<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kenapa Internet dari Satelit Lebih Mahal? Ini Penjelasannya</title><description>Kenapa internet dari satelit lebih mahal dibandingkan dengan internet biasa? Begini penjelasannya.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/05/54/2877591/kenapa-internet-dari-satelit-lebih-mahal-ini-penjelasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/05/54/2877591/kenapa-internet-dari-satelit-lebih-mahal-ini-penjelasannya"/><item><title>Kenapa Internet dari Satelit Lebih Mahal? Ini Penjelasannya</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/05/54/2877591/kenapa-internet-dari-satelit-lebih-mahal-ini-penjelasannya</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/05/54/2877591/kenapa-internet-dari-satelit-lebih-mahal-ini-penjelasannya</guid><pubDate>Selasa 05 September 2023 17:22 WIB</pubDate><dc:creator>Redaksi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/05/54/2877591/kenapa-internet-dari-satelit-lebih-mahal-ini-penjelasannya-Akjzm2ANi6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kenapa internet satelit mahal? (Foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/05/54/2877591/kenapa-internet-dari-satelit-lebih-mahal-ini-penjelasannya-Akjzm2ANi6.jpg</image><title>Kenapa internet satelit mahal? (Foto: Istimewa)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wMy80LzEyNDAyOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Kenapa internet dari satelit lebih mahal dibandingkan dengan internet biasa? Padahal internet satelit memiliki koneksi broadband yang lebih lambat dari internet biasa dan sering kali kondisi cuaca menjadi kendala bagi internet satelit. Di Indonesia sendiri berlangganan internet satelit membutuhkan biaya mulai dari Rp1-10 jutaan.
Internet satelit menjadi salah satu cara yang digunakan banyak orang untuk dapat mengakses internet cepat yang biasanya digunakan untuk layanan pendidikan, kesehatan, pemerintahan, perusahaan, atau daerah-daerah yang belum memiliki jaringan komunikasi terestrial. Cara kerja layanan internet ini yang menjadikannya memerlukan biaya yang cukup mahal.

Sebagian besar, adanya pembatasan teknologi satelit ini menjadikannya membutuhkan dana yang mahal. Hal ini mencakup kecepatan, data, dan peralatan seperti parabola di rumah dan infrastruktur satelit geostasioner atau orbit rendah bumi.
Penyedia layanan internet akan mengirimkan satelit ke luar angkasa untuk mengorbit mengelilingi bumi. ISP tersebut kemudian mengandalkan sinyal yang diarahkan melalui salah satu satelit di orbit rendah atau tinggi bumi dan parabola receiver yang menangkap sinyal tersebut.

BACA JUGA:
Siapa Pemilik Starlink? Berikut Profilnya

Receiver biasanya ditempatkan di rumah, layanan publik, perusahaan atau tempat tertentu yang tidak memiliki halangan pada langit seperti halnya kabel. Anda akan menyambungkan modem ke parabola tersebut untuk menerjemahkan sinyal yang masuk ke dalam koneksi internet yang digunakan. Pengguna juga memerlukan listrik untuk menjaga receiver tetap menyala.
Meski tidak bergantung pada kabel, fiber atau saluran telepon, teknologi ini tidak berkembang dengan baik di daerah pedesaan karena kurangnya penduduk yang membuat penyedia layanan harus mengeluarkan biaya lebih banyak untuk menjangkau lebih banyak wilayah untuk membawa jumlah pengguna yang sama ke internet.Dengan harga yang cukup mahal, namun internet satelit dapat menjangkau banyak daerah yang belum menyediakan internet broadband. Banyak juga perusahaan pelayanan internet ini menawarkan paket yang sesuai dengan kebutuhan para penggunanya. Terlebih kabar mengenai Starlink milik Elon Musk yang akan hadir di Indonesia membuat ketersediaan internet di daerah terpencil akan semakin meluas.
Internet satelit menjadi solusi yang tepat dan cocok digunakan untuk di daerah-daerah yang masih belum terjangkau atau daerah terpencil. Dan itulah alasan yang membuat internet satelit lebih mahal dibandingkan dengan internet biasa. (Taja Aurora Bianca)</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wMy80LzEyNDAyOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Kenapa internet dari satelit lebih mahal dibandingkan dengan internet biasa? Padahal internet satelit memiliki koneksi broadband yang lebih lambat dari internet biasa dan sering kali kondisi cuaca menjadi kendala bagi internet satelit. Di Indonesia sendiri berlangganan internet satelit membutuhkan biaya mulai dari Rp1-10 jutaan.
Internet satelit menjadi salah satu cara yang digunakan banyak orang untuk dapat mengakses internet cepat yang biasanya digunakan untuk layanan pendidikan, kesehatan, pemerintahan, perusahaan, atau daerah-daerah yang belum memiliki jaringan komunikasi terestrial. Cara kerja layanan internet ini yang menjadikannya memerlukan biaya yang cukup mahal.

Sebagian besar, adanya pembatasan teknologi satelit ini menjadikannya membutuhkan dana yang mahal. Hal ini mencakup kecepatan, data, dan peralatan seperti parabola di rumah dan infrastruktur satelit geostasioner atau orbit rendah bumi.
Penyedia layanan internet akan mengirimkan satelit ke luar angkasa untuk mengorbit mengelilingi bumi. ISP tersebut kemudian mengandalkan sinyal yang diarahkan melalui salah satu satelit di orbit rendah atau tinggi bumi dan parabola receiver yang menangkap sinyal tersebut.

BACA JUGA:
Siapa Pemilik Starlink? Berikut Profilnya

Receiver biasanya ditempatkan di rumah, layanan publik, perusahaan atau tempat tertentu yang tidak memiliki halangan pada langit seperti halnya kabel. Anda akan menyambungkan modem ke parabola tersebut untuk menerjemahkan sinyal yang masuk ke dalam koneksi internet yang digunakan. Pengguna juga memerlukan listrik untuk menjaga receiver tetap menyala.
Meski tidak bergantung pada kabel, fiber atau saluran telepon, teknologi ini tidak berkembang dengan baik di daerah pedesaan karena kurangnya penduduk yang membuat penyedia layanan harus mengeluarkan biaya lebih banyak untuk menjangkau lebih banyak wilayah untuk membawa jumlah pengguna yang sama ke internet.Dengan harga yang cukup mahal, namun internet satelit dapat menjangkau banyak daerah yang belum menyediakan internet broadband. Banyak juga perusahaan pelayanan internet ini menawarkan paket yang sesuai dengan kebutuhan para penggunanya. Terlebih kabar mengenai Starlink milik Elon Musk yang akan hadir di Indonesia membuat ketersediaan internet di daerah terpencil akan semakin meluas.
Internet satelit menjadi solusi yang tepat dan cocok digunakan untuk di daerah-daerah yang masih belum terjangkau atau daerah terpencil. Dan itulah alasan yang membuat internet satelit lebih mahal dibandingkan dengan internet biasa. (Taja Aurora Bianca)</content:encoded></item></channel></rss>
