<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Konversi Motor Listrik Kini Bisa Kredit, Cicilannya Rp300 Ribuan per Bulan</title><description>&quot;Kalau dibagi, ketemunya [biaya konversi] di angka Rp320 ribu,&amp;rdquo; kata Tenaga Ahli Kementerian ESDM beberapa waktu lalu.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/18/53/2884792/konversi-motor-listrik-kini-bisa-kredit-cicilannya-rp300-ribuan-per-bulan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/18/53/2884792/konversi-motor-listrik-kini-bisa-kredit-cicilannya-rp300-ribuan-per-bulan"/><item><title>Konversi Motor Listrik Kini Bisa Kredit, Cicilannya Rp300 Ribuan per Bulan</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/18/53/2884792/konversi-motor-listrik-kini-bisa-kredit-cicilannya-rp300-ribuan-per-bulan</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/18/53/2884792/konversi-motor-listrik-kini-bisa-kredit-cicilannya-rp300-ribuan-per-bulan</guid><pubDate>Senin 18 September 2023 09:48 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Fadli Ramadan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/18/53/2884792/konversi-motor-listrik-kini-bisa-kredit-cicilannya-rp300-ribuan-per-bulan-COaMxs3D0o.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Konversi motor listrik (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/18/53/2884792/konversi-motor-listrik-kini-bisa-kredit-cicilannya-rp300-ribuan-per-bulan-COaMxs3D0o.jpeg</image><title>Konversi motor listrik (Foto: Antara)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xNy8xLzE3MDc2Ni81L3g4bzR2Ymw=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah berupaya meningkatkan penggunaan motor listrik, salah satunya dengan konversi. Oleh sebab itu, program ini masuk dalam bantuan berupa subsidi Rp7 juta tanpa syarat apa pun.
Meski mendapat subsidi Rp7 juta, biaya yang perlu dikeluarkan oleh masyarakat untuk melakukan konversi masih cukup tinggi. Pasalnya, untuk melakukan konversi motor bensin ke listrik dibutuhkan biaya kisaran Rp15-17 juta.

BACA JUGA:
Pemerintah Godok Regulasi Motor Konversi, Gunakan Sistem Sewa Baterai

Tenaga Ahli Kementerian ESDM Bidang Kelistrikan, Sripeni Inten Cahyani, mengatakan saat ini pihaknya sudah menggandeng leasing atau jasa pembiayaan. Hal ini akan mempermudah masyarakat untuk melakukan konversi.
&amp;ldquo;Sudah ada cicilannya, dibawa pergi ke leasing dan bank. Tapi kalau pakai kartu kredit, bisa nol persen (bunganya). Kalau dibagi, ketemunya di angka Rp320 ribu,&amp;rdquo; kata Sripeni Inten kepada wartawan di Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.
Namun, saat ini Kementerian ESDM bersama beberapa pelaku bengkel konversi berencana untuk menerapkan sistem sewa baterai. Nantinya, dengan bantuan subsidi Rp7 juta, maka konversi motor bisa gratis.

BACA JUGA:
Penjualan Motor Listrik Seret, Standarisasi Baterai Menghambat?

&amp;ldquo;Tidak menghilangkan baterai tanam. Supaya lebih luas. Supaya (seperti) kurir, ojol yang&amp;nbsp;heavy user&amp;nbsp;100 km, dan dengan tukar baterai jadi kan nggak tidak nambah uang, hanya sewa bulanan, jadi nggak nambah modal,&amp;rdquo; ujar Inten.
&amp;ldquo;Hampir sama (biaya) sewa&amp;nbsp;battery swap&amp;nbsp;bulanan dengan&amp;nbsp;charge. Terima jalan, pokoknya bawa motor bensin ke sini (bengkel konversi), keluar motor listrik. Tapi masih tunggu (aturannya berlaku),&amp;rdquo; sambungnya.Sekadar informasi, saat ini konponen yang masih diimpor adalah baterai dan motor penggerak atau controller. Sehingga biaya konversi motor menjadi sangat tinggi yang membuat orang-orang enggan untuk memanfaatkan program ini.

