<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Koleksi Unik Museum Nasional Indonesia, Ada Teropong Bintang Sextant</title><description>Dikutip dari situs resmi, museum nasional menyimpan 190.000an benda-benda bernilai sejarah yang terdiri dari 7 jenis koleksi</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/16/56/2884256/koleksi-unik-museum-nasional-indonesia-ada-teropong-bintang-sextant</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/16/56/2884256/koleksi-unik-museum-nasional-indonesia-ada-teropong-bintang-sextant"/><item><title>Koleksi Unik Museum Nasional Indonesia, Ada Teropong Bintang Sextant</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/16/56/2884256/koleksi-unik-museum-nasional-indonesia-ada-teropong-bintang-sextant</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/16/56/2884256/koleksi-unik-museum-nasional-indonesia-ada-teropong-bintang-sextant</guid><pubDate>Sabtu 16 September 2023 22:25 WIB</pubDate><dc:creator>Maruf El Rumi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/16/56/2884256/koleksi-unik-museum-nasional-indonesia-ada-teropong-bintang-sextant-B7XzSrmWk9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sextant menjadi salah satu koleksi unik museum nasional Indonesia. (Foto: Museum Nasional) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/16/56/2884256/koleksi-unik-museum-nasional-indonesia-ada-teropong-bintang-sextant-B7XzSrmWk9.jpg</image><title>Sextant menjadi salah satu koleksi unik museum nasional Indonesia. (Foto: Museum Nasional) </title></images><description>KEBAKARAN melanda Museum Nasional Indonesia di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Saat ini, petugas pemadam kebakaran masih melakukan upaya pemadaman yang terjadi pada Sabtu (16/9/2023) sekitar pukul 20.00 WIB.
Menuut keterangan tertulis Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, kebakaran terjadi di objek museum Gajah Gedung A. Jenis bangunan Menengah. Belum ada keterangan resmi terkait penyebab kebakaran tersebut.
Saat ini tengah ditangani petugas Sudin Gulkarmat Jakarta Pusat dengan mengerahkan 13 mobil pemadam kebakaran. Kapolsek Gambir, Kompol Mugia Yarry menjelaskan pihak kepolisian masih mencari tahu penyebab pasti terjadinya kebakaran tersebut. &quot;Belum tahu penyebabnya, kita sedang merapat ke lokasi,&quot; kata Kompol Mugia.
Dikutip dari situs resmi museum nasional, mereka menyimpan 190.000an benda-benda bernilai sejarah yang terdiri dari 7 jenis koleksi yakni Prasejarah, Arkeologi masa Klasikatau Hindu &amp;ndash; Budha; Numismatik dan Heraldik; Keramik; Etnografi, Geografi dan Sejarah.

BACA JUGA:
Kebakaran Museum Nasional di Jakarta Pusat, 13 Damkar Dikerahkan


Kompleks Museum Nasional dibangun di atas tanah seluas 26.500 meter persegi dan hingga saat ini mempunyai 2 gedung. Gedung A digunakan untuk ruang pamer dan wahana Imersifa. Sedangkan Gedung B, dikenal pula dengan sebutan Gedung Arca.
Salah satu koleksi unik dari museum nasional adalah teropong bintang sextant. Inilah alat navigasi manual yang digunakan penjelajah di abad ke-18 untuk menentukan posisi kapal pada saat berlayar di laut lepas.Alat tersebut dinamakan teropong sextant yang ditemukan John Hadley dan Thomas Godrey. Alat yang ditemukan pada tahun 1730, terdiri dari cermin index, cermin horizon, kaca filter, micrometer drum, teleskop, busur derat, dan juga indeks lengan.
Dijelaskan dalam keterangan situs resmi museum nasional, prinsip kerja Sextant mengukur ketinggian benda langit di atas cakrawala. Cara menggunakannya, pertama-tama, posisikan cermin horizon ke arah cakrawala.
Kedua, arahkan cermin index ke arah benda angkasa, bisa bulan, matahari, bahkan rasi bintang. Ketiga, posisikan benda langit sejajar dengan garis horizon lalu mulai membaca sudut ketinggiannya.
Tapi harus diingat, selama mengukur sudut, pastikan melakukannya dengan cepat dan tepat. Catat juga waktu tiap detik, menit, dan jamnya, karena kesalahan menit dapat menyebabkan kapalmu melenceng satu mil di lautan.

