<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Perawatan Shockbreaker yang Wajib Dilakukan, Perhitungkan Beban Bawaan Penting!</title><description>Shockbreaker atau suspensi merupakan komponen penting pada sepeda motor.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/10/53/2880544/5-perawatan-shockbreaker-yang-wajib-dilakukan-perhitungkan-beban-bawaan-penting</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/10/53/2880544/5-perawatan-shockbreaker-yang-wajib-dilakukan-perhitungkan-beban-bawaan-penting"/><item><title>5 Perawatan Shockbreaker yang Wajib Dilakukan, Perhitungkan Beban Bawaan Penting!</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/10/53/2880544/5-perawatan-shockbreaker-yang-wajib-dilakukan-perhitungkan-beban-bawaan-penting</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/10/53/2880544/5-perawatan-shockbreaker-yang-wajib-dilakukan-perhitungkan-beban-bawaan-penting</guid><pubDate>Senin 11 September 2023 08:17 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Fadli Ramadan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/10/53/2880544/5-perawatan-shockbreaker-yang-wajib-dilakukan-perhitungkan-beban-bawaan-penting-lke2c2ueoV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi shockbreaker. (Doc. Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/10/53/2880544/5-perawatan-shockbreaker-yang-wajib-dilakukan-perhitungkan-beban-bawaan-penting-lke2c2ueoV.jpg</image><title>Ilustrasi shockbreaker. (Doc. Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wOC84LzE3MDMzMC81L3g4bnhleGg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Shockbreaker atau suspensi merupakan komponen penting pada sepeda motor. Apabila rusak, maka kenyamanan berkendara akan berkurang, terutama saat melewati jalan yang bergelombang.
Sayangnya, shockbreaker sering diabaikan oleh para pemilik sepeda motor yang dapat membuat komponen ini mudah rusak.

BACA JUGA:
Perkuat Layanan, Auto2000 Siap Hadirkan Pengecasan Mobil Listrik Berjalan

Oleh sebab itu, pastikan merawat shockbreaker secara rutin agar tidak cepat rusak atau seal alami kebocoran. Berikut cara merawat suspensi seperti dibagikan oleh Wahana Honda.
1. Rutin Dibersihkan
Saat mencuci motor, pastikan juga membersihkan bagian shockbreaker. Hal ini untuk mencegah penumpukan kotoran yang bisa mengerak dan mengganggu kinerja.
2. Kurangi kecepatan di jalan bergelombang
Ketika melalui jalanan bergelombang, kasar, atau berlubang, pastikan mengurangi kecepatan.
Hal ini mencegah shockbreaker dapat tekanan terlalu besar yang membuatnya cepat aus. Menurunkan kecepatan saat melewati jalan bergelombang penting juga untuk keselamatan berkendara.

BACA JUGA:
Toyota Siapkan Mekanik untuk Tangani Mobil Listrik Sejak 10 Tahun Lalu

3. Hindari memasang anting shockbreaker belakang
Belakangan ini anting shockbreaker populer digunakan di kalangan penggemar modifikasi motor.
Gunanya membuat tampilan motor lebih gagah dan tinggi. Akan tetapi, jika ingin shockbreaker lebih awet, sebaiknya hindari memasang anting.Selain mengurangi kenyamanan penumpang di jok belakang, anting tersebut berisiko merusak bahkan mematahkan shockbreaker.
4. Hindari bawa beban berlebih
Pastikan membawa barang sesuai dengan bobot maksimal yang bisa ditanggung oleh shockbreaker motor. Hal ini membantu meningkatkan keawetan suspensi agar tidak cepat rusak.

BACA JUGA:
Polytron Berencana Bakal Packaging Baterai Motor Listrik Sendiri

5. Ganti oli teratur
Khusus untuk suspensi depan, idealnya mengganti oli shockbreaker setiap 15.000 hingga 20.000 kilometer atau dua hingga tiga tahun sekali.
Shockbreaker memiliki oli yang berbeda dari oli mesin motor, jadi pastikan Anda menggunakan oli yang sesuai.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wOC84LzE3MDMzMC81L3g4bnhleGg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Shockbreaker atau suspensi merupakan komponen penting pada sepeda motor. Apabila rusak, maka kenyamanan berkendara akan berkurang, terutama saat melewati jalan yang bergelombang.
Sayangnya, shockbreaker sering diabaikan oleh para pemilik sepeda motor yang dapat membuat komponen ini mudah rusak.

BACA JUGA:
Perkuat Layanan, Auto2000 Siap Hadirkan Pengecasan Mobil Listrik Berjalan

Oleh sebab itu, pastikan merawat shockbreaker secara rutin agar tidak cepat rusak atau seal alami kebocoran. Berikut cara merawat suspensi seperti dibagikan oleh Wahana Honda.
1. Rutin Dibersihkan
Saat mencuci motor, pastikan juga membersihkan bagian shockbreaker. Hal ini untuk mencegah penumpukan kotoran yang bisa mengerak dan mengganggu kinerja.
2. Kurangi kecepatan di jalan bergelombang
Ketika melalui jalanan bergelombang, kasar, atau berlubang, pastikan mengurangi kecepatan.
Hal ini mencegah shockbreaker dapat tekanan terlalu besar yang membuatnya cepat aus. Menurunkan kecepatan saat melewati jalan bergelombang penting juga untuk keselamatan berkendara.

BACA JUGA:
Toyota Siapkan Mekanik untuk Tangani Mobil Listrik Sejak 10 Tahun Lalu

3. Hindari memasang anting shockbreaker belakang
Belakangan ini anting shockbreaker populer digunakan di kalangan penggemar modifikasi motor.
Gunanya membuat tampilan motor lebih gagah dan tinggi. Akan tetapi, jika ingin shockbreaker lebih awet, sebaiknya hindari memasang anting.Selain mengurangi kenyamanan penumpang di jok belakang, anting tersebut berisiko merusak bahkan mematahkan shockbreaker.
4. Hindari bawa beban berlebih
Pastikan membawa barang sesuai dengan bobot maksimal yang bisa ditanggung oleh shockbreaker motor. Hal ini membantu meningkatkan keawetan suspensi agar tidak cepat rusak.

BACA JUGA:
Polytron Berencana Bakal Packaging Baterai Motor Listrik Sendiri

5. Ganti oli teratur
Khusus untuk suspensi depan, idealnya mengganti oli shockbreaker setiap 15.000 hingga 20.000 kilometer atau dua hingga tiga tahun sekali.
Shockbreaker memiliki oli yang berbeda dari oli mesin motor, jadi pastikan Anda menggunakan oli yang sesuai.</content:encoded></item></channel></rss>
