<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Heboh Alien di Meksiko, Ahli: Itu Jasad Manusia yang Dimanipulasi</title><description>Penemuan dua jasad yang diduga Alien di Meksiko mendapatkan pro-kontra. Bahkan sejumlah alhi menyebut jasad terseut adalah jasad manusia.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/18/56/2884933/heboh-alien-di-meksiko-ahli-itu-jasad-manusia-yang-dimanipulasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/18/56/2884933/heboh-alien-di-meksiko-ahli-itu-jasad-manusia-yang-dimanipulasi"/><item><title>Heboh Alien di Meksiko, Ahli: Itu Jasad Manusia yang Dimanipulasi</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/18/56/2884933/heboh-alien-di-meksiko-ahli-itu-jasad-manusia-yang-dimanipulasi</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/18/56/2884933/heboh-alien-di-meksiko-ahli-itu-jasad-manusia-yang-dimanipulasi</guid><pubDate>Senin 18 September 2023 13:45 WIB</pubDate><dc:creator>Redaksi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/18/56/2884933/heboh-alien-di-meksiko-ahli-itu-jasad-manusia-yang-dimanipulasi-0GyFg1XVju.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jasad diduga Alien menggegerkan dunia maya (Foto: Reuters) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/18/56/2884933/heboh-alien-di-meksiko-ahli-itu-jasad-manusia-yang-dimanipulasi-0GyFg1XVju.jpg</image><title>Jasad diduga Alien menggegerkan dunia maya (Foto: Reuters) </title></images><description>


MEXICO CITY - Klaim penemuan jasad mirip alien dalam sidang Kongres Meksiko pada 12 September lalu telah menuai berbagai pendapat dari kalangan ahli. Alih-alih menyetujui klaim jasad &amp;ldquo;bukan manusia&amp;rdquo; ini, para ahli secara bersamaan masih meragukan penemuan tersebut dengan berbagai kemungkinan manipulasi terhadap tubuh manusia.
Dilansir dari Live Science, dalam sidang yang diadakan oleh Kongres Meksiko pada Selasa (12/9/2023) tersebut, klaim berasal dari tim yang terdiri dari jurnalis Meksiko, Jaime Maussan dan dokter medis militer, Jos&amp;eacute; de Jes&amp;uacute;s Zalce Ben&amp;iacute;tez.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

NASA Rilis Laporan Penyelidikan Keberadaan Alien, Berikut Fakta-faktanya

Jasad itu selanjutnya dipresentasikan dengan menampilkan dua jasad yang dimaksud telah diletakkan dalam dua buah kotak selayaknya peti mati. Dua jasad tersebut memiliki ciri-ciri yang sama di antaranya tinggi tidak lebih dari 3,3 kaki (1 meter), kepala besar, tubuh kurus berwarna keabu-abuan, serta hanya memiliki 3 jari pada masing-masing tangan.
Lebih lanjut, tim yang beranggotakan seorang jurnalis dan dokter tersebut menyatakan bahwa hasil tes DNA menunjukkan dua jasad tersebut memiliki perut yang menyimpan telur untuk bereproduksi. Selain itu, mereka juga mengatakan dua jasad  tersebut berasal dari Peru dengan hasil tes penanggalan radiokarbon yang menunjukkan jasad berasal dari 1.000 tahun yang lalu.
Tanggapan Para Ahli
Terkait klaim di atas, beberapa ahli secara bersamaan meragukan dua jasad tersebut sebagai alien. Hal ini sejalan dengan klaim-klaim seperti tes DNA yang hasilnya belum dipublikasikan untuk diteliti lebih lanjut oleh para ahli.
Direktur penguatan penelitian di Metropolitan Autonomous University (UAD), Rafael Bojalil Parra bahkan menyatakan klaim tersebut sebagai omong kosong.

BACA JUGA:
Ilmuwan NASA Kecam Soal Mumi Alien di Meksiko: Harus Ada Data!

