-lawan-diskriminatif-perusahaan-amerika-serikat</guid><pubDate>Kamis 21 September 2023 13:32 WIB</pubDate><dc:creator>Redaksi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/21/54/2887033/kasus-teknologi-huawei-berlanjut-china-lawan-diskriminatif-perusahaan-amerika-serikat-nQshPVzeI8.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Huawei (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/21/54/2887033/kasus-teknologi-huawei-berlanjut-china-lawan-diskriminatif-perusahaan-amerika-serikat-nQshPVzeI8.JPG</image><title>Huawei (Foto: Reuters)</title></images><description>BEIJING &amp;ndash; China menentang atas perlakuan tidak adil terhadap perusahaan-perusahaan China oleh Amerika Serikat. Ini merupakan tanggapan atas klaim Departemen Perdagangan AS yang menyatakan prosesor ponsel pintar yang dikembangkan Huawei melanggar larangan perdagangan.
Huawei, produsen smartphone asal China, baru-baru ini mulai menjual Mate 60 Pro. Menurut para analis, ponsel ini menggunakan chip yang dibuat dengan terobosan teknologi oleh pengecoran chip China, Semiconductor Manufacturing International Corp (SMIC).

BACA JUGA:
Agresif di Pasar Smart Wearable, Huawei Bangun Health Lab dengan Investasi Rp400 Miliar

Departemen Perdagangan AS sedang menyelidiki chip tersebut lebih lanjut untuk mengetahui karakter dan komposisi di dalamnya. Smartphone terbaru Huawei dikabarkan menggunakan chip Kirin 9000S, yang menawarkan teknologi 7nm dan teknologi susun, dengan HarmonyOS sebagai sistem operasinya. Sebuah klaim menyatakan bahwa chip tersebut diproduksi menggunakan teknologi Amerika.
Melalui Reuters, Kamis (21/9/23), Menteri Perdagangan AS, Gina Raimondo menyuarakan keprihatinannya tentang gagasan tersebut pada sidang dengar pendapat DPR AS. Gina menyatakan bahwa, AS tidak memiliki bukti kuat terkait Huawei dapat memproduksi smartphone dengan chip canggih secara massal. Dia juga menyatakan kecewa terhadap rumor yang beredar tersebut.

BACA JUGA:
Spesifikasi Huawei Mate 60 Pro dan Mate 60 Pro Plus yang Siap Saingi Iphone 15

Dari sumber yang sama, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning mengatakan bahwa China telah menentang AS yang menggeneralisasi konsep keamanan nasional.
Mao Ning mengatakan bahwa tindakan diskriminatif dan tidak adil terhadap perusahaan-perusahaan China merusak cita-cita perdagangan bebas dan norma-norma ekonomi perdagangan internasional. Tak hanya itu, diskriminatif ini juga membahayakan kelangsungan jaringan pasokan dan produksi global.Seperti yang telah diberitakan, China melarang para pejabat pemerintah pusat untuk menggunakan iPhone selama bekerja. Bahkan mereka juga tidak diizinkan untuk membawa ponsel tersebut ke kantor karena alasan keamanan nasional.

BACA JUGA:
Huawei Mate Pro 60 Mendadak Dicurigai Pemerintah Amerika Serikat, Kenapa?

Begitu pun dengan AS yang merasa tidak nyaman dengan perilisan ponsel terbaru Huawei yang dianggap menggunakan teknologi asal Amerika. Perang antara China dan AS mengenai teknologi semikonduktor saat ini masih terus berlangsung.&amp;nbsp;
Sejak tahun lalu, AS telah membuat rangkaian pembatasan ekspor untuk memutus China dari chip semikonduktor tertentu yang dibuat dengan teknologi milik AS. Kini, AS sedang mempertimbangkan pembatasan baru pada penjualan microchip canggih yang di produksi perusahaan China. (Taja Aurora Bianca)</description><content:encoded>BEIJING &amp;ndash; China menentang atas perlakuan tidak adil terhadap perusahaan-perusahaan China oleh Amerika Serikat. Ini merupakan tanggapan atas klaim Departemen Perdagangan AS yang menyatakan prosesor ponsel pintar yang dikembangkan Huawei melanggar larangan perdagangan.
Huawei, produsen smartphone asal China, baru-baru ini mulai menjual Mate 60 Pro. Menurut para analis, ponsel ini menggunakan chip yang dibuat dengan terobosan teknologi oleh pengecoran chip China, Semiconductor Manufacturing International Corp (SMIC).

BACA JUGA:
Agresif di Pasar Smart Wearable, Huawei Bangun Health Lab dengan Investasi Rp400 Miliar

Departemen Perdagangan AS sedang menyelidiki chip tersebut lebih lanjut untuk mengetahui karakter dan komposisi di dalamnya. Smartphone terbaru Huawei dikabarkan menggunakan chip Kirin 9000S, yang menawarkan teknologi 7nm dan teknologi susun, dengan HarmonyOS sebagai sistem operasinya. Sebuah klaim menyatakan bahwa chip tersebut diproduksi menggunakan teknologi Amerika.
Melalui Reuters, Kamis (21/9/23), Menteri Perdagangan AS, Gina Raimondo menyuarakan keprihatinannya tentang gagasan tersebut pada sidang dengar pendapat DPR AS. Gina menyatakan bahwa, AS tidak memiliki bukti kuat terkait Huawei dapat memproduksi smartphone dengan chip canggih secara massal. Dia juga menyatakan kecewa terhadap rumor yang beredar tersebut.

BACA JUGA:
Spesifikasi Huawei Mate 60 Pro dan Mate 60 Pro Plus yang Siap Saingi Iphone 15

Dari sumber yang sama, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning mengatakan bahwa China telah menentang AS yang menggeneralisasi konsep keamanan nasional.
Mao Ning mengatakan bahwa tindakan diskriminatif dan tidak adil terhadap perusahaan-perusahaan China merusak cita-cita perdagangan bebas dan norma-norma ekonomi perdagangan internasional. Tak hanya itu, diskriminatif ini juga membahayakan kelangsungan jaringan pasokan dan produksi global.Seperti yang telah diberitakan, China melarang para pejabat pemerintah pusat untuk menggunakan iPhone selama bekerja. Bahkan mereka juga tidak diizinkan untuk membawa ponsel tersebut ke kantor karena alasan keamanan nasional.

BACA JUGA:
Huawei Mate Pro 60 Mendadak Dicurigai Pemerintah Amerika Serikat, Kenapa?

Begitu pun dengan AS yang merasa tidak nyaman dengan perilisan ponsel terbaru Huawei yang dianggap menggunakan teknologi asal Amerika. Perang antara China dan AS mengenai teknologi semikonduktor saat ini masih terus berlangsung.&amp;nbsp;
Sejak tahun lalu, AS telah membuat rangkaian pembatasan ekspor untuk memutus China dari chip semikonduktor tertentu yang dibuat dengan teknologi milik AS. Kini, AS sedang mempertimbangkan pembatasan baru pada penjualan microchip canggih yang di produksi perusahaan China. (Taja Aurora Bianca)</content:encoded></item></channel></rss>
