<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Meta Hadirkan Opsi Facebook dan Instagram Berbayar Tanpa Iklan di Eropa</title><description>Meta buka opsi untuk menghadirkan Facebook dan Instagram berbayar tanpa iklan bagi penggunanya di Eropa.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/04/54/2876833/meta-hadirkan-opsi-facebook-dan-instagram-berbayar-tanpa-iklan-di-eropa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/04/54/2876833/meta-hadirkan-opsi-facebook-dan-instagram-berbayar-tanpa-iklan-di-eropa"/><item><title>Meta Hadirkan Opsi Facebook dan Instagram Berbayar Tanpa Iklan di Eropa</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/04/54/2876833/meta-hadirkan-opsi-facebook-dan-instagram-berbayar-tanpa-iklan-di-eropa</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/04/54/2876833/meta-hadirkan-opsi-facebook-dan-instagram-berbayar-tanpa-iklan-di-eropa</guid><pubDate>Senin 04 September 2023 16:48 WIB</pubDate><dc:creator>Redaksi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/04/54/2876833/meta-hadirkan-opsi-facebook-dan-instagram-berbayar-tanpa-iklan-di-eropa-mqpcw4GtBN.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Meta (Foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/04/54/2876833/meta-hadirkan-opsi-facebook-dan-instagram-berbayar-tanpa-iklan-di-eropa-mqpcw4GtBN.jpeg</image><title>Meta (Foto: Istimewa)</title></images><description>META membuka opsi untuk menghadirkan Facebook dan Instagram berbayar tanpa iklan bagi penggunanya di Eropa. Apa saja keistimewaannya?
&amp;nbsp;Dikabarkan oleh The New York Times, Minggu (3/9/2023), Meta sedang mempertimbangkan kemungkinan menyediakan langganan berbayar untuk layanan media sosial mereka. Pengguna yang berlangganan tidak akan melihat iklan pada Instagram maupun Facebook.
&amp;ldquo;Pengguna berbayar untuk langganan Facebook dan Instagram tidak akan melihat iklan di keduanya,&amp;rdquo; ungkap sumber yang tak mau disebutkan namanya, sebab rencana ini masih bersifat rahasia.

BACA JUGA:
Meta Blokir Ribuan Akun Facebook di China Gara-Gara Ini

Langkah ini segaja diambil Meta untuk meredakan kekhawatiran yang diajukan oleh Uni Eropa tentang privasi pengguna dan iklan. Masih belum jelas harga maupun tanggal peluncurannya opsi tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, Meta tampak masih belum memberikan tanggapan resmi terhadap bocoran tersebut. Mereka tampak harus berhati-hati mengingat banyak pencurian data pribadi di media sosial.

BACA JUGA:
Threads Akhirnya Hadirkan Fitur Pencarian Kata Kunci

Selama hampir 20 tahun, bisnis utama Meta berpusat pada penawaran layanan jejaring sosial gratis kepada pengguna dan menjual iklan kepada perusahaan yang ingin menjangkau pengguna tersebut. Adanya layanan berbayar akan jadi contoh yang jelas tentang bagaimana perusahaan harus merancang ulang layanan untuk mematuhi peraturan privasi data dan kebijakan pemerintah lainnya, terutama di Eropa.
Sebagai pengingat, pada bulan Januari lalu perusahaan juga didenda 390 juta euro oleh pihak otoritas Irlandia karena memaksa pengguna untuk menerima iklan yang dipersonalisasi sebagai syarat untuk menggunakan Facebook.&amp;nbsp;
Keputusan tersebut berasal dari pemberlakuan Peraturan Perlindungan Data Umum Eropa (General Data Protection Regulation) atau G.D.P.R. pada tahun 2018, yang merupakan undang-undang penting untuk melindungi data online masyarakat.Adanya rencana Meta untuk membuat langganan berbayar menunjukkan bagaimana mereka yang tinggal di Uni Eropa, --yang terdiri dari 27 negara dan sekitar 450 juta orang, dapat mulai melihat berbagai versi layanan teknologi untuk pengguna yang berbeda karena adanya undang-undang, peraturan, dan putusan pengadilan yang baru.
Seiring dengan diberlakukannya undang-undang baru Uni Eropa yang disebut Digital Services Act untuk membatasi aliran konten terlarang secara online, pengguna TikTok dan Instagram di wilayah tersebut juga dapat memilih untuk memblokir data pribadi agar tidak digunakan dalam membuat konten di media sosial mereka.
Pada tahun depan, undang-undang lain yang berfokus pada teknologi Uni Eropa, Digital Markets Act, akan berlaku. Undang-undang ini akan memaksa platform teknologi besar untuk mengubah praktik bisnis tertentu untuk mendorong persaingan dan akan memiliki dampak yang luas.

