<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Erick Thohir Sebut Banyak Investor Asing Minat Bangun EV Battery Indonesia: Kita Terbuka Saja</title><description>Pemerintah Indonesia masih membuka peluang bagi investor asing untuk ikut membangun ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/05/52/2877791/erick-thohir-sebut-banyak-investor-asing-minat-bangun-ev-battery-indonesia-kita-terbuka-saja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/05/52/2877791/erick-thohir-sebut-banyak-investor-asing-minat-bangun-ev-battery-indonesia-kita-terbuka-saja"/><item><title>Erick Thohir Sebut Banyak Investor Asing Minat Bangun EV Battery Indonesia: Kita Terbuka Saja</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/05/52/2877791/erick-thohir-sebut-banyak-investor-asing-minat-bangun-ev-battery-indonesia-kita-terbuka-saja</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/05/52/2877791/erick-thohir-sebut-banyak-investor-asing-minat-bangun-ev-battery-indonesia-kita-terbuka-saja</guid><pubDate>Selasa 05 September 2023 22:58 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/05/52/2877791/erick-thohir-sebut-banyak-investor-asing-minat-bangun-ev-battery-indonesia-kita-terbuka-saja-jAcfDUkYS6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi mobil listrik. (Doc. Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/05/52/2877791/erick-thohir-sebut-banyak-investor-asing-minat-bangun-ev-battery-indonesia-kita-terbuka-saja-jAcfDUkYS6.jpg</image><title>Ilustrasi mobil listrik. (Doc. Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah Indonesia masih membuka peluang bagi investor asing untuk ikut membangun ekosistem kendaraan listrik  di Indonesia.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, memastikan selain China dan Korea Selatan (Korsel), ada sejumlah negara yang menaruh minat berinvestasi dalam pembangunan baterai kendaraan listrik atau EV Battery di Tanah Air.

BACA JUGA:
Ini Alasan Orang Malas Beli Mobil Listrik, Gegara Isu Lingkungan Salah Satunya

&quot;Nah, kembali tadi kita bicara ekosistem dari pada EV Battery, jelas kita membuka investasi dari banyak negara kita tidak membeda-bedakan,&quot; ujar Erick saat konferensi pers ASEAN Indo-Pacific Forum (AIPF) Jakarta Selatan, Selasa (5/9/2023).
Menurutnya, para investor tidak hanya tertarik pada pengembangan ekosistem kendaraan listrik, namun juga di sektor lain seperti pertambangan.
&quot;Nah karena itu sekarang banyak investasi datang dari China dari Korea dari Amerika dari Eropa datang, dan itu tidak hanya IBC, ada juga Vale dan lain-lain,&quot; ucapnya.
Tercatat, total investasi yang digelontorkan investor Jerman untuk pabrik baterai kendaraan listrik sudah mencapai USD4,6 miliar atau setara Rp68,32 triliun.

BACA JUGA:
Kebijakan 1 KTP 1 Motor Listrik, Pengamat: Hanya Dinikmati Kalangan Menengah Atas

Nilai investasi pabrik EV Battery tersebut disuntik Badische Anilin-und Soda-Fabrik (BASF), dan Volkswagen (VW). Di mana, nilai tersebut sudah termasuk komitmen VW sebesar sebesar USD2,6 miliar
Pemerintah juga menggandeng investor China dan Korea Selatan, seperti LG Energy Solution (LGES) dan Ningbo Contemporary Brunp Lygend (CBL).Bahkan, Erick memastikan pihaknya membuka diri pada investor Vietnam, jika ingin berpartisipasi dalam pembangunan EV Battery.
&quot;Nah hal-hal ini tadi disampaikan kepada Presiden kalau misalnya perusahaan seperti Vietnam ingin masuk ke Indonesia kita terbuka saja,&quot; tutur dia.

BACA JUGA:
Daftar Motor Listrik Subsidi Paling Murah, Harga Mulai Rp5 Jutaan!

Langkah pemerintah menggandeng perusahaan global dalam pembangunan kendaraan listrik di Indonesia hanya semata-mata memperkuat hilirisasi sumber daya alam. Sehingga, Indonesia tidak lagi menjadi negara pengekspor bahan baku ke negara lain.
&quot;Karena kita kembali, kita ingin memastikan investasi itu hadir, tetapi komitmen Bapak Presiden jelas kita tidak mengirim yang namanya raw material ke luar negeri, tetapi hilirisasi harus terjadi di Indonesia,&quot; kata Erick.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah Indonesia masih membuka peluang bagi investor asing untuk ikut membangun ekosistem kendaraan listrik  di Indonesia.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, memastikan selain China dan Korea Selatan (Korsel), ada sejumlah negara yang menaruh minat berinvestasi dalam pembangunan baterai kendaraan listrik atau EV Battery di Tanah Air.

BACA JUGA:
Ini Alasan Orang Malas Beli Mobil Listrik, Gegara Isu Lingkungan Salah Satunya

&quot;Nah, kembali tadi kita bicara ekosistem dari pada EV Battery, jelas kita membuka investasi dari banyak negara kita tidak membeda-bedakan,&quot; ujar Erick saat konferensi pers ASEAN Indo-Pacific Forum (AIPF) Jakarta Selatan, Selasa (5/9/2023).
Menurutnya, para investor tidak hanya tertarik pada pengembangan ekosistem kendaraan listrik, namun juga di sektor lain seperti pertambangan.
&quot;Nah karena itu sekarang banyak investasi datang dari China dari Korea dari Amerika dari Eropa datang, dan itu tidak hanya IBC, ada juga Vale dan lain-lain,&quot; ucapnya.
Tercatat, total investasi yang digelontorkan investor Jerman untuk pabrik baterai kendaraan listrik sudah mencapai USD4,6 miliar atau setara Rp68,32 triliun.

BACA JUGA:
Kebijakan 1 KTP 1 Motor Listrik, Pengamat: Hanya Dinikmati Kalangan Menengah Atas

Nilai investasi pabrik EV Battery tersebut disuntik Badische Anilin-und Soda-Fabrik (BASF), dan Volkswagen (VW). Di mana, nilai tersebut sudah termasuk komitmen VW sebesar sebesar USD2,6 miliar
Pemerintah juga menggandeng investor China dan Korea Selatan, seperti LG Energy Solution (LGES) dan Ningbo Contemporary Brunp Lygend (CBL).Bahkan, Erick memastikan pihaknya membuka diri pada investor Vietnam, jika ingin berpartisipasi dalam pembangunan EV Battery.
&quot;Nah hal-hal ini tadi disampaikan kepada Presiden kalau misalnya perusahaan seperti Vietnam ingin masuk ke Indonesia kita terbuka saja,&quot; tutur dia.

BACA JUGA:
Daftar Motor Listrik Subsidi Paling Murah, Harga Mulai Rp5 Jutaan!

Langkah pemerintah menggandeng perusahaan global dalam pembangunan kendaraan listrik di Indonesia hanya semata-mata memperkuat hilirisasi sumber daya alam. Sehingga, Indonesia tidak lagi menjadi negara pengekspor bahan baku ke negara lain.
&quot;Karena kita kembali, kita ingin memastikan investasi itu hadir, tetapi komitmen Bapak Presiden jelas kita tidak mengirim yang namanya raw material ke luar negeri, tetapi hilirisasi harus terjadi di Indonesia,&quot; kata Erick.</content:encoded></item></channel></rss>
