<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Demi Mobil Mini Electric, BMW Gelontorkan Investasi Rp11,5 Triliun </title><description>Riset dan pengembangan menjadi awal dari sebuah produsen mobil dalam menciptakan model baru.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/13/52/2882370/demi-mobil-mini-electric-bmw-gelontorkan-investasi-rp11-5-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/13/52/2882370/demi-mobil-mini-electric-bmw-gelontorkan-investasi-rp11-5-triliun"/><item><title>Demi Mobil Mini Electric, BMW Gelontorkan Investasi Rp11,5 Triliun </title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/13/52/2882370/demi-mobil-mini-electric-bmw-gelontorkan-investasi-rp11-5-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/13/52/2882370/demi-mobil-mini-electric-bmw-gelontorkan-investasi-rp11-5-triliun</guid><pubDate>Rabu 13 September 2023 19:49 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Fadli Ramadan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/13/52/2882370/demi-mobil-mini-electric-bmw-gelontorkan-investasi-rp11-5-triliun-qHJRsr0fhx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Mini Electric. (Doc. carscoops)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/13/52/2882370/demi-mobil-mini-electric-bmw-gelontorkan-investasi-rp11-5-triliun-qHJRsr0fhx.jpg</image><title>Ilustrasi Mini Electric. (Doc. carscoops)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xMC84LzE2OTAyNi81L3g4bjRtOXA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Riset dan pengembangan menjadi awal dari sebuah produsen mobil dalam menciptakan model baru.
Proses ini membutuhkan waktu dan dana yang besar demi menghasilkan sesuatu yang diinginkan.
Perusahaan otomotif asal Jerman, BMW, dilaporkan berinvestasi sebesar 600 juta poundsterling atau setara Rp11,5 triliunan. Ini dilakukan hanya untuk menciptakan mobil listrik Mini Electric di Inggris.
Melansir Carscoops, Rabu (13/9/2023), investasi yang dilakukan BMW akan digunakan untuk pabriknya di Inggris. Mereka menargetkan seluruh aktivitas produksi Mini di Negeri Ratu Elizabeth itu menjadi kendaraan listrik pada 2030.

BACA JUGA:
Mobil Patroli Polisi yang Ditabrak Pengguna Jalan Tol Viral, Kenali Lagi Fungsi Bahu Jalan

Oleh karena itu, secara bertahap pabrik Mini di Oxford akan memulai produksi model serba listrik mulai 2026. Ini akan mencakup Mini Cooper 3-Door dan crossover kompak Mini Aceman terbaru, dengan bantuan fasilitas pengepres bodi Swindon.
Pada awal 2024, pabrik masih memproduksi Mini model 3 pintu dan 5 pintu dengan mesin konvensional. Namun, pada 2030, pabrik tersebut akan beralih sepenuhnya ke produksi listrik, selaras dengan strategi perusahaan yang lebih luas.
&amp;ldquo;Dengan investasi baru ini, kami akan mengembangkan pabrik Oxford untuk produksi Mini listrik generasi baru. Dan membuka jalan bagi manufaktur mobil listrik murni di masa depan,&amp;rdquo; kata Milan Nedeljkovic, kepala produksi BMW Group, pemilik Mini.

BACA JUGA:
Polytron Berencana Bakal Packaging Baterai Motor Listrik Sendiri

Sebelumnya, Mini mengumumkan bahwa mereka akan memproduksi kendaraan generasi berikutnya di Tiongkok, namun nasib pabriknya di Inggris masih belum jelas. Pengumuman ini penting bukan hanya bagi para pekerja di pabrik tersebut, tapi juga bagi Inggris.Pasalnya, industri otomotif di Inggris mengalami penurunan ke level terendah sejak 1956. Berdasarkan laporan Financial Times, untuk membantu memastikan pabrik-pabrik tetap beroperasi, pemerintah Inggris memberikan bantuan sebesar 75 juta pound (Rp1,4 triliun).

