<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soal Standarisasi Baterai Kendaraan Listrik, Begini Tantangannya</title><description>Standarisasi baterai kendaraan listrik kini masih jadi tantangan, diketahui hingga kini penerapannya masih berbeda-beda pada setiap brand</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/13/53/2882226/soal-standarisasi-baterai-kendaraan-listrik-begini-tantangannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/13/53/2882226/soal-standarisasi-baterai-kendaraan-listrik-begini-tantangannya"/><item><title>Soal Standarisasi Baterai Kendaraan Listrik, Begini Tantangannya</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/13/53/2882226/soal-standarisasi-baterai-kendaraan-listrik-begini-tantangannya</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/13/53/2882226/soal-standarisasi-baterai-kendaraan-listrik-begini-tantangannya</guid><pubDate>Rabu 13 September 2023 15:15 WIB</pubDate><dc:creator>Imantoko Kurniadi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/13/53/2882226/soal-standarisasi-baterai-kendaraan-listrik-begini-tantangannya-V2nWRZ5dP9.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi motor listrik. (Doc. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/13/53/2882226/soal-standarisasi-baterai-kendaraan-listrik-begini-tantangannya-V2nWRZ5dP9.jpeg</image><title>Ilustrasi motor listrik. (Doc. Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xMi8xLzE3MDQ5OC81L3g4bzBmd3U=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Standarisasi baterai kendaraan listrik masih jadi tantangan, diketahui hingga kini penerapannya masih berbeda-beda dari setiap pabrikan, belum ada keseragaman yang terbentuk yang bakal memudahkan konsumen kedepannya.
Sebagai catatan, Badan Standardisasi Nasional (BSN) kini tengah menggodok standardisasi baterai kendaraan listrik hingga fasilitas infrastruktur pendukungnya, seperti sistem kelistrikan hingga konektor stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) dan stasiun penukaran baterai kendaraan listrik umum (SPBKLU).

BACA JUGA:
Polytron Berencana Bakal Packaging Baterai Motor Listrik Sendiri

Saat ditemui, Agus Tjahajana, Staf Khusus Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, menegaskan, kini standarisasi baterai jadi salah satu hambatan yang dihadapi industri motor listrik.
&amp;ldquo;Beberapa hambatan motor listrik yang saya temui yaitu termasuk adopsi, jarak tempuh terbatas dan standarisasi baterai ini yang jadi perhatian,&quot; Kata Agus disela peluncuran Electric Vehicle White Paper by Deloitte Indonesia and Foundry, di Jakarta.
&quot;Masalah tegangan, colokan enggak semua sama, tidak bisa lakukan pengecasan beda brand, ini jadi masalah,&quot; ujarnya lebih lanjut.
&quot;Jangan salah lho, Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) colokanya beda-beda, kita tidak bisa memaksakan BYD misal harus gunakan colokan ini, mereka kan tidak cuma dijual di Indonesia. Lalu Tesla datang, bawa colokannya sendiri dan klaim miliknya paling aman, ini butuh duduk bersama,&quot; katanya.

BACA JUGA:
ION Mobility Bangun Pabrik di Karawang, Siap Produksi Motor Listrik dan Baterai Sendiri

Lebih lanjut Agus juga menyebut masalah tegangan dan ukuran juga jadi sorotan.
&quot;Sekarang harus dipecahkan sama-sama masalah tegangan, ada yang 72 volt, ada yang 60 volt ada 48 volt, ukuran baterai untuk motor listrik juga harus ditentukan,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xMi8xLzE3MDQ5OC81L3g4bzBmd3U=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Standarisasi baterai kendaraan listrik masih jadi tantangan, diketahui hingga kini penerapannya masih berbeda-beda dari setiap pabrikan, belum ada keseragaman yang terbentuk yang bakal memudahkan konsumen kedepannya.
Sebagai catatan, Badan Standardisasi Nasional (BSN) kini tengah menggodok standardisasi baterai kendaraan listrik hingga fasilitas infrastruktur pendukungnya, seperti sistem kelistrikan hingga konektor stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) dan stasiun penukaran baterai kendaraan listrik umum (SPBKLU).

BACA JUGA:
Polytron Berencana Bakal Packaging Baterai Motor Listrik Sendiri

Saat ditemui, Agus Tjahajana, Staf Khusus Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, menegaskan, kini standarisasi baterai jadi salah satu hambatan yang dihadapi industri motor listrik.
&amp;ldquo;Beberapa hambatan motor listrik yang saya temui yaitu termasuk adopsi, jarak tempuh terbatas dan standarisasi baterai ini yang jadi perhatian,&quot; Kata Agus disela peluncuran Electric Vehicle White Paper by Deloitte Indonesia and Foundry, di Jakarta.
&quot;Masalah tegangan, colokan enggak semua sama, tidak bisa lakukan pengecasan beda brand, ini jadi masalah,&quot; ujarnya lebih lanjut.
&quot;Jangan salah lho, Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) colokanya beda-beda, kita tidak bisa memaksakan BYD misal harus gunakan colokan ini, mereka kan tidak cuma dijual di Indonesia. Lalu Tesla datang, bawa colokannya sendiri dan klaim miliknya paling aman, ini butuh duduk bersama,&quot; katanya.

BACA JUGA:
ION Mobility Bangun Pabrik di Karawang, Siap Produksi Motor Listrik dan Baterai Sendiri

Lebih lanjut Agus juga menyebut masalah tegangan dan ukuran juga jadi sorotan.
&quot;Sekarang harus dipecahkan sama-sama masalah tegangan, ada yang 72 volt, ada yang 60 volt ada 48 volt, ukuran baterai untuk motor listrik juga harus ditentukan,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
