<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mobil Diesel Ngebul Bukan Tanda Gagal Lolos Uji Emisi, Ini Alasannya</title><description>Kepolisian memberlakukan tindak penilangan terhadap kendaraan yang gagal lolos uji emisi. Ini sebagai langkah untuk mengurangi polusi</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/11/52/2880927/mobil-diesel-ngebul-bukan-tanda-gagal-lolos-uji-emisi-ini-alasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/11/52/2880927/mobil-diesel-ngebul-bukan-tanda-gagal-lolos-uji-emisi-ini-alasannya"/><item><title>Mobil Diesel Ngebul Bukan Tanda Gagal Lolos Uji Emisi, Ini Alasannya</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/11/52/2880927/mobil-diesel-ngebul-bukan-tanda-gagal-lolos-uji-emisi-ini-alasannya</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/11/52/2880927/mobil-diesel-ngebul-bukan-tanda-gagal-lolos-uji-emisi-ini-alasannya</guid><pubDate>Senin 11 September 2023 15:18 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Fadli Ramadan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/11/52/2880927/mobil-diesel-ngebul-bukan-tanda-gagal-lolos-uji-emisi-ini-alasannya-yDSlO5xiaS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Uji emisi kendaraan. (Muhamad Fadli Ramadan/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/11/52/2880927/mobil-diesel-ngebul-bukan-tanda-gagal-lolos-uji-emisi-ini-alasannya-yDSlO5xiaS.jpg</image><title>Uji emisi kendaraan. (Muhamad Fadli Ramadan/Okezone)</title></images><description>
JAKARTA &amp;ndash; Kepolisian memberlakukan tindak penilangan terhadap kendaraan yang gagal lolos uji emisi. Ini sebagai langkah untuk mengurangi polusi, yang disebabkan oleh kendaraan bermotor.
Sekadar informasi, pemberlakukan uji emisi hanya berlaku untuk kendaraan dengan usia di atas tiga tahun. Ambang batas karbon dioksida (CO2) dan HC sisa bahan bakar yang tak ikut terbakar harus di bawah 200.

BACA JUGA:
Viral! Mobil Dinas Pemprov DKI Berknalpot Ngebul, Netizen: Tilang Diri Sendiri Aja Dulu

Namun, uji emisi ini menjadi momok bagi pemilik kendaraan bermesin diesel yang dikenal sebagai &amp;lsquo;cumi darat&amp;rsquo;.
Pasalnya, kendaraan dengan mesin ini biasanya mengeluarkan asap hitam tebal yang dianggap tidak akan lolos ketika uji emisi.
Tetapi, anggapan tersebut dibantah oleh  Yuly Kridiawan, Kepala Bengkel Auto2000 Yos Sudarso, yang mengatakan mobil diesel dengan asap hitam tebal bisa saja lolos uji emisi apabila perawatannya tepat dan menggunakan bahan bakar sesuai rekomendasi.
&amp;ldquo;Apakah mobil diesel yang berasap pasti nggak lolos atau bisa juga belum tentu. Jadi kadang-kadang perasaan itu kan karena banyak kandungan,&amp;rdquo; kata Yuly saat ditemui di Jakarta Utara, belum lama ini.
Seperti diketahui, saat ini masyarakat Indonesia masih banyak menggunakan bahan bakar jenis Solar dan Biosolar. Apabila digunakan untuk untuk mobil diesel terkini, pembakaran menjadi kurang maksimal.

BACA JUGA:
Polytron Berencana Bakal Packaging Baterai Motor Listrik Sendiri

&amp;ldquo;Khusus mobil diesel, biasanya tuh dari kandungan bahan bakar. Karena dari beberapa kali kita lakukan uji emisi, kalau pakainya bahan bakar yang tak sesuai rekomendasi itu kecenderungannya juga kurang bagus,&amp;rdquo; ujar Yuly.Yuly menyebutkan bahwa proses pengujian untuk mobil diesel juga sedikit berbeda dengan mobil bensin. Sebelum alat dimasukkan ke dalam lubang kenalpot, mobil dalam keadaan transmisi netral akan diinjak pedal gas dalam-dalam beberapa kali.
&amp;ldquo;Untuk mobil diesel, ambang batas yang ditetapkan itu adalah 40. Jadi di atas itu ya enggak lolos. Jadi pada waktu kita tes uji emisi itu kita gas-gas dulu, dikeluarin kotorannya, biar nggak ada endapan,&amp;rdquo; ucapnya.
Untuk mobil diesel, Yuly menyebutkan bahwa pengecekan yang dilakukan juga sedikit berbeda. Pasalnya, yang diukur saat uji emisi adalah opasitasnya atau kepekatan gas buang yang dihasilkan.

