<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Amerika Serikat Belum Beri Lampu Hijau Roket Starship SpaceX Elon Musk Diluncurkan, Kenapa?</title><description>Pemerintah Amerika Serikat melalui Administrasi Penerbangan Federal (FAA) belum memberi izin roket Starship Elon Musk diluncurkan. Kenapa?</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/09/56/2879979/amerika-serikat-belum-beri-lampu-hijau-roket-starship-spacex-elon-musk-diluncurkan-kenapa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/09/56/2879979/amerika-serikat-belum-beri-lampu-hijau-roket-starship-spacex-elon-musk-diluncurkan-kenapa"/><item><title>Amerika Serikat Belum Beri Lampu Hijau Roket Starship SpaceX Elon Musk Diluncurkan, Kenapa?</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/09/56/2879979/amerika-serikat-belum-beri-lampu-hijau-roket-starship-spacex-elon-musk-diluncurkan-kenapa</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/09/56/2879979/amerika-serikat-belum-beri-lampu-hijau-roket-starship-spacex-elon-musk-diluncurkan-kenapa</guid><pubDate>Sabtu 09 September 2023 15:06 WIB</pubDate><dc:creator>Redaksi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/09/56/2879979/amerika-serikat-belum-beri-lampu-hijau-roket-starship-space-x-elon-musk-diluncurkan-kenapa-jtjoj8mupB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Roket Starship milik Elon Musk (Foto: Space)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/09/56/2879979/amerika-serikat-belum-beri-lampu-hijau-roket-starship-space-x-elon-musk-diluncurkan-kenapa-jtjoj8mupB.jpg</image><title>Roket Starship milik Elon Musk (Foto: Space)</title></images><description>ELON Musk mengaku bahwa roket Starship&amp;nbsp;dari Space X miliknya siap diluncurkan. Namun rencana tersebut masih terganjal oleh restu dari pemerintah Amerika Serikat melalui Administrasi Penerbangan Federal (FAA) .
FAA merupakan lembaga regulator penerbangan sipil di Amerika Serikat. Sebagai bagian dari Kementerian Transportasi Amerika Serikat, badan ini bertanggungjawab sebagai pengatur dan pengawas penerbangan sipil di Amerika Serikat&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Starship siap diluncurkan, menunggu persetujuan lisensi FAA.&amp;rdquo; Tulis Elon Musk di akun media sosial X, pada (6/9).

BACA JUGA:
Tak Punya Pembuangan Api, Landasan Peluncuran Roket Starship SpaceX Ikutan Rusak Parah

Lebih lanjut, dikabarkan bahwa ada masalah kecil soal perizinan dari FAA. Sebelumnya  lembaga regulator itu telah menutup investigasi kecelakaan dalam penerbangan uji coba orbit pertama SpaceX pada bulan April lalu, tapi mereka tidak akan mengizinkan peluncuran kedua hingga SpaceX menyelesaikan lebih dari 60 &quot;tindakan perbaikan&quot;.
Dilansir dari situs TechCrunch, Sabtu (9/9/2023), FAA memberikan daftar beberapa tindakan yang seharusnya dilakukan, yaitu perancangan ulang komponen kendaraan, perbaikan landasan peluncuran, serta pengujian dan pengembangan sistem keamanan yang lebih baik.
Setelah SpaceX menerapkan semua perbaikan tersebut, maka SpaceX dapat mengajukan permohonan dan menerima lisensi yang dimodifikasi dari FAA untuk meluncurkan Starship lagi.

BACA JUGA:
Perbandingan Harga Starlink di Malaysia dan Indonesia, Mana yang Lebih Mahal?

