<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Korsel Gunakan AI untuk Deteksi Kelainan Trakea</title><description>Di Korsel, AI&amp;nbsp;mampu mengidentifikasi posisi trakea yang tidak tepat pada pasien berusia 80 tahun.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/20/56/2886145/korsel-gunakan-ai-untuk-deteksi-kelainan-trakea</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/20/56/2886145/korsel-gunakan-ai-untuk-deteksi-kelainan-trakea"/><item><title>Korsel Gunakan AI untuk Deteksi Kelainan Trakea</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/20/56/2886145/korsel-gunakan-ai-untuk-deteksi-kelainan-trakea</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/20/56/2886145/korsel-gunakan-ai-untuk-deteksi-kelainan-trakea</guid><pubDate>Rabu 20 September 2023 07:55 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/20/56/2886145/korsel-gunakan-ai-untuk-deteksi-kelainan-trakea-YaAKSvmUsa.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Penggunaan AI untuk kesehatan (Foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/20/56/2886145/korsel-gunakan-ai-untuk-deteksi-kelainan-trakea-YaAKSvmUsa.jpeg</image><title>Penggunaan AI untuk kesehatan (Foto: Istimewa)</title></images><description>JAKARTA - Penggunaan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan terus meluas. Terbaru Korea Selatan mulai menggunakannya untuk mendeteksi kelainan trakea pada manusia.
Sebagaimana dilansir dari Imaging Technology News, Rabu (20/9/2023) sistem AI yang dikembangkan oleh Lunit telah mengidentifikasi posisi trakea yang tidak tepat pada pasien berusia 80 tahun.

BACA JUGA:
Lestari Van Lorainne, Selebgram AI Pertama Indonesia yang Lagi Viral

Berdasarkan informasi jarak piksel dalam header data DICOM, AI secara otomatis mengukur jarak absolut antara ujung ETT dan trakea carina (jarak tip-to-carina, TCD) sebesar 4,3 cm.
AI juga mengukur jarak antara ujung ETT dan karina sepanjang sumbu vertikal radiograf (perbedaan ujung-ke-karina sumbu y, TCDy) sebesar 4,0 cm, yang menunjukkan bahwa ujung ETT terletak 4,0 cm di atas karina.
Menurut ahli dari departemen radiologi di Rumah Sakit Universitas Nasional Seoul Korea, Eui Jin Hwang, MD, PhD, apa yang kini bisa dilakukan oleh AI adalah mengurangi komplikasi penyakit pada pasien penyakit trakea.

BACA JUGA:
Perbandingan Vivo V29 5G vs Samsung Galaxy A54 5G, Pilih Mana?

&quot;Identifikasi AI otomatis pada posisi ETT yang tidak tepat pada rontgen dada memungkinkan reposisi lebih awal dan dengan demikian mengurangi komplikasi,&amp;rdquo; katanya
Diketahui, untuk memungkinkan AI bisa memiliki kemampuan tersebut para ilmuwan menggunakan ribuan foto rontgen dada ratisan pasien. Pasa akhirnya, sistem AI bisa mengidentifikasi posisi trakea dengan akurasi lebih dari 90%.</description><content:encoded>JAKARTA - Penggunaan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan terus meluas. Terbaru Korea Selatan mulai menggunakannya untuk mendeteksi kelainan trakea pada manusia.
Sebagaimana dilansir dari Imaging Technology News, Rabu (20/9/2023) sistem AI yang dikembangkan oleh Lunit telah mengidentifikasi posisi trakea yang tidak tepat pada pasien berusia 80 tahun.

BACA JUGA:
Lestari Van Lorainne, Selebgram AI Pertama Indonesia yang Lagi Viral

Berdasarkan informasi jarak piksel dalam header data DICOM, AI secara otomatis mengukur jarak absolut antara ujung ETT dan trakea carina (jarak tip-to-carina, TCD) sebesar 4,3 cm.
AI juga mengukur jarak antara ujung ETT dan karina sepanjang sumbu vertikal radiograf (perbedaan ujung-ke-karina sumbu y, TCDy) sebesar 4,0 cm, yang menunjukkan bahwa ujung ETT terletak 4,0 cm di atas karina.
Menurut ahli dari departemen radiologi di Rumah Sakit Universitas Nasional Seoul Korea, Eui Jin Hwang, MD, PhD, apa yang kini bisa dilakukan oleh AI adalah mengurangi komplikasi penyakit pada pasien penyakit trakea.

BACA JUGA:
Perbandingan Vivo V29 5G vs Samsung Galaxy A54 5G, Pilih Mana?

&quot;Identifikasi AI otomatis pada posisi ETT yang tidak tepat pada rontgen dada memungkinkan reposisi lebih awal dan dengan demikian mengurangi komplikasi,&amp;rdquo; katanya
Diketahui, untuk memungkinkan AI bisa memiliki kemampuan tersebut para ilmuwan menggunakan ribuan foto rontgen dada ratisan pasien. Pasa akhirnya, sistem AI bisa mengidentifikasi posisi trakea dengan akurasi lebih dari 90%.</content:encoded></item></channel></rss>
