<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cara China Jualan Mobil Listrik Bikin Produsen Eropa Khawatir, Kenapa?</title><description>Industri otomotif China, khususnya di segmen mobil listrik, berkembang sangat pesat.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/20/52/2886302/cara-china-jualan-mobil-listrik-bikin-produsen-eropa-khawatir-kenapa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/20/52/2886302/cara-china-jualan-mobil-listrik-bikin-produsen-eropa-khawatir-kenapa"/><item><title>Cara China Jualan Mobil Listrik Bikin Produsen Eropa Khawatir, Kenapa?</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/20/52/2886302/cara-china-jualan-mobil-listrik-bikin-produsen-eropa-khawatir-kenapa</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/20/52/2886302/cara-china-jualan-mobil-listrik-bikin-produsen-eropa-khawatir-kenapa</guid><pubDate>Rabu 20 September 2023 13:38 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Fadli Ramadan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/20/52/2886302/cara-china-jualan-mobil-listrik-bikin-produsen-eropa-khawatir-kenapa-T13c98gZDu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi mobil listrik. (Doc. Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/20/52/2886302/cara-china-jualan-mobil-listrik-bikin-produsen-eropa-khawatir-kenapa-T13c98gZDu.jpg</image><title>Ilustrasi mobil listrik. (Doc. Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xMC84LzE2OTAyNi81L3g4bjRtOXA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Industri otomotif China, khususnya di segmen mobil listrik, berkembang sangat pesat.
Ini terjadi karena produsen asal Tiongkok itu memasarkan produknya dengan harga yang sangat murah di berbagai negara.
Namun, cara produsen asal China dalam memasarkan mobil listrik mulai membuat geram beberapa pihak. Bahkan, strategi tersebut dianggap dapat merusak pasar dan dapat memberikan dampak negatif.

BACA JUGA:


GIIAS Surabaya 2023 Resmi Berlangsung, Mobil Listrik Curi Perhatian&amp;nbsp;
Melansir Euronews, Rabu (20/9/2023), Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan subsidi yang dilakukan China terhadap mobil listrik harus diinvestigasi.
Menurutnya, ada persaingan tidak sehat yang akan berdampak pada industri manufaktur.
&amp;ldquo;Sektor kendaraan listrik adalah industri penting bagi perekonomian bersih, dengan potensi besar bagi Eropa. Namun pasar global kini dibanjiri mobil listrik Tiongkok yang lebih murah. Dan harganya tetap rendah karena subsidi negara yang besar,&amp;rdquo; kata Von der Leyen dalam pidatonya di Strasbourg.
Von der Leyen juga mengungkapkan bahwa strategi industri otomotif China dalam memasarkan kendaraan listrik mengganggu pasar di Eropa. Mengingat maraknya penjualan berbagai model mobil hingga motor listrik di negara-negara Eropa.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pria Ini Raup Cuan Miliaran Usai Ekspor Replika Mobil Mewah, Dipakai Syuting Film Hollywood

&amp;ldquo;Jadi, saya dapat mengumumkan bahwa Komisi meluncurkan penyelidikan anti-subsidi terhadap kendaraan listrik yang berasal dari Tiongkok. Eropa sangat terbuka dalam persaingan, tapi tidak pertarungan diharga terendah. Kami harus mempertahankan diri terhadap praktik yang tidak adil,&amp;rdquo; ujarnya.Seperti diketahui, produsen asal Eropa masih kesulitan untuk mendapatkan bahan baku dan chip semikonduktor akibat invasi Rusia ke Ukraina. Ini membuat mereka harus menyesuaikan harga jual kendaraan listrik.
Apabila praktek perdagangan yang dilakukan produsen asal China tidak diinvestigasi lebih lanjut, Von der Leyen khawatir industri otomotif asal Eropa alami kebangkrutan. Dia memberi contoh di mana perusahaan-perusahaan kecil di Eropa alami kebangkrutan.