Selain itu, ada juga Kompas yang digunakan pada abad 19. Pada zaman dahulu, pelaut menggunakan bintang, gelombang dan elemen lainnya untuk menentukan arah perjalanan mereka. Kompas dipopulerkan pada abad ke-19 ketika pelaut menggunakannya dengan peta untuk mempertahankan arah.</description><content:encoded>KEBAKARAN melanda Museum Nasional Indonesia di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Saat ini, petugas pemadam kebakaran masih melakukan upaya pemadaman yang terjadi pada Sabtu (16/9/2023) sekitar pukul 20.00 WIB.
Menuut keterangan tertulis Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, kebakaran terjadi di objek museum Gajah Gedung A. Jenis bangunan Menengah. Belum ada keterangan resmi terkait penyebab kebakaran tersebut.
Saat ini tengah ditangani petugas Sudin Gulkarmat Jakarta Pusat dengan mengerahkan 13 mobil pemadam kebakaran. Kapolsek Gambir, Kompol Mugia Yarry menjelaskan pihak kepolisian masih mencari tahu penyebab pasti terjadinya kebakaran tersebut. &quot;Belum tahu penyebabnya, kita sedang merapat ke lokasi,&quot; kata Kompol Mugia.
Dikutip dari situs resmi museum nasional, mereka menyimpan 190.000an benda-benda bernilai sejarah yang terdiri dari 7 jenis koleksi yakni Prasejarah, Arkeologi masa Klasikatau Hindu &amp;ndash; Budha; Numismatik dan Heraldik; Keramik; Etnografi, Geografi dan Sejarah.

BACA JUGA:
Kebakaran Museum Nasional di Jakarta Pusat, 13 Damkar Dikerahkan


Kompleks Museum Nasional dibangun di atas tanah seluas 26.500 meter persegi dan hingga saat ini mempunyai 2 gedung. Gedung A digunakan untuk ruang pamer dan wahana Imersifa. Sedangkan Gedung B, dikenal pula dengan sebutan Gedung Arca.
Salah satu koleksi unik dari museum nasional adalah teropong bintang sextant. Inilah alat navigasi manual yang digunakan penjelajah di abad ke-18 untuk menentukan posisi kapal pada saat berlayar di laut lepas.Alat tersebut dinamakan teropong sextant yang ditemukan John Hadley dan Thomas Godrey. Alat yang ditemukan pada tahun 1730, terdiri dari cermin index, cermin horizon, kaca filter, micrometer drum, teleskop, busur derat, dan juga indeks lengan.
Dijelaskan dalam keterangan situs resmi museum nasional, prinsip kerja Sextant mengukur ketinggian benda langit di atas cakrawala. Cara menggunakannya, pertama-tama, posisikan cermin horizon ke arah cakrawala.
Kedua, arahkan cermin index ke arah benda angkasa, bisa bulan, matahari, bahkan rasi bintang. Ketiga, posisikan benda langit sejajar dengan garis horizon lalu mulai membaca sudut ketinggiannya.
Tapi harus diingat, selama mengukur sudut, pastikan melakukannya dengan cepat dan tepat. Catat juga waktu tiap detik, menit, dan jamnya, karena kesalahan menit dapat menyebabkan kapalmu melenceng satu mil di lautan.

Selain itu, ada juga Kompas yang digunakan pada abad 19. Pada zaman dahulu, pelaut menggunakan bintang, gelombang dan elemen lainnya untuk menentukan arah perjalanan mereka. Kompas dipopulerkan pada abad ke-19 ketika pelaut menggunakannya dengan peta untuk mempertahankan arah.</content:encoded></item></channel></rss>