&amp;ldquo;Bahwa Kongres kita memberikan sebuah forum kepada orang yang memproklamirkan diri sebagai ahli UFO adalah cerminan dari suasana anti-ilmiah yang ada di negara kita saat ini,&amp;rdquo; kata Rafael melalui email sebagaimana dikutip dari Live Science.
Tanggapan lain muncul dari Asisten profesor antropologi yang telah banyak menulis tentang pseudoarkeologi di Radford University di Virginia, David Anderson. Dia justru mempertanyakan sistem penanggalan radiokarbon yang diterapkan pada dua jasad tersebut. Hal ini mengingat penanggalan radiokarbon didasarkan pada atom karbon 14 yang tercipta ketika radiasi matahari menghantam atmosfer bagian atas bumi.
&amp;ldquo;Untuk mengetahui tanggal radiokarbon makhluk luar angkasa, kita harus mengetahui berapa tingkat produksi 14-C di planet asal mereka, bukan di planet kita,&amp;rdquo; kata David dalam keterangannya.Tidak sampai di situ, beberapa ahli lain menyinggung pengulangan klaim dari pihak yang sama sebelumnya telah dibantah secara ilmiah. Sebagai informasi, klaim serupa sudah pernah ada sebelumnya di tahun 2017. Di mana, lebih banyak tes menunjukkan bahwa jasad tersebut adalah jasad manusia yang sengaja dimanipulasi agar tampak asing.
Ketua antropologi Western University di Ontario, Andrew Nelson menegaskan bahwa jasad-jasad tersebut telah dibantah secara anatomi.

BACA JUGA:
NASA Ubah Istilah UFO Jadi UAP, Apa Bedanya?

&amp;ldquo;Beberapa jenazah adalah mumi manusia yang dimanipulasi agar tampak asing,&amp;rdquo; kata Nelson.
Manipulasi tersebut juga dibahas oleh ahli paleontologi vertebrata, Rodolfo Salas-Gismondi yang menyinggung adanya mutilasi jari dan pemotongan jaringan kulit.
&amp;ldquo;Kaki akan mengalami mutilasi pada jari I dan V, selain pemotongan kulit dan jaringan lunak kaki di belakang jari kaki, sehingga menghasilkan kaki dengan jari kaki yang sangat panjang,&amp;rdquo; kata Rodolfo dalam analisisnya di tahun 2017 lalu.&amp;nbsp;

BACA JUGA:
Viral Penampakan Meteor di Langit Jawa, Ini Kata Pakar

Sementara itu, ilmuwan lain justru menyinggung pertanggungjawaban klaim jasad alien tersebut. Jika jasad yang diklaim &amp;lsquo;alien&amp;rsquo; itu terbukti sebagai jasad manusia, maka pihak yang terlibat dalam klaim tersebut harus menghadapi konsekuensi hukum.
&amp;ldquo;Mereka harus ditangkap dan diadili atas dasar hukum apa pun yang mungkin berlaku karena mengeksploitasi atau menodai jenazah manusia,&amp;rdquo; kata seorang profesor arkeologi di Central Connecticut State University, Ken Feder. (Chasna Alifia Sya'bana)</description><content:encoded>


MEXICO CITY - Klaim penemuan jasad mirip alien dalam sidang Kongres Meksiko pada 12 September lalu telah menuai berbagai pendapat dari kalangan ahli. Alih-alih menyetujui klaim jasad &amp;ldquo;bukan manusia&amp;rdquo; ini, para ahli secara bersamaan masih meragukan penemuan tersebut dengan berbagai kemungkinan manipulasi terhadap tubuh manusia.
Dilansir dari Live Science, dalam sidang yang diadakan oleh Kongres Meksiko pada Selasa (12/9/2023) tersebut, klaim berasal dari tim yang terdiri dari jurnalis Meksiko, Jaime Maussan dan dokter medis militer, Jos&amp;eacute; de Jes&amp;uacute;s Zalce Ben&amp;iacute;tez.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