BACA JUGA:
Pabrik Baterai Mobil Listrik di Karawang Siap Produksi 30 Juta Baterai Sel di 2024

&amp;ldquo;Kalau pakai baterai tanam paling murah Rp15 juta. BRT paling murah Rp15 juta, itu pakai baterai yang sudah dimiliki (sendiri). Kalau dikurangi Rp 7 juta, tinggal Rp8 juta, malah (bisa) nol jadinya (lewat skema baterai sewa),&amp;rdquo; kata pemilik bengkel BRT (Bintang Racing Team), Tomy Huang.&amp;nbsp;
Untuk saat ini, BRT sendiri bekerja sama dengan OICA dan IBC untuk pengadaan baterai yang digunakan pada motor konversi mereka. OICA sendiri merupakan salah satu pemain battery swap atau sistem tukar baterai yang terbukti lebih efektif untuk mobilitas harian.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xNy8xLzE3MDc2Ni81L3g4bzR2Ymw=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah berupaya meningkatkan penggunaan motor listrik, salah satunya dengan konversi. Oleh sebab itu, program ini masuk dalam bantuan berupa subsidi Rp7 juta tanpa syarat apa pun.
Meski mendapat subsidi Rp7 juta, biaya yang perlu dikeluarkan oleh masyarakat untuk melakukan konversi masih cukup tinggi. Pasalnya, untuk melakukan konversi motor bensin ke listrik dibutuhkan biaya kisaran Rp15-17 juta.

BACA JUGA:
Pemerintah Godok Regulasi Motor Konversi, Gunakan Sistem Sewa Baterai

Tenaga Ahli Kementerian ESDM Bidang Kelistrikan, Sripeni Inten Cahyani, mengatakan saat ini pihaknya sudah menggandeng leasing atau jasa pembiayaan. Hal ini akan mempermudah masyarakat untuk melakukan konversi.
&amp;ldquo;Sudah ada cicilannya, dibawa pergi ke leasing dan bank. Tapi kalau pakai kartu kredit, bisa nol persen (bunganya). Kalau dibagi, ketemunya di angka Rp320 ribu,&amp;rdquo; kata Sripeni Inten kepada wartawan di Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.
Namun, saat ini Kementerian ESDM bersama beberapa pelaku bengkel konversi berencana untuk menerapkan sistem sewa baterai. Nantinya, dengan bantuan subsidi Rp7 juta, maka konversi motor bisa gratis.

BACA JUGA:
Penjualan Motor Listrik Seret, Standarisasi Baterai Menghambat?

&amp;ldquo;Tidak menghilangkan baterai tanam. Supaya lebih luas. Supaya (seperti) kurir, ojol yang&amp;nbsp;heavy user&amp;nbsp;100 km, dan dengan tukar baterai jadi kan nggak tidak nambah uang, hanya sewa bulanan, jadi nggak nambah modal,&amp;rdquo; ujar Inten.
&amp;ldquo;Hampir sama (biaya) sewa&amp;nbsp;battery swap&amp;nbsp;bulanan dengan&amp;nbsp;charge. Terima jalan, pokoknya bawa motor bensin ke sini (bengkel konversi), keluar motor listrik. Tapi masih tunggu (aturannya berlaku),&amp;rdquo; sambungnya.Sekadar informasi, saat ini konponen yang masih diimpor adalah baterai dan motor penggerak atau controller. Sehingga biaya konversi motor menjadi sangat tinggi yang membuat orang-orang enggan untuk memanfaatkan program ini.

BACA JUGA:
Pabrik Baterai Mobil Listrik di Karawang Siap Produksi 30 Juta Baterai Sel di 2024

&amp;ldquo;Kalau pakai baterai tanam paling murah Rp15 juta. BRT paling murah Rp15 juta, itu pakai baterai yang sudah dimiliki (sendiri). Kalau dikurangi Rp 7 juta, tinggal Rp8 juta, malah (bisa) nol jadinya (lewat skema baterai sewa),&amp;rdquo; kata pemilik bengkel BRT (Bintang Racing Team), Tomy Huang.&amp;nbsp;
Untuk saat ini, BRT sendiri bekerja sama dengan OICA dan IBC untuk pengadaan baterai yang digunakan pada motor konversi mereka. OICA sendiri merupakan salah satu pemain battery swap atau sistem tukar baterai yang terbukti lebih efektif untuk mobilitas harian.</content:encoded></item></channel></rss>