BACA JUGA:
Mobil Listrik Diprediksi Kesulitan Cari Bengkel Non Resmi, Ini Kendalanya

&amp;ldquo;Kita tidak melupakan bagaimana praktik perdagangan Tiongkok yang tidak adil berdampak pada industri tenaga surya kita. Banyak perusahaan perintis yang tersingkir oleh pesaing Tiongkok yang disubsidi secara besar-besaran,&amp;rdquo; ucapnya.
Setelah Ursula von der Leyen memberikan pernyataan tersebut, Kementerian Perdagangan Tiongkok menyebut tindakan tersebut sebagai &amp;ldquo;tindakan proteksionis terbuka&amp;rdquo;. Ia berjanji akan melindungi kepentingan dan hak-hak produsen asal China.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xMC84LzE2OTAyNi81L3g4bjRtOXA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Industri otomotif China, khususnya di segmen mobil listrik, berkembang sangat pesat.
Ini terjadi karena produsen asal Tiongkok itu memasarkan produknya dengan harga yang sangat murah di berbagai negara.
Namun, cara produsen asal China dalam memasarkan mobil listrik mulai membuat geram beberapa pihak. Bahkan, strategi tersebut dianggap dapat merusak pasar dan dapat memberikan dampak negatif.

BACA JUGA:


GIIAS Surabaya 2023 Resmi Berlangsung, Mobil Listrik Curi Perhatian&amp;nbsp;
Melansir Euronews, Rabu (20/9/2023), Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan subsidi yang dilakukan China terhadap mobil listrik harus diinvestigasi.
Menurutnya, ada persaingan tidak sehat yang akan berdampak pada industri manufaktur.
&amp;ldquo;Sektor kendaraan listrik adalah industri penting bagi perekonomian bersih, dengan potensi besar bagi Eropa. Namun pasar global kini dibanjiri mobil listrik Tiongkok yang lebih murah. Dan harganya tetap rendah karena subsidi negara yang besar,&amp;rdquo; kata Von der Leyen dalam pidatonya di Strasbourg.
Von der Leyen juga mengungkapkan bahwa strategi industri otomotif China dalam memasarkan kendaraan listrik mengganggu pasar di Eropa. Mengingat maraknya penjualan berbagai model mobil hingga motor listrik di negara-negara Eropa.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pria Ini Raup Cuan Miliaran Usai Ekspor Replika Mobil Mewah, Dipakai Syuting Film Hollywood

&amp;ldquo;Jadi, saya dapat mengumumkan bahwa Komisi meluncurkan penyelidikan anti-subsidi terhadap kendaraan listrik yang berasal dari Tiongkok. Eropa sangat terbuka dalam persaingan, tapi tidak pertarungan diharga terendah. Kami harus mempertahankan diri terhadap praktik yang tidak adil,&amp;rdquo; ujarnya.Seperti diketahui, produsen asal Eropa masih kesulitan untuk mendapatkan bahan baku dan chip semikonduktor akibat invasi Rusia ke Ukraina. Ini membuat mereka harus menyesuaikan harga jual kendaraan listrik.
Apabila praktek perdagangan yang dilakukan produsen asal China tidak diinvestigasi lebih lanjut, Von der Leyen khawatir industri otomotif asal Eropa alami kebangkrutan. Dia memberi contoh di mana perusahaan-perusahaan kecil di Eropa alami kebangkrutan.

BACA JUGA:
Mobil Listrik Diprediksi Kesulitan Cari Bengkel Non Resmi, Ini Kendalanya

&amp;ldquo;Kita tidak melupakan bagaimana praktik perdagangan Tiongkok yang tidak adil berdampak pada industri tenaga surya kita. Banyak perusahaan perintis yang tersingkir oleh pesaing Tiongkok yang disubsidi secara besar-besaran,&amp;rdquo; ucapnya.
Setelah Ursula von der Leyen memberikan pernyataan tersebut, Kementerian Perdagangan Tiongkok menyebut tindakan tersebut sebagai &amp;ldquo;tindakan proteksionis terbuka&amp;rdquo;. Ia berjanji akan melindungi kepentingan dan hak-hak produsen asal China.</content:encoded></item></channel></rss>
