<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Amerika Serikat Bakal Produksi Baterai Lithium-Ion dengan Logam Daur Ulang</title><description>Sebentar lagi, kita dapat melihat lebih banyak baterai lithium-ion yang dibuat dengan bahan daur ulang.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/19/52/2885836/amerika-serikat-bakal-produksi-baterai-lithium-ion-dengan-logam-daur-ulang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/19/52/2885836/amerika-serikat-bakal-produksi-baterai-lithium-ion-dengan-logam-daur-ulang"/><item><title>Amerika Serikat Bakal Produksi Baterai Lithium-Ion dengan Logam Daur Ulang</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/19/52/2885836/amerika-serikat-bakal-produksi-baterai-lithium-ion-dengan-logam-daur-ulang</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/19/52/2885836/amerika-serikat-bakal-produksi-baterai-lithium-ion-dengan-logam-daur-ulang</guid><pubDate>Selasa 19 September 2023 21:36 WIB</pubDate><dc:creator>Redaksi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/19/52/2885836/amerika-serikat-bakal-produksi-baterai-lithium-ion-dengan-logam-daur-ulang-2ibpWyFNlR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi baterai mobil listrik. (Doc. The Verge)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/19/52/2885836/amerika-serikat-bakal-produksi-baterai-lithium-ion-dengan-logam-daur-ulang-2ibpWyFNlR.jpg</image><title>Ilustrasi baterai mobil listrik. (Doc. The Verge)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xNC82LzE3MDYzOC81L3g4bzJyMWQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Sebentar lagi, kita dapat melihat lebih banyak baterai lithium-ion yang dibuat dengan bahan daur ulang.
Salah satu produsen bahan baterai, BASF, telah mengumumkan kerjasamanya dengan Nanotech Energy, yang dikenal sebagai pembuat produk energi berbasis bahan graphene.

BACA JUGA:
Mobil Listrik Hyundai Ioniq 6 Jalani Uji Tabrak, Ini Hasilnya

Nantinya, kedua perusahaan tersebut akan memproduksi baterai lithium-ion dengan bahan daur ulang untuk konsumen di Amerika Utara.
Dilansir dari The Verge, Selasa (19/9/2023), BASF akan membuat bahan aktif katoda dengan bahan logam daur ulang menggunakan fasilitas yang tersedia di Battle Creek, Michigan.
Sementara itu, Nanotech nantinya menggunakan bahan-bahan tersebut untuk membuat sel baterai lithium-ion.
Selain itu, BASF dan Nanotech Energy juga akan bekerja sama dengan American Battery Technology Company (ABTC) dan TODA Advanced Materials Inc.
ABTC akan bekerja untuk mendaur ulang bahan-bahan yang telah dikumpulkan oleh Nanotech seperti nikel, cobalt, manganese, dan lithium. Setelah itu, TODA akan menggunakan bahan-bahan tersebut untuk membuat prekursor baterai, yang kemudian akan diubah oleh BASF untuk menjadi bahan aktif katoda.
Menurut BASF, membuat baterai dengan logam daur ulang dapat mengurangi jejak CO2 sekitar 25%.

BACA JUGA:
Rekor Dunia, Mobil Listrik Ini Sukses Tempuh Jarak 2.573,79 Kilometer

&amp;ldquo;Kemitraan kami dengan Nanotech, ABTC, dan TODA merupakan langkah penting bagi bisnis daur ulang baterai global,&amp;rdquo; ujar Daniel Sch&amp;ouml;nfelder, Wakil Presiden Logam Dasar dan Daur Ulang Baterai BASF.
&amp;ldquo;Sekarang, kami sedang membangung sistem loop tertutup pertama di Amerika Utara. Hal ini memungkinkan BASF dan Nanotech untuk memproduksi baterai lithium-ion dengan bahan daur ulang lokal,&amp;rdquo; tambahnya.Baterai lithium-ion biasanya ditemukan pada perangkat seperti ponsel, tablet, laptop, dan teknologi lainnya.
Tetapi, beberapa baterai terbesar telah digunakan dalam kendaraan listrik. Baterai besar dan kuat ini tidak hanya membutuhkan lebih banyak mineral, melainkan juga dapat menciptakan masalah limbah elektronik skala besar ketika dibuang.
Oleh karena itu, penting untuk menciptakan program daur ulang limbah tersebut agar tidak terjadi masalah berkelanjutan.

Alvitho Devano</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xNC82LzE3MDYzOC81L3g4bzJyMWQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Sebentar lagi, kita dapat melihat lebih banyak baterai lithium-ion yang dibuat dengan bahan daur ulang.
Salah satu produsen bahan baterai, BASF, telah mengumumkan kerjasamanya dengan Nanotech Energy, yang dikenal sebagai pembuat produk energi berbasis bahan graphene.

BACA JUGA:
Mobil Listrik Hyundai Ioniq 6 Jalani Uji Tabrak, Ini Hasilnya

Nantinya, kedua perusahaan tersebut akan memproduksi baterai lithium-ion dengan bahan daur ulang untuk konsumen di Amerika Utara.
Dilansir dari The Verge, Selasa (19/9/2023), BASF akan membuat bahan aktif katoda dengan bahan logam daur ulang menggunakan fasilitas yang tersedia di Battle Creek, Michigan.
Sementara itu, Nanotech nantinya menggunakan bahan-bahan tersebut untuk membuat sel baterai lithium-ion.
Selain itu, BASF dan Nanotech Energy juga akan bekerja sama dengan American Battery Technology Company (ABTC) dan TODA Advanced Materials Inc.
ABTC akan bekerja untuk mendaur ulang bahan-bahan yang telah dikumpulkan oleh Nanotech seperti nikel, cobalt, manganese, dan lithium. Setelah itu, TODA akan menggunakan bahan-bahan tersebut untuk membuat prekursor baterai, yang kemudian akan diubah oleh BASF untuk menjadi bahan aktif katoda.
Menurut BASF, membuat baterai dengan logam daur ulang dapat mengurangi jejak CO2 sekitar 25%.

BACA JUGA:
Rekor Dunia, Mobil Listrik Ini Sukses Tempuh Jarak 2.573,79 Kilometer

&amp;ldquo;Kemitraan kami dengan Nanotech, ABTC, dan TODA merupakan langkah penting bagi bisnis daur ulang baterai global,&amp;rdquo; ujar Daniel Sch&amp;ouml;nfelder, Wakil Presiden Logam Dasar dan Daur Ulang Baterai BASF.
&amp;ldquo;Sekarang, kami sedang membangung sistem loop tertutup pertama di Amerika Utara. Hal ini memungkinkan BASF dan Nanotech untuk memproduksi baterai lithium-ion dengan bahan daur ulang lokal,&amp;rdquo; tambahnya.Baterai lithium-ion biasanya ditemukan pada perangkat seperti ponsel, tablet, laptop, dan teknologi lainnya.
Tetapi, beberapa baterai terbesar telah digunakan dalam kendaraan listrik. Baterai besar dan kuat ini tidak hanya membutuhkan lebih banyak mineral, melainkan juga dapat menciptakan masalah limbah elektronik skala besar ketika dibuang.
Oleh karena itu, penting untuk menciptakan program daur ulang limbah tersebut agar tidak terjadi masalah berkelanjutan.

Alvitho Devano</content:encoded></item></channel></rss>