BACA JUGA:
Cara Ubah Akun Pribadi Instagram Jadi Akun Bisnis

&quot;Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan digital mematuhi peraturan digital Uni Eropa, yang menunjukkan bahwa mereka tetap terikat pada pemerintah dan bukan sebaliknya,&quot; kata Anu Bradford, profesor hukum dari Columbia University dan penulis &quot;Digital Empires: Pertarungan Global untuk Mengatur Teknologi.&quot;
Di luar hambatan-hambatan di Eropa, Meta berusaha menghidupkan kembali bisnisnya setelah kegelisahan ekonomi global menghambat pertumbuhan penjualan iklan. Meta juga masih mendorong visinya tentang dunia digital imersif metaverse, sebuah proyek mahal yang diperjuangkan oleh Mark Zuckerberg yang masih dalam tahap awal. (Salsabila Nur Azizah)</description><content:encoded>META membuka opsi untuk menghadirkan Facebook dan Instagram berbayar tanpa iklan bagi penggunanya di Eropa. Apa saja keistimewaannya?
&amp;nbsp;Dikabarkan oleh The New York Times, Minggu (3/9/2023), Meta sedang mempertimbangkan kemungkinan menyediakan langganan berbayar untuk layanan media sosial mereka. Pengguna yang berlangganan tidak akan melihat iklan pada Instagram maupun Facebook.
&amp;ldquo;Pengguna berbayar untuk langganan Facebook dan Instagram tidak akan melihat iklan di keduanya,&amp;rdquo; ungkap sumber yang tak mau disebutkan namanya, sebab rencana ini masih bersifat rahasia.

BACA JUGA:
Meta Blokir Ribuan Akun Facebook di China Gara-Gara Ini

Langkah ini segaja diambil Meta untuk meredakan kekhawatiran yang diajukan oleh Uni Eropa tentang privasi pengguna dan iklan. Masih belum jelas harga maupun tanggal peluncurannya opsi tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, Meta tampak masih belum memberikan tanggapan resmi terhadap bocoran tersebut. Mereka tampak harus berhati-hati mengingat banyak pencurian data pribadi di media sosial.

BACA JUGA:
Threads Akhirnya Hadirkan Fitur Pencarian Kata Kunci

Selama hampir 20 tahun, bisnis utama Meta berpusat pada penawaran layanan jejaring sosial gratis kepada pengguna dan menjual iklan kepada perusahaan yang ingin menjangkau pengguna tersebut. Adanya layanan berbayar akan jadi contoh yang jelas tentang bagaimana perusahaan harus merancang ulang layanan untuk mematuhi peraturan privasi data dan kebijakan pemerintah lainnya, terutama di Eropa.
Sebagai pengingat, pada bulan Januari lalu perusahaan juga didenda 390 juta euro oleh pihak otoritas Irlandia karena memaksa pengguna untuk menerima iklan yang dipersonalisasi sebagai syarat untuk menggunakan Facebook.&amp;nbsp;
Keputusan tersebut berasal dari pemberlakuan Peraturan Perlindungan Data Umum Eropa (General Data Protection Regulation) atau G.D.P.R. pada tahun 2018, yang merupakan undang-undang penting untuk melindungi data online masyarakat.Adanya rencana Meta untuk membuat langganan berbayar menunjukkan bagaimana mereka yang tinggal di Uni Eropa, --yang terdiri dari 27 negara dan sekitar 450 juta orang, dapat mulai melihat berbagai versi layanan teknologi untuk pengguna yang berbeda karena adanya undang-undang, peraturan, dan putusan pengadilan yang baru.
Seiring dengan diberlakukannya undang-undang baru Uni Eropa yang disebut Digital Services Act untuk membatasi aliran konten terlarang secara online, pengguna TikTok dan Instagram di wilayah tersebut juga dapat memilih untuk memblokir data pribadi agar tidak digunakan dalam membuat konten di media sosial mereka.
Pada tahun depan, undang-undang lain yang berfokus pada teknologi Uni Eropa, Digital Markets Act, akan berlaku. Undang-undang ini akan memaksa platform teknologi besar untuk mengubah praktik bisnis tertentu untuk mendorong persaingan dan akan memiliki dampak yang luas.

BACA JUGA:
Cara Ubah Akun Pribadi Instagram Jadi Akun Bisnis

&quot;Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan digital mematuhi peraturan digital Uni Eropa, yang menunjukkan bahwa mereka tetap terikat pada pemerintah dan bukan sebaliknya,&quot; kata Anu Bradford, profesor hukum dari Columbia University dan penulis &quot;Digital Empires: Pertarungan Global untuk Mengatur Teknologi.&quot;
Di luar hambatan-hambatan di Eropa, Meta berusaha menghidupkan kembali bisnisnya setelah kegelisahan ekonomi global menghambat pertumbuhan penjualan iklan. Meta juga masih mendorong visinya tentang dunia digital imersif metaverse, sebuah proyek mahal yang diperjuangkan oleh Mark Zuckerberg yang masih dalam tahap awal. (Salsabila Nur Azizah)</content:encoded></item></channel></rss>
