<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Merger Smartfren dan XL Axiata Bentuk 3 Operator Seluler Besar, Idealkah Bagi Industri Telekomunikasi?</title><description>abar merger Smartfren dan XL Axiata kembali menguat, jika berhasil maka akan kembali ramping jadi 3 pemain besar di indstri telekomunikasi.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/10/54/2880406/merger-smartfren-dan-xl-axiata-bentuk-3-operator-seluler-besar-idealkah-bagi-industri-telekomunikasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/10/54/2880406/merger-smartfren-dan-xl-axiata-bentuk-3-operator-seluler-besar-idealkah-bagi-industri-telekomunikasi"/><item><title>Merger Smartfren dan XL Axiata Bentuk 3 Operator Seluler Besar, Idealkah Bagi Industri Telekomunikasi?</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/10/54/2880406/merger-smartfren-dan-xl-axiata-bentuk-3-operator-seluler-besar-idealkah-bagi-industri-telekomunikasi</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/10/54/2880406/merger-smartfren-dan-xl-axiata-bentuk-3-operator-seluler-besar-idealkah-bagi-industri-telekomunikasi</guid><pubDate>Minggu 10 September 2023 17:32 WIB</pubDate><dc:creator>Imantoko Kurniadi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/10/54/2880406/merger-smartfren-dan-xl-axiata-bentuk-3-operator-seluler-besar-idealkah-bagi-industri-telekomunikasi-KwTdsd8GGl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi BTS. (Doc. Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/10/54/2880406/merger-smartfren-dan-xl-axiata-bentuk-3-operator-seluler-besar-idealkah-bagi-industri-telekomunikasi-KwTdsd8GGl.jpg</image><title>Ilustrasi BTS. (Doc. Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wMy80LzEyNDAyOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kabar merger Smartfren dan XL Axiata kembali menguat, jika berhasil industri telekomunikasi akan kembali ramping menjadi tiga pemain besar, yakni Telkomsel,&amp;nbsp;Indosat Ooredoo Hutchison dan gabungan&amp;nbsp;Smartfren dan XL Axiata.
Mohammad Ridwan Effendi, Pengamat Telekomunikasi, menurutkan&amp;nbsp; bahwa gabungan kedua perusahaan ini akan sangat besar, baik dari sisi sumberdaya frekuensi maupun dari sisi kesiapan jaringan optik.

BACA JUGA:
Merger Smartfren dan XL Axiata, Pengamat: Kekuatannya Akan Lebih Besar dari Indosat

&quot;Jika  XL Axiata jadi merger dengan Smartfren, dan seluruh sumberdaya kemudian dimiliki bersama, Sepertinya kekuatannya akan lebih besar dari Indosat,&quot; jelas Ridwan, kepada Okezone.com, Minggu (10/9/2023).
Tidak dipungkiri Smartfren dan XL Axiata merupakan dua operator seluler yang komplit, mengingat Smartfren dan XL Axiata masing-masing memiliki kekuatan potensial, smartfren melalui anak usahanya Smartel sebelumnya akuisisi Moratelindo dan XL Axiata caplok link net.

BACA JUGA:
Smartfren (FREN) Tanggapi Rencana Merger dengan XL Axiata&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Sementara itu dari sisi kepemilikan spektrum frekuensi, Smartfren mengoperasikan 11 MHz untuk uplink dan 11 MHz untuk downlink di pita 800 MHz, dan 40 MHz di pita 2,3 GHz.
Sementara XL Axiata memiliki 45 MHz untuk uplink dan 45 MHz untuk downlink, total ada 90 MHz, dengan pita frekuensi 1,9 GHz dan 2,1 GHz digunakan untuk 5G.

BACA JUGA:
XL Axiata (EXCL) Buka Suara soal Kabar Merger dengan FREN

Lalu dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) ini juga menyoroti sisi persaingan usaha. Jika merger Smartfren dan XL Axiata berlangsung mulus, maka bakal menyisakan tiga operator besar di Tanah Air.
&quot;Dari sisi persaingan usaha sebetulnya empat operator itu ideal, persaingan akan benar-benar terjadi. Jika hanya tinggal tiga operator saja, maka ada peluang ketiganya melakukan kesepakatan tarif,&quot; jelasnya.
&quot;Tapi tentunya ini bisa dicegah juga jika pengawasan oleh regulator berjalan baik. Tapi jangan sampai terjadi kurang dari tiga operator, karena tidak baik bagi persaingan usaha. Masyarakat akan dirugikan dengan sedikitnya pilihan,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wMy80LzEyNDAyOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kabar merger Smartfren dan XL Axiata kembali menguat, jika berhasil industri telekomunikasi akan kembali ramping menjadi tiga pemain besar, yakni Telkomsel,&amp;nbsp;Indosat Ooredoo Hutchison dan gabungan&amp;nbsp;Smartfren dan XL Axiata.
Mohammad Ridwan Effendi, Pengamat Telekomunikasi, menurutkan&amp;nbsp; bahwa gabungan kedua perusahaan ini akan sangat besar, baik dari sisi sumberdaya frekuensi maupun dari sisi kesiapan jaringan optik.

BACA JUGA:
Merger Smartfren dan XL Axiata, Pengamat: Kekuatannya Akan Lebih Besar dari Indosat

&quot;Jika  XL Axiata jadi merger dengan Smartfren, dan seluruh sumberdaya kemudian dimiliki bersama, Sepertinya kekuatannya akan lebih besar dari Indosat,&quot; jelas Ridwan, kepada Okezone.com, Minggu (10/9/2023).
Tidak dipungkiri Smartfren dan XL Axiata merupakan dua operator seluler yang komplit, mengingat Smartfren dan XL Axiata masing-masing memiliki kekuatan potensial, smartfren melalui anak usahanya Smartel sebelumnya akuisisi Moratelindo dan XL Axiata caplok link net.

BACA JUGA:
Smartfren (FREN) Tanggapi Rencana Merger dengan XL Axiata&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Sementara itu dari sisi kepemilikan spektrum frekuensi, Smartfren mengoperasikan 11 MHz untuk uplink dan 11 MHz untuk downlink di pita 800 MHz, dan 40 MHz di pita 2,3 GHz.
Sementara XL Axiata memiliki 45 MHz untuk uplink dan 45 MHz untuk downlink, total ada 90 MHz, dengan pita frekuensi 1,9 GHz dan 2,1 GHz digunakan untuk 5G.

BACA JUGA:
XL Axiata (EXCL) Buka Suara soal Kabar Merger dengan FREN

Lalu dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) ini juga menyoroti sisi persaingan usaha. Jika merger Smartfren dan XL Axiata berlangsung mulus, maka bakal menyisakan tiga operator besar di Tanah Air.
&quot;Dari sisi persaingan usaha sebetulnya empat operator itu ideal, persaingan akan benar-benar terjadi. Jika hanya tinggal tiga operator saja, maka ada peluang ketiganya melakukan kesepakatan tarif,&quot; jelasnya.
&quot;Tapi tentunya ini bisa dicegah juga jika pengawasan oleh regulator berjalan baik. Tapi jangan sampai terjadi kurang dari tiga operator, karena tidak baik bagi persaingan usaha. Masyarakat akan dirugikan dengan sedikitnya pilihan,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
