<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jerman Siap Perluas Stasiun Pengisian Daya Listrik, Target Ada 1 Juta di 2030</title><description>Jerman bakal menjadi negara pertama di Eropa yang mengeluarkan aturan yang mewajibkan SPBU menyediakan pengisian daya kendaraan listrik.&amp;nbsp;</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/10/52/2880439/jerman-siap-perluas-stasiun-pengisian-daya-listrik-target-ada-1-juta-di-2030</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/10/52/2880439/jerman-siap-perluas-stasiun-pengisian-daya-listrik-target-ada-1-juta-di-2030"/><item><title>Jerman Siap Perluas Stasiun Pengisian Daya Listrik, Target Ada 1 Juta di 2030</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/10/52/2880439/jerman-siap-perluas-stasiun-pengisian-daya-listrik-target-ada-1-juta-di-2030</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/10/52/2880439/jerman-siap-perluas-stasiun-pengisian-daya-listrik-target-ada-1-juta-di-2030</guid><pubDate>Minggu 10 September 2023 19:45 WIB</pubDate><dc:creator>Redaksi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/10/52/2880439/jerman-siap-perluas-stasiun-pengisian-daya-listrik-target-ada-1-juta-di-2030-JFfyLPdjky.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi stasiun pengisian baterai mobil listrik. (Doc. Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/10/52/2880439/jerman-siap-perluas-stasiun-pengisian-daya-listrik-target-ada-1-juta-di-2030-JFfyLPdjky.jpg</image><title>Ilustrasi stasiun pengisian baterai mobil listrik. (Doc. Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wNi84LzE3MDIwNy81L3g4bnNjYWs=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Jerman bakal menjadi negara pertama di Eropa yang mengeluarkan undang-undang yang mewajibkan stasiun pengisian bahan bakar (SPBU), menyediakan pengisian daya kendaraan listrik.
Saat ini Jerman telah memiliki 90 ribu stasiun pengisian umum, bahkan Jerman menargetkan pada 2030 terdapat satu juta stasiun pengisian umum.

BACA JUGA:
Polytron Berencana Bakal Packaging Baterai Motor Listrik Sendiri

Hal tersebut guna menjawab kebutuhan para pengguna kendaraan listrik yang terus bertumbuh.
Dilansir melalui Carbuzz, Minggu (10/9/2023), Jerman telah memiliki 15 juta kendaraan listrik yang telah beroperasi di jalan.
Lalu diperkirakan, dari jumlah tersebut tumbuh sedikit sekitar 1,2 juta kendaraan yang ada di jalanan pada akhir April 2023.
Beberapa alasan yang membuat lambatnya penjualan kendaraan listrik di Jerman karena harga yang tinggi, jangkauan terbatas dan minimnya stasiun pengisian daya.
Langkah pemerintah Jerman yang akan mengeluarkan undang-undang tersebut, mungkin bisa menjadi perubahan.
Disamping itu, pabrikan Jerman kini tengah dihadapi oleh para produsen China yang dalam pameran otomotif IAA Mobility tercatat tampil begitu dominan.
Merespons hal itu Kanselir Jerman, Olaf Scholz, mengungkapkan tidak takut dengan adanya persaingan tersebut.

BACA JUGA:
Kebijakan 1 KTP 1 Motor Listrik, Pengamat: Hanya Dinikmati Kalangan Menengah Atas

&quot;Persaingan seharusnya memacu kita, bukannya membuat kita takut,&quot; kata Olaf.
&quot;Pada 1980-an, mobil-mobil Jepang diperkirakan akan menguasai pasar. Dua puluh tahun kemudian, mobil-mobil buatan Korea dan sekarang mobil-mobil listrik China. Kemampuan produsen mobil Jerman untuk bersaing tidak diragukan lagi,&quot; jelasnya.

Muhammad Aidil Sani</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wNi84LzE3MDIwNy81L3g4bnNjYWs=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Jerman bakal menjadi negara pertama di Eropa yang mengeluarkan undang-undang yang mewajibkan stasiun pengisian bahan bakar (SPBU), menyediakan pengisian daya kendaraan listrik.
Saat ini Jerman telah memiliki 90 ribu stasiun pengisian umum, bahkan Jerman menargetkan pada 2030 terdapat satu juta stasiun pengisian umum.

BACA JUGA:
Polytron Berencana Bakal Packaging Baterai Motor Listrik Sendiri

Hal tersebut guna menjawab kebutuhan para pengguna kendaraan listrik yang terus bertumbuh.
Dilansir melalui Carbuzz, Minggu (10/9/2023), Jerman telah memiliki 15 juta kendaraan listrik yang telah beroperasi di jalan.
Lalu diperkirakan, dari jumlah tersebut tumbuh sedikit sekitar 1,2 juta kendaraan yang ada di jalanan pada akhir April 2023.
Beberapa alasan yang membuat lambatnya penjualan kendaraan listrik di Jerman karena harga yang tinggi, jangkauan terbatas dan minimnya stasiun pengisian daya.
Langkah pemerintah Jerman yang akan mengeluarkan undang-undang tersebut, mungkin bisa menjadi perubahan.
Disamping itu, pabrikan Jerman kini tengah dihadapi oleh para produsen China yang dalam pameran otomotif IAA Mobility tercatat tampil begitu dominan.
Merespons hal itu Kanselir Jerman, Olaf Scholz, mengungkapkan tidak takut dengan adanya persaingan tersebut.

BACA JUGA:
Kebijakan 1 KTP 1 Motor Listrik, Pengamat: Hanya Dinikmati Kalangan Menengah Atas

&quot;Persaingan seharusnya memacu kita, bukannya membuat kita takut,&quot; kata Olaf.
&quot;Pada 1980-an, mobil-mobil Jepang diperkirakan akan menguasai pasar. Dua puluh tahun kemudian, mobil-mobil buatan Korea dan sekarang mobil-mobil listrik China. Kemampuan produsen mobil Jerman untuk bersaing tidak diragukan lagi,&quot; jelasnya.

Muhammad Aidil Sani</content:encoded></item></channel></rss>
