<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Siap-siap! TikTok akan Luncurkan Label Khusus pada Konten AI</title><description>Dengan fitur tersebut pengguna TikTok bisa mengetahui mana konten yang dibuat menggunakan AI dan mana yang orisinil.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/20/54/2886454/siap-siap-tiktok-akan-luncurkan-label-khusus-pada-konten-ai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/20/54/2886454/siap-siap-tiktok-akan-luncurkan-label-khusus-pada-konten-ai"/><item><title>Siap-siap! TikTok akan Luncurkan Label Khusus pada Konten AI</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/20/54/2886454/siap-siap-tiktok-akan-luncurkan-label-khusus-pada-konten-ai</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/20/54/2886454/siap-siap-tiktok-akan-luncurkan-label-khusus-pada-konten-ai</guid><pubDate>Rabu 20 September 2023 15:16 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/20/54/2886454/siap-siap-tiktok-akan-luncurkan-label-khusus-pada-konten-ai-o8zYxmt4hG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">TikTok (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/20/54/2886454/siap-siap-tiktok-akan-luncurkan-label-khusus-pada-konten-ai-o8zYxmt4hG.jpg</image><title>TikTok (Foto: Reuters)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xOC8xLzE3MDgwMy81L3g4bzVlNzE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
TIKTOK terus melakukan peningkatan fitur di platformnya. Kali ini, perusahaan menghadirkan fitur yang bisa memberi lebel khusus pada konten yang dibuat menggunakan artificial intelligence (AI).
Seperti dikabarkan Okezone Techno sebelumnya, fitur ini sudah dibocorkan oleh pengguna bulan lalu dan baru saja diumumkan oleh TikTok dalam sebuah postingan blog. Dengan fitur tersebut pengguna bisa mengetahui mana konten yang dibuat menggunakan AI dan mana yang orisinil.

BACA JUGA:
20 Arti Kode Angka dalam Bahasa Gaul yang Viral di TikTok

Label AI muncul di bawah nama pengguna di pojok video. Fitur juga mencakup pengingat bahwa konten dapat dihapus secara otomatis jika lebel tidak diberikan dan akan diuji coba ke seluruh pengguna mulai minggu ini, melansir The Verge, Rabu (20/9/2023).
Seperti pada platform lain, materi yang dihasilkan AI telah menyebar dengan cepat di TikTok, baik dari penggunanya maupun perusahaan itu sendiri. Sayangnya banyak di natara konten yang menggunakan AI sengaja dibuat untuk menyebarkan informasi palsu.
Perangkat lunak kloning suara AI misalnya, telah digunakan untuk membuat konten viral seperti lagu Drake palsu yang cukup meyakinkan atau klip Taylor Swift palsu yang memberikan semangat, sehingga ditonton jutaan kali.

BACA JUGA:
Bawaslu Gandeng TikTok untuk Dorong Integritas Pemilu 2024

Pada bulan Maret, TikTok merilis filter wajah bernama Bold Glamour yang lebih mulus dan luar biasa dibandingkan filter wajah sebelumnya, namun menolak mengonfirmasi kepada kami apakah TikTok menggunakan AI untuk menghasilkan efek tersebut.
Sekarang, perusahaan mengatakan akan mengganti nama efek yang menggunakan alat AI untuk memasukkan lebel AI dalam namanya dan akan mengharuskan pembuat efek untuk mengikutinya.
Sebelumnya TikTok juga digandengn oleh Bawaslu untuk memberikan informasi khusus jelang Pemilu 2024. Kerjasama itu bertujuan untuk menyediakan informasi akurat, memantau dan menangani konten disinformasi, serta mempercepat penyebaran informasi terkait Pemilu 2024.Penandatanganan MoU terkait kerja sama tersebut dilakukan, Senin (18/9/2023), kemarin di kantor Bawaslu RI, Jakarta.

