<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>3 Jenis Penguncian Helm yang Umum Digunakan, Mana Paling Aman?</title><description>Berikut tiga jenis penguncian helm yang sering digunakan di Indonesia.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/09/53/2879941/3-jenis-penguncian-helm-yang-umum-digunakan-mana-paling-aman</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/09/53/2879941/3-jenis-penguncian-helm-yang-umum-digunakan-mana-paling-aman"/><item><title>3 Jenis Penguncian Helm yang Umum Digunakan, Mana Paling Aman?</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/09/53/2879941/3-jenis-penguncian-helm-yang-umum-digunakan-mana-paling-aman</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/09/53/2879941/3-jenis-penguncian-helm-yang-umum-digunakan-mana-paling-aman</guid><pubDate>Sabtu 09 September 2023 11:39 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Fadli Ramadan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/09/53/2879941/3-jenis-penguncian-helm-yang-umum-digunakan-mana-paling-aman-if3tkkUJYy.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Jenis Penguncian Helm (Foto: Muhamad Fadli Ramadan/MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/09/53/2879941/3-jenis-penguncian-helm-yang-umum-digunakan-mana-paling-aman-if3tkkUJYy.JPG</image><title>Jenis Penguncian Helm (Foto: Muhamad Fadli Ramadan/MPI)</title></images><description>JAKARTA - Helm menjadi perlengkapan berkendara paling penting bagi pengendara sepeda motor. Tapi tahukah Anda bahwa terdapat beragam jenis penguncian helm yang aman untuk melindungi kepada.
Di Indonesia terdapat tiga jenis penguncian helm yang umum digunakan. Sekadar informasi, tali penguncian helm merupakan bagian penting untuk menunjang keselamatan penggunanya. Tanpa penguncian, helm bisa terlepas dari kepala dan dapat menyebabkan cedera fatal saat terjadi kecelakaan.

BACA JUGA:
Tips Mencuci Helm Sendiri, Perhatikan Langkahnya

Lantas apa saja tiga jenis penguncian helm yang umum digunakan di Indonesia? Berikut ulasan lengkapnya.
1. Quick Release
Model penguncian ini paling umum digunakan pada helm&amp;nbsp;half&amp;nbsp; face&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;full face. Jenis penguncian ini memilik kelebihan mudah untuk melepas dan memasangnya. Pengguna hanya perlu menyambungkan penguncian hingga berbunyi &amp;ldquo;klik&amp;rdquo;.
2. Micro Lock
Jenis penguncian ini biasanya terbuat dari material plastik dengan memiliki ciri khas bergerigi pada salah satu pengunciannya. Pengguna hanya perlu memasukkan ke dalam rumah pengunciannya dan menarik tuas untuk melepasnya.

BACA JUGA:
Simak Ya! Ini Cara Menghemat BBM Motor

3. Double D-ring
Model satu ini memiliki tingkat kerumitan paling tinggi dalam hal memasang dan melepaskannya. Jenis pengunciannya berupa tali panjang dan dua buah besi berbentuk &amp;ldquo;D&amp;rdquo; sebagai rumahnya.
Untuk pemasangannya, tali dimasukkan ke kedua D-ring kemudian diselipkan lagi ke salah satunya. Pengguna hanya perlu mengencangkan tali apabila dirasa kurang kencang atau helm belum mengunci di kepala.Brand Manager JP Helmet, Salomon Manalu menjelaskan bahwa jenis penguncian Double D-ring menjadi yang paling aman saat ini. Itu juga terbukti dari penggunaannya untuk helm balap seperti yang digunakan oleh para pembalap MotoGP.

BACA JUGA:
Berapa Pajak Mobil Toyota Calya? Simak Ulasannya

Namun, pria yang akrab disapa Momon itu mengatakan bahwa jenis Double D-ring belum populer di Indonesia. Selain itu, penggunaannya juga rumit dan harga helm yang cukup mahal dengan sistem penguncian tersebut.
&amp;ldquo;Jadi kalau ada hentakan besar, tali ini yang menahan. Jadi secara kekuatan memang maksimal pakai Double D-ring. Jadi ya model ini memang belum banyak orang terbiasa, apalagi ketika pakai sarung tangan,&amp;rdquo; kata Momon saat ditemui di BSD City, Tangerang, beberapa waktu lalu.</description><content:encoded>JAKARTA - Helm menjadi perlengkapan berkendara paling penting bagi pengendara sepeda motor. Tapi tahukah Anda bahwa terdapat beragam jenis penguncian helm yang aman untuk melindungi kepada.
Di Indonesia terdapat tiga jenis penguncian helm yang umum digunakan. Sekadar informasi, tali penguncian helm merupakan bagian penting untuk menunjang keselamatan penggunanya. Tanpa penguncian, helm bisa terlepas dari kepala dan dapat menyebabkan cedera fatal saat terjadi kecelakaan.

BACA JUGA:
Tips Mencuci Helm Sendiri, Perhatikan Langkahnya

Lantas apa saja tiga jenis penguncian helm yang umum digunakan di Indonesia? Berikut ulasan lengkapnya.
1. Quick Release
Model penguncian ini paling umum digunakan pada helm&amp;nbsp;half&amp;nbsp; face&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;full face. Jenis penguncian ini memilik kelebihan mudah untuk melepas dan memasangnya. Pengguna hanya perlu menyambungkan penguncian hingga berbunyi &amp;ldquo;klik&amp;rdquo;.
2. Micro Lock
Jenis penguncian ini biasanya terbuat dari material plastik dengan memiliki ciri khas bergerigi pada salah satu pengunciannya. Pengguna hanya perlu memasukkan ke dalam rumah pengunciannya dan menarik tuas untuk melepasnya.

BACA JUGA:
Simak Ya! Ini Cara Menghemat BBM Motor

3. Double D-ring
Model satu ini memiliki tingkat kerumitan paling tinggi dalam hal memasang dan melepaskannya. Jenis pengunciannya berupa tali panjang dan dua buah besi berbentuk &amp;ldquo;D&amp;rdquo; sebagai rumahnya.
Untuk pemasangannya, tali dimasukkan ke kedua D-ring kemudian diselipkan lagi ke salah satunya. Pengguna hanya perlu mengencangkan tali apabila dirasa kurang kencang atau helm belum mengunci di kepala.Brand Manager JP Helmet, Salomon Manalu menjelaskan bahwa jenis penguncian Double D-ring menjadi yang paling aman saat ini. Itu juga terbukti dari penggunaannya untuk helm balap seperti yang digunakan oleh para pembalap MotoGP.

BACA JUGA:
Berapa Pajak Mobil Toyota Calya? Simak Ulasannya

Namun, pria yang akrab disapa Momon itu mengatakan bahwa jenis Double D-ring belum populer di Indonesia. Selain itu, penggunaannya juga rumit dan harga helm yang cukup mahal dengan sistem penguncian tersebut.
&amp;ldquo;Jadi kalau ada hentakan besar, tali ini yang menahan. Jadi secara kekuatan memang maksimal pakai Double D-ring. Jadi ya model ini memang belum banyak orang terbiasa, apalagi ketika pakai sarung tangan,&amp;rdquo; kata Momon saat ditemui di BSD City, Tangerang, beberapa waktu lalu.</content:encoded></item></channel></rss>