BACA JUGA:
Viral! Kegiatan Sunmori Dihentikan Warga, Pengendara Disuruh Dorong Motor

&amp;ldquo;Misalkan lebih dari lebih itu (ambang batas) ya gagal. Kemudian kalau untuk pengecekan yang (mobil) diesel agak sedikit beda ya, karena dia yang diukur itu adalah kapasitasnya,&amp;rdquo; tuturnya.
Agar lolos uji emisi, Yuly menyarankan pemilik mobil diesel hanya perlu melakukan perawatan rutin dan menggunakan bahan bakar yang sesuai rekomendasi. Ini untuk menjaga ruang pembakaran tetap bersih.</description><content:encoded>
JAKARTA &amp;ndash; Kepolisian memberlakukan tindak penilangan terhadap kendaraan yang gagal lolos uji emisi. Ini sebagai langkah untuk mengurangi polusi, yang disebabkan oleh kendaraan bermotor.
Sekadar informasi, pemberlakukan uji emisi hanya berlaku untuk kendaraan dengan usia di atas tiga tahun. Ambang batas karbon dioksida (CO2) dan HC sisa bahan bakar yang tak ikut terbakar harus di bawah 200.

BACA JUGA:
Viral! Mobil Dinas Pemprov DKI Berknalpot Ngebul, Netizen: Tilang Diri Sendiri Aja Dulu

Namun, uji emisi ini menjadi momok bagi pemilik kendaraan bermesin diesel yang dikenal sebagai &amp;lsquo;cumi darat&amp;rsquo;.
Pasalnya, kendaraan dengan mesin ini biasanya mengeluarkan asap hitam tebal yang dianggap tidak akan lolos ketika uji emisi.
Tetapi, anggapan tersebut dibantah oleh  Yuly Kridiawan, Kepala Bengkel Auto2000 Yos Sudarso, yang mengatakan mobil diesel dengan asap hitam tebal bisa saja lolos uji emisi apabila perawatannya tepat dan menggunakan bahan bakar sesuai rekomendasi.
&amp;ldquo;Apakah mobil diesel yang berasap pasti nggak lolos atau bisa juga belum tentu. Jadi kadang-kadang perasaan itu kan karena banyak kandungan,&amp;rdquo; kata Yuly saat ditemui di Jakarta Utara, belum lama ini.
Seperti diketahui, saat ini masyarakat Indonesia masih banyak menggunakan bahan bakar jenis Solar dan Biosolar. Apabila digunakan untuk untuk mobil diesel terkini, pembakaran menjadi kurang maksimal.

BACA JUGA:
Polytron Berencana Bakal Packaging Baterai Motor Listrik Sendiri

&amp;ldquo;Khusus mobil diesel, biasanya tuh dari kandungan bahan bakar. Karena dari beberapa kali kita lakukan uji emisi, kalau pakainya bahan bakar yang tak sesuai rekomendasi itu kecenderungannya juga kurang bagus,&amp;rdquo; ujar Yuly.Yuly menyebutkan bahwa proses pengujian untuk mobil diesel juga sedikit berbeda dengan mobil bensin. Sebelum alat dimasukkan ke dalam lubang kenalpot, mobil dalam keadaan transmisi netral akan diinjak pedal gas dalam-dalam beberapa kali.
&amp;ldquo;Untuk mobil diesel, ambang batas yang ditetapkan itu adalah 40. Jadi di atas itu ya enggak lolos. Jadi pada waktu kita tes uji emisi itu kita gas-gas dulu, dikeluarin kotorannya, biar nggak ada endapan,&amp;rdquo; ucapnya.
Untuk mobil diesel, Yuly menyebutkan bahwa pengecekan yang dilakukan juga sedikit berbeda. Pasalnya, yang diukur saat uji emisi adalah opasitasnya atau kepekatan gas buang yang dihasilkan.

BACA JUGA:
Viral! Kegiatan Sunmori Dihentikan Warga, Pengendara Disuruh Dorong Motor

&amp;ldquo;Misalkan lebih dari lebih itu (ambang batas) ya gagal. Kemudian kalau untuk pengecekan yang (mobil) diesel agak sedikit beda ya, karena dia yang diukur itu adalah kapasitasnya,&amp;rdquo; tuturnya.
Agar lolos uji emisi, Yuly menyarankan pemilik mobil diesel hanya perlu melakukan perawatan rutin dan menggunakan bahan bakar yang sesuai rekomendasi. Ini untuk menjaga ruang pembakaran tetap bersih.</content:encoded></item></channel></rss>
