<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ngeri, Elon Musk Nyaris Celaka saat Coba Teknologi Otonom Tesla</title><description>CEO Tesla Elon Musk ternyata pernah nyaris celaka saat mencoba teknologi otonom Tesla, Full Self Driving (FSD). Bagaimana cerita lengkapnya?</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/18/52/2884738/ngeri-elon-musk-nyaris-celaka-saat-coba-teknologi-otonom-tesla</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/18/52/2884738/ngeri-elon-musk-nyaris-celaka-saat-coba-teknologi-otonom-tesla"/><item><title>Ngeri, Elon Musk Nyaris Celaka saat Coba Teknologi Otonom Tesla</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/18/52/2884738/ngeri-elon-musk-nyaris-celaka-saat-coba-teknologi-otonom-tesla</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/18/52/2884738/ngeri-elon-musk-nyaris-celaka-saat-coba-teknologi-otonom-tesla</guid><pubDate>Senin 18 September 2023 07:55 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyu Sibarani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/18/52/2884738/ngeri-elon-musk-nyaris-celaka-saat-coba-teknologi-otonom-tesla-Zql5CQsJoM.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">CEO Tesla, Elon Musk (Foto: Istmewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/18/52/2884738/ngeri-elon-musk-nyaris-celaka-saat-coba-teknologi-otonom-tesla-Zql5CQsJoM.jpeg</image><title>CEO Tesla, Elon Musk (Foto: Istmewa)</title></images><description>CEO Tesla, Elon Musk ternyata nyaris celaka saat mencoba teknologi otonom Tesla, Full Self Driving (FSD) bernama Autopilot. Hal itu terungkap dalam buku biografi Elon Musk yang ditulis Walter Isaacson yang dikutip oleh Futurism, Senin (18/9/2023).
Dalam buku itu disebutkan Elon Musk selalu terlibat langsung dalam percobaan teknologi terbaru yang akan diterapkan di mobil-mobil listrik Tesla. Termasuk teknologi otonom Autopilot.

BACA JUGA:
Elon Musk Disebut Tak Dapat Izin Sebar Foto Cosplay Amber Heard

Saat mencoba teknologi baru itu Elon Musk justru nyaris mengalami tabrakan.
&quot;Di sebuah tikungan antar kota 405, teknologi Autopilot tiba-tiba salah membaca jalan karena marka yang memudar. Mobil membelok ke arah berlawan dan hampir menabrak kendaraan dari arah berlawanan,&quot; tulis Walter Isaacson dalam buku tersebut.
Waktu itu Elon Musk langsung marah besar. Dia langsung datang ke kantor Tesla dan mulai mengusir para insinyur yang dianggap gagal membuat teknologi otonom yang aman buat pengemudi.
&quot;Bikin sesuatu yang benar,&quot; marah Elon Musk dikutip dari buku biografi berjudul Elon Musk itu.

BACA JUGA:
Sejarah Tesla, Ternyata Pendirinya Bukan Elon Musk

Menurut Walter Isaacson, bagi yang pernah bekerja sama dengan Elon Musk tentu sangat tahu bagaimana sikapnya di perusahaan. Dia dikenal sebagai pribadi yang kuat dan frontal setiap kali bekerja.
Jadi marah-marah soal pekerjaan bukan hal yang asing buat karyawan Tesla. Hanya saja menurut Futurism saat itu kesalahan yang dilakukan Autopilot terjadi karena keinginan Elon Musk yang tidak sesuai dengan saran para insinyur Tesla.Saat Autopilot dibuat Elon Musk ingin mengandalkan teknologi sensor di Tesla. Sebaliknya para insiyur Tesla justru ingin agar Autopilot terbentuk drengan mengendalkan teknologi deteksi cahaya dan jangkauan, atau LiDAR.
LiDAR pada dasarnya adalah radar yang menggunakan cahaya. Pesaing Tesla, termasuk Google Waymo, telah lama memanfaatkannya untuk membantu mobil otonom mereka &quot;melihat&amp;rdquo; kondisi jalan.

BACA JUGA:
Elon Musk Hambat Pengguna X Buka Tautan Platform Kompetitor

Hanya saja Elon Musk enggan untuk menggunakan LiDAR karena beberapa pertimbbangan yang salah satunya adalah masalah biaya. LiDAR jauh lebih mahal ketimbang sensor dan akan berpengaruh pada harga mobil listrik Tesla.&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Ada kesenjangan antara tujuan Elon Musk dan kemungkinannya,&amp;rdquo; kata wakil presiden senior Tesla Andrew Baglino kepada Isaacson. &quot;Dia hanya tidak menyadari tantangannya,&quot; tambah Andrew Baglino.&amp;nbsp;
Hanya saja Elon Musk justru tetap ngotot bahwa sensor adalah hal yang paling masuk akal. Dia bahkan menyamakan sensor itu seperti mata manusia. Menurutnya mobil bisa dikemudikan karena manusia memiliki dua mata.&amp;nbsp;