BACA JUGA:
Intip Bocoran Kemampuan Mobil Listrik Xiaomi, Prediksi Harga Rp400 Jutaan

Mini mengatakan pabriknya di Oxford akan memproduksi sekitar 200 unit per tahun dalam jangka menengah. Sebagai permulaan, kendaraan pembakaran internal dan kendaraan listrik akan dibangun pada jalur yang sama.
&amp;ldquo;Mini selalu menyadari sejarahnya. Oxford adalah dan tetap menjadi jantung dari merek tersebut. Saya senang bahwa dua model Mini baru yang sepenuhnya bertenaga listrik, Mini Cooper, dan Mini Aceman, juga diproduksi di Oxford,&amp;rdquo; kata Stefanie Wurst, Head of Mini.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xMC84LzE2OTAyNi81L3g4bjRtOXA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Riset dan pengembangan menjadi awal dari sebuah produsen mobil dalam menciptakan model baru.
Proses ini membutuhkan waktu dan dana yang besar demi menghasilkan sesuatu yang diinginkan.
Perusahaan otomotif asal Jerman, BMW, dilaporkan berinvestasi sebesar 600 juta poundsterling atau setara Rp11,5 triliunan. Ini dilakukan hanya untuk menciptakan mobil listrik Mini Electric di Inggris.
Melansir Carscoops, Rabu (13/9/2023), investasi yang dilakukan BMW akan digunakan untuk pabriknya di Inggris. Mereka menargetkan seluruh aktivitas produksi Mini di Negeri Ratu Elizabeth itu menjadi kendaraan listrik pada 2030.

BACA JUGA:
Mobil Patroli Polisi yang Ditabrak Pengguna Jalan Tol Viral, Kenali Lagi Fungsi Bahu Jalan

Oleh karena itu, secara bertahap pabrik Mini di Oxford akan memulai produksi model serba listrik mulai 2026. Ini akan mencakup Mini Cooper 3-Door dan crossover kompak Mini Aceman terbaru, dengan bantuan fasilitas pengepres bodi Swindon.
Pada awal 2024, pabrik masih memproduksi Mini model 3 pintu dan 5 pintu dengan mesin konvensional. Namun, pada 2030, pabrik tersebut akan beralih sepenuhnya ke produksi listrik, selaras dengan strategi perusahaan yang lebih luas.
&amp;ldquo;Dengan investasi baru ini, kami akan mengembangkan pabrik Oxford untuk produksi Mini listrik generasi baru. Dan membuka jalan bagi manufaktur mobil listrik murni di masa depan,&amp;rdquo; kata Milan Nedeljkovic, kepala produksi BMW Group, pemilik Mini.

BACA JUGA:
Polytron Berencana Bakal Packaging Baterai Motor Listrik Sendiri

Sebelumnya, Mini mengumumkan bahwa mereka akan memproduksi kendaraan generasi berikutnya di Tiongkok, namun nasib pabriknya di Inggris masih belum jelas. Pengumuman ini penting bukan hanya bagi para pekerja di pabrik tersebut, tapi juga bagi Inggris.Pasalnya, industri otomotif di Inggris mengalami penurunan ke level terendah sejak 1956. Berdasarkan laporan Financial Times, untuk membantu memastikan pabrik-pabrik tetap beroperasi, pemerintah Inggris memberikan bantuan sebesar 75 juta pound (Rp1,4 triliun).

BACA JUGA:
Intip Bocoran Kemampuan Mobil Listrik Xiaomi, Prediksi Harga Rp400 Jutaan

Mini mengatakan pabriknya di Oxford akan memproduksi sekitar 200 unit per tahun dalam jangka menengah. Sebagai permulaan, kendaraan pembakaran internal dan kendaraan listrik akan dibangun pada jalur yang sama.
&amp;ldquo;Mini selalu menyadari sejarahnya. Oxford adalah dan tetap menjadi jantung dari merek tersebut. Saya senang bahwa dua model Mini baru yang sepenuhnya bertenaga listrik, Mini Cooper, dan Mini Aceman, juga diproduksi di Oxford,&amp;rdquo; kata Stefanie Wurst, Head of Mini.</content:encoded></item></channel></rss>