NASA Rilis Laporan Penyelidikan Keberadaan Alien, Berikut Fakta-faktanya

Jasad itu selanjutnya dipresentasikan dengan menampilkan dua jasad yang dimaksud telah diletakkan dalam dua buah kotak selayaknya peti mati. Dua jasad tersebut memiliki ciri-ciri yang sama di antaranya tinggi tidak lebih dari 3,3 kaki (1 meter), kepala besar, tubuh kurus berwarna keabu-abuan, serta hanya memiliki 3 jari pada masing-masing tangan.
Lebih lanjut, tim yang beranggotakan seorang jurnalis dan dokter tersebut menyatakan bahwa hasil tes DNA menunjukkan dua jasad tersebut memiliki perut yang menyimpan telur untuk bereproduksi. Selain itu, mereka juga mengatakan dua jasad  tersebut berasal dari Peru dengan hasil tes penanggalan radiokarbon yang menunjukkan jasad berasal dari 1.000 tahun yang lalu.
Tanggapan Para Ahli
Terkait klaim di atas, beberapa ahli secara bersamaan meragukan dua jasad tersebut sebagai alien. Hal ini sejalan dengan klaim-klaim seperti tes DNA yang hasilnya belum dipublikasikan untuk diteliti lebih lanjut oleh para ahli.
Direktur penguatan penelitian di Metropolitan Autonomous University (UAD), Rafael Bojalil Parra bahkan menyatakan klaim tersebut sebagai omong kosong.

BACA JUGA:
Ilmuwan NASA Kecam Soal Mumi Alien di Meksiko: Harus Ada Data!

&amp;ldquo;Bahwa Kongres kita memberikan sebuah forum kepada orang yang memproklamirkan diri sebagai ahli UFO adalah cerminan dari suasana anti-ilmiah yang ada di negara kita saat ini,&amp;rdquo; kata Rafael melalui email sebagaimana dikutip dari Live Science.
Tanggapan lain muncul dari Asisten profesor antropologi yang telah banyak menulis tentang pseudoarkeologi di Radford University di Virginia, David Anderson. Dia justru mempertanyakan sistem penanggalan radiokarbon yang diterapkan pada dua jasad tersebut. Hal ini mengingat penanggalan radiokarbon didasarkan pada atom karbon 14 yang tercipta ketika radiasi matahari menghantam atmosfer bagian atas bumi.
&amp;ldquo;Untuk mengetahui tanggal radiokarbon makhluk luar angkasa, kita harus mengetahui berapa tingkat produksi 14-C di planet asal mereka, bukan di planet kita,&amp;rdquo; kata David dalam keterangannya.Tidak sampai di situ, beberapa ahli lain menyinggung pengulangan klaim dari pihak yang sama sebelumnya telah dibantah secara ilmiah. Sebagai informasi, klaim serupa sudah pernah ada sebelumnya di tahun 2017. Di mana, lebih banyak tes menunjukkan bahwa jasad tersebut adalah jasad manusia yang sengaja dimanipulasi agar tampak asing.
Ketua antropologi Western University di Ontario, Andrew Nelson menegaskan bahwa jasad-jasad tersebut telah dibantah secara anatomi.

BACA JUGA:
NASA Ubah Istilah UFO Jadi UAP, Apa Bedanya?

&amp;ldquo;Beberapa jenazah adalah mumi manusia yang dimanipulasi agar tampak asing,&amp;rdquo; kata Nelson.
Manipulasi tersebut juga dibahas oleh ahli paleontologi vertebrata, Rodolfo Salas-Gismondi yang menyinggung adanya mutilasi jari dan pemotongan jaringan kulit.
&amp;ldquo;Kaki akan mengalami mutilasi pada jari I dan V, selain pemotongan kulit dan jaringan lunak kaki di belakang jari kaki, sehingga menghasilkan kaki dengan jari kaki yang sangat panjang,&amp;rdquo; kata Rodolfo dalam analisisnya di tahun 2017 lalu.&amp;nbsp;

BACA JUGA:
Viral Penampakan Meteor di Langit Jawa, Ini Kata Pakar

Sementara itu, ilmuwan lain justru menyinggung pertanggungjawaban klaim jasad alien tersebut. Jika jasad yang diklaim &amp;lsquo;alien&amp;rsquo; itu terbukti sebagai jasad manusia, maka pihak yang terlibat dalam klaim tersebut harus menghadapi konsekuensi hukum.
&amp;ldquo;Mereka harus ditangkap dan diadili atas dasar hukum apa pun yang mungkin berlaku karena mengeksploitasi atau menodai jenazah manusia,&amp;rdquo; kata seorang profesor arkeologi di Central Connecticut State University, Ken Feder. (Chasna Alifia Sya'bana)</content:encoded></item></channel></rss>