BACA JUGA:
Berapa Harga dan Pajak Mobil Tesla di Indonesia? Cek di Sini

&quot;Jelas bahwa menurutnya kami pada akhirnya harus dapat mengandalkan penglihatan kamera saja,&amp;rdquo; kenang seorang insinyur muda yang bergabung pada tahun 2014, seperti dikutip dalam biografi tersebut.&amp;nbsp;
Hingga kini teknologi Autopilot di mobil-mobil listrik Tesla memang mengandalkan kamera dan sensor. Hanya saja untuk mendapatkan tingkat keamanan yang sangat baik, jumlah sensor dan kamera yang digunakan sangat banyak.</description><content:encoded>CEO Tesla, Elon Musk ternyata nyaris celaka saat mencoba teknologi otonom Tesla, Full Self Driving (FSD) bernama Autopilot. Hal itu terungkap dalam buku biografi Elon Musk yang ditulis Walter Isaacson yang dikutip oleh Futurism, Senin (18/9/2023).
Dalam buku itu disebutkan Elon Musk selalu terlibat langsung dalam percobaan teknologi terbaru yang akan diterapkan di mobil-mobil listrik Tesla. Termasuk teknologi otonom Autopilot.

BACA JUGA:
Elon Musk Disebut Tak Dapat Izin Sebar Foto Cosplay Amber Heard

Saat mencoba teknologi baru itu Elon Musk justru nyaris mengalami tabrakan.
&quot;Di sebuah tikungan antar kota 405, teknologi Autopilot tiba-tiba salah membaca jalan karena marka yang memudar. Mobil membelok ke arah berlawan dan hampir menabrak kendaraan dari arah berlawanan,&quot; tulis Walter Isaacson dalam buku tersebut.
Waktu itu Elon Musk langsung marah besar. Dia langsung datang ke kantor Tesla dan mulai mengusir para insinyur yang dianggap gagal membuat teknologi otonom yang aman buat pengemudi.
&quot;Bikin sesuatu yang benar,&quot; marah Elon Musk dikutip dari buku biografi berjudul Elon Musk itu.

BACA JUGA:
Sejarah Tesla, Ternyata Pendirinya Bukan Elon Musk

Menurut Walter Isaacson, bagi yang pernah bekerja sama dengan Elon Musk tentu sangat tahu bagaimana sikapnya di perusahaan. Dia dikenal sebagai pribadi yang kuat dan frontal setiap kali bekerja.
Jadi marah-marah soal pekerjaan bukan hal yang asing buat karyawan Tesla. Hanya saja menurut Futurism saat itu kesalahan yang dilakukan Autopilot terjadi karena keinginan Elon Musk yang tidak sesuai dengan saran para insinyur Tesla.Saat Autopilot dibuat Elon Musk ingin mengandalkan teknologi sensor di Tesla. Sebaliknya para insiyur Tesla justru ingin agar Autopilot terbentuk drengan mengendalkan teknologi deteksi cahaya dan jangkauan, atau LiDAR.
LiDAR pada dasarnya adalah radar yang menggunakan cahaya. Pesaing Tesla, termasuk Google Waymo, telah lama memanfaatkannya untuk membantu mobil otonom mereka &quot;melihat&amp;rdquo; kondisi jalan.

BACA JUGA:
Elon Musk Hambat Pengguna X Buka Tautan Platform Kompetitor

Hanya saja Elon Musk enggan untuk menggunakan LiDAR karena beberapa pertimbbangan yang salah satunya adalah masalah biaya. LiDAR jauh lebih mahal ketimbang sensor dan akan berpengaruh pada harga mobil listrik Tesla.&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Ada kesenjangan antara tujuan Elon Musk dan kemungkinannya,&amp;rdquo; kata wakil presiden senior Tesla Andrew Baglino kepada Isaacson. &quot;Dia hanya tidak menyadari tantangannya,&quot; tambah Andrew Baglino.&amp;nbsp;
Hanya saja Elon Musk justru tetap ngotot bahwa sensor adalah hal yang paling masuk akal. Dia bahkan menyamakan sensor itu seperti mata manusia. Menurutnya mobil bisa dikemudikan karena manusia memiliki dua mata.&amp;nbsp;

BACA JUGA:
Berapa Harga dan Pajak Mobil Tesla di Indonesia? Cek di Sini

&quot;Jelas bahwa menurutnya kami pada akhirnya harus dapat mengandalkan penglihatan kamera saja,&amp;rdquo; kenang seorang insinyur muda yang bergabung pada tahun 2014, seperti dikutip dalam biografi tersebut.&amp;nbsp;
Hingga kini teknologi Autopilot di mobil-mobil listrik Tesla memang mengandalkan kamera dan sensor. Hanya saja untuk mendapatkan tingkat keamanan yang sangat baik, jumlah sensor dan kamera yang digunakan sangat banyak.</content:encoded></item></channel></rss>