&quot;Penutupan investigasi kecelakaan tidak menandakan dimulainya kembali peluncuran Starship di Boca Chica,&quot; kata perusahaan tersebut, mengacu pada fasilitas pengembangan dan peluncuran Starship SpaceX yang sangat besar di Texas Tenggara.&amp;nbsp;
Dalam pembaruan yang diunggah ke situs webnya, SpaceX mengatakan bahwa &quot;pelajaran yang dipetik&quot; dari peluncuran Starship pertama berkontribusi pada &quot;beberapa peningkatan&quot; pada kendaraan dan infrastruktur darat.&quot;Pendekatan pengembangan berulang yang cepat ini telah menjadi dasar dari semua kemajuan inovatif utama SpaceX, termasuk Falcon, Dragon, dan Starlink,&quot; Lanjut perusahaan itu dalam update terbarunya.
SpaceX melakukan uji coba penerbangan orbital pertama Starship setinggi 394 kaki pada tanggal 20 April. Selama peluncuran tersebut, daya dorong luar biasa dari 33 mesin Super Heavy booster Raptor mendatangkan malapetaka di landasan peluncuran, melontarkan bongkahan beton dan pasir yang bertiup bermil-mil jauhnya ke area sekitar.
Begitu roket mengudara, mesin demi mesin mati, membuat SpaceX mengeluarkan perintah penghancuran otomatis yang menyebabkan roket meledak di udara sekitar empat menit setelah peluncuran. (Salsabila Nur Azizah)</description><content:encoded>ELON Musk mengaku bahwa roket Starship&amp;nbsp;dari Space X miliknya siap diluncurkan. Namun rencana tersebut masih terganjal oleh restu dari pemerintah Amerika Serikat melalui Administrasi Penerbangan Federal (FAA) .
FAA merupakan lembaga regulator penerbangan sipil di Amerika Serikat. Sebagai bagian dari Kementerian Transportasi Amerika Serikat, badan ini bertanggungjawab sebagai pengatur dan pengawas penerbangan sipil di Amerika Serikat&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Starship siap diluncurkan, menunggu persetujuan lisensi FAA.&amp;rdquo; Tulis Elon Musk di akun media sosial X, pada (6/9).

BACA JUGA:
Tak Punya Pembuangan Api, Landasan Peluncuran Roket Starship SpaceX Ikutan Rusak Parah

Lebih lanjut, dikabarkan bahwa ada masalah kecil soal perizinan dari FAA. Sebelumnya  lembaga regulator itu telah menutup investigasi kecelakaan dalam penerbangan uji coba orbit pertama SpaceX pada bulan April lalu, tapi mereka tidak akan mengizinkan peluncuran kedua hingga SpaceX menyelesaikan lebih dari 60 &quot;tindakan perbaikan&quot;.
Dilansir dari situs TechCrunch, Sabtu (9/9/2023), FAA memberikan daftar beberapa tindakan yang seharusnya dilakukan, yaitu perancangan ulang komponen kendaraan, perbaikan landasan peluncuran, serta pengujian dan pengembangan sistem keamanan yang lebih baik.
Setelah SpaceX menerapkan semua perbaikan tersebut, maka SpaceX dapat mengajukan permohonan dan menerima lisensi yang dimodifikasi dari FAA untuk meluncurkan Starship lagi.

BACA JUGA:
Perbandingan Harga Starlink di Malaysia dan Indonesia, Mana yang Lebih Mahal?

&quot;Penutupan investigasi kecelakaan tidak menandakan dimulainya kembali peluncuran Starship di Boca Chica,&quot; kata perusahaan tersebut, mengacu pada fasilitas pengembangan dan peluncuran Starship SpaceX yang sangat besar di Texas Tenggara.&amp;nbsp;
Dalam pembaruan yang diunggah ke situs webnya, SpaceX mengatakan bahwa &quot;pelajaran yang dipetik&quot; dari peluncuran Starship pertama berkontribusi pada &quot;beberapa peningkatan&quot; pada kendaraan dan infrastruktur darat.&quot;Pendekatan pengembangan berulang yang cepat ini telah menjadi dasar dari semua kemajuan inovatif utama SpaceX, termasuk Falcon, Dragon, dan Starlink,&quot; Lanjut perusahaan itu dalam update terbarunya.
SpaceX melakukan uji coba penerbangan orbital pertama Starship setinggi 394 kaki pada tanggal 20 April. Selama peluncuran tersebut, daya dorong luar biasa dari 33 mesin Super Heavy booster Raptor mendatangkan malapetaka di landasan peluncuran, melontarkan bongkahan beton dan pasir yang bertiup bermil-mil jauhnya ke area sekitar.
Begitu roket mengudara, mesin demi mesin mati, membuat SpaceX mengeluarkan perintah penghancuran otomatis yang menyebabkan roket meledak di udara sekitar empat menit setelah peluncuran. (Salsabila Nur Azizah)</content:encoded></item></channel></rss>