BACA JUGA:
Cara Unik TikTok Agar Karyawan Mau Datang ke Kantor Minimal 3 Hari dalam Seminggu&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Kenapa MoU ini sangat penting? MoU ini merupakan salah satu kerja serius terhadap persoalan media sosial. Banyak yang kita hadapi pada tahun 2019 lalu,&quot; ujar Ketua Bawaslu, Rahmat Bagja saat itu.
Nantinya, TikTok akan menyediakan kanal khusus untuk Bawaslu untuk melawan penyebaran hoax dan misinformasi. Kanal itu akan tersedia sepanjang periode Pemilu 2024.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xOC8xLzE3MDgwMy81L3g4bzVlNzE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
TIKTOK terus melakukan peningkatan fitur di platformnya. Kali ini, perusahaan menghadirkan fitur yang bisa memberi lebel khusus pada konten yang dibuat menggunakan artificial intelligence (AI).
Seperti dikabarkan Okezone Techno sebelumnya, fitur ini sudah dibocorkan oleh pengguna bulan lalu dan baru saja diumumkan oleh TikTok dalam sebuah postingan blog. Dengan fitur tersebut pengguna bisa mengetahui mana konten yang dibuat menggunakan AI dan mana yang orisinil.

BACA JUGA:
20 Arti Kode Angka dalam Bahasa Gaul yang Viral di TikTok

Label AI muncul di bawah nama pengguna di pojok video. Fitur juga mencakup pengingat bahwa konten dapat dihapus secara otomatis jika lebel tidak diberikan dan akan diuji coba ke seluruh pengguna mulai minggu ini, melansir The Verge, Rabu (20/9/2023).
Seperti pada platform lain, materi yang dihasilkan AI telah menyebar dengan cepat di TikTok, baik dari penggunanya maupun perusahaan itu sendiri. Sayangnya banyak di natara konten yang menggunakan AI sengaja dibuat untuk menyebarkan informasi palsu.
Perangkat lunak kloning suara AI misalnya, telah digunakan untuk membuat konten viral seperti lagu Drake palsu yang cukup meyakinkan atau klip Taylor Swift palsu yang memberikan semangat, sehingga ditonton jutaan kali.

BACA JUGA:
Bawaslu Gandeng TikTok untuk Dorong Integritas Pemilu 2024

Pada bulan Maret, TikTok merilis filter wajah bernama Bold Glamour yang lebih mulus dan luar biasa dibandingkan filter wajah sebelumnya, namun menolak mengonfirmasi kepada kami apakah TikTok menggunakan AI untuk menghasilkan efek tersebut.
Sekarang, perusahaan mengatakan akan mengganti nama efek yang menggunakan alat AI untuk memasukkan lebel AI dalam namanya dan akan mengharuskan pembuat efek untuk mengikutinya.
Sebelumnya TikTok juga digandengn oleh Bawaslu untuk memberikan informasi khusus jelang Pemilu 2024. Kerjasama itu bertujuan untuk menyediakan informasi akurat, memantau dan menangani konten disinformasi, serta mempercepat penyebaran informasi terkait Pemilu 2024.Penandatanganan MoU terkait kerja sama tersebut dilakukan, Senin (18/9/2023), kemarin di kantor Bawaslu RI, Jakarta.

BACA JUGA:
Cara Unik TikTok Agar Karyawan Mau Datang ke Kantor Minimal 3 Hari dalam Seminggu&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Kenapa MoU ini sangat penting? MoU ini merupakan salah satu kerja serius terhadap persoalan media sosial. Banyak yang kita hadapi pada tahun 2019 lalu,&quot; ujar Ketua Bawaslu, Rahmat Bagja saat itu.
Nantinya, TikTok akan menyediakan kanal khusus untuk Bawaslu untuk melawan penyebaran hoax dan misinformasi. Kanal itu akan tersedia sepanjang periode Pemilu 2024.</content:encoded></item></channel></rss>
