<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>2 Negara ASEAN yang Sudah Gunakan Starlink, Indonesia Nyusul?</title><description>Berikut dua negara ASEAN yang sudah lebih dulu menggunakan layanan Starlink milik Elon Musk.&amp;nbsp;</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/02/54/2875885/2-negara-asean-yang-sudah-gunakan-starlink-indonesia-nyusul</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/02/54/2875885/2-negara-asean-yang-sudah-gunakan-starlink-indonesia-nyusul"/><item><title>2 Negara ASEAN yang Sudah Gunakan Starlink, Indonesia Nyusul?</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/02/54/2875885/2-negara-asean-yang-sudah-gunakan-starlink-indonesia-nyusul</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/02/54/2875885/2-negara-asean-yang-sudah-gunakan-starlink-indonesia-nyusul</guid><pubDate>Sabtu 02 September 2023 14:39 WIB</pubDate><dc:creator>Saliki Dwi Saputra </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/02/54/2875885/2-negara-asean-yang-sudah-gunakan-starlink-indonesia-nyusul-nw9jktRkLf.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Starlink milik Elon Musk (Foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/02/54/2875885/2-negara-asean-yang-sudah-gunakan-starlink-indonesia-nyusul-nw9jktRkLf.jpeg</image><title>Starlink milik Elon Musk (Foto: Istimewa)</title></images><description>JAKARTA -&amp;nbsp;Layanan Starlink milik Elon Musk masih menjadi pembahasan yang menarik untuk diulas. Pasalnya layanan internet cepat yang memanfaatkan satelit itu baru hadir di dua negara di Asia Tenggara.
Seperti diketahui, Starlink memanfaatkan satelit luar angkasa, bukan menggunakan kabel fiber optic yang umum digunakan oleh banyak operator di Indonesia. Hal inilah yang membuat kecepatan internet mereka begitu ngebut.

BACA JUGA:
Perbandingan Kecepatan Starlink dengan Provider di Indonesia, Bak Bumi dan Langit

Setelah memancarkan jariangan broadband ke bumi lewat satelit, jaringan tersebut akan ditangkap oleh Starlink Base di area rumah pengguna. Perangkat WiFi Router berfungsi untuk menyalurkan kembali jaringan tersebut ke gadget pengguna.
Kecepatan akses internet yang ditawarkan Starlink tidak main-main karena berkisar pada angka 100 Mbps hingga 200 Mbps, dengan waktu transfer data atau latensi 20 ms.&amp;nbsp;

BACA JUGA:
Starlink Elon Musk Segera Masuk Indonesia, Seberapa Ngebut Kecepatannya?

Di Asia Tenggara sendiri, Starlink ternyata baru hadir tahun ini di dua negara tetangga, yakni Filipina dan Malaysia. Menariknya Filipina bahkan menjadi negara kedua yang menggunakan Starlink setelah Jepang.
Dalam laman resmi Starlink, mereka mengumumkan kehadiran di Filipina pada Februari 2023 kemarin. Kabar bahagia itu pun juga disampaikan oleh Elon Musk di akun X pribadinya.
&quot;Bersiap! Starlink sekarang tersedia di Filipina!&quot; tulis Bos SpaceX itu pada 22 Februari lalu.Setelah Filipina, Malaysia menjadi negara kedua yang menggunakan Starlink. Bedanya Starlink baru masuk ke Negeri Jiran pada 24 Juli kemarin.
Dalam soal kecepatan, Starlink memang memiliki nilai yang berbeda di tiap negara. Dilansir dari Ookla, Sabtu (2/8/2023) kecepatan Starlink di Filipina mencapai 110.78 Mbps sedangkan di Malaysia mencapai 100 Mbps.

BACA JUGA:
4.000 Satelit Starlink Milik Elon Musk Ternyata Pancarkan Radiasi Berbahaya

Indonesia sendiri kabarnya baru akan bisa menikmati layanan Starlink mulai tahun depan. Untuk biaya berlangganan bulan Starlink saja dibanderol dengan harga 99 dolar AS, setara Rp1,4 juta. Jumlah tersebut bahkan belum termasuk parabola dan router seharganya 549 dolar AS, setara Rp8,1 juta.</description><content:encoded>JAKARTA -&amp;nbsp;Layanan Starlink milik Elon Musk masih menjadi pembahasan yang menarik untuk diulas. Pasalnya layanan internet cepat yang memanfaatkan satelit itu baru hadir di dua negara di Asia Tenggara.
Seperti diketahui, Starlink memanfaatkan satelit luar angkasa, bukan menggunakan kabel fiber optic yang umum digunakan oleh banyak operator di Indonesia. Hal inilah yang membuat kecepatan internet mereka begitu ngebut.

BACA JUGA:
Perbandingan Kecepatan Starlink dengan Provider di Indonesia, Bak Bumi dan Langit

Setelah memancarkan jariangan broadband ke bumi lewat satelit, jaringan tersebut akan ditangkap oleh Starlink Base di area rumah pengguna. Perangkat WiFi Router berfungsi untuk menyalurkan kembali jaringan tersebut ke gadget pengguna.
Kecepatan akses internet yang ditawarkan Starlink tidak main-main karena berkisar pada angka 100 Mbps hingga 200 Mbps, dengan waktu transfer data atau latensi 20 ms.&amp;nbsp;

BACA JUGA:
Starlink Elon Musk Segera Masuk Indonesia, Seberapa Ngebut Kecepatannya?

Di Asia Tenggara sendiri, Starlink ternyata baru hadir tahun ini di dua negara tetangga, yakni Filipina dan Malaysia. Menariknya Filipina bahkan menjadi negara kedua yang menggunakan Starlink setelah Jepang.
Dalam laman resmi Starlink, mereka mengumumkan kehadiran di Filipina pada Februari 2023 kemarin. Kabar bahagia itu pun juga disampaikan oleh Elon Musk di akun X pribadinya.
&quot;Bersiap! Starlink sekarang tersedia di Filipina!&quot; tulis Bos SpaceX itu pada 22 Februari lalu.Setelah Filipina, Malaysia menjadi negara kedua yang menggunakan Starlink. Bedanya Starlink baru masuk ke Negeri Jiran pada 24 Juli kemarin.
Dalam soal kecepatan, Starlink memang memiliki nilai yang berbeda di tiap negara. Dilansir dari Ookla, Sabtu (2/8/2023) kecepatan Starlink di Filipina mencapai 110.78 Mbps sedangkan di Malaysia mencapai 100 Mbps.

BACA JUGA:
4.000 Satelit Starlink Milik Elon Musk Ternyata Pancarkan Radiasi Berbahaya

Indonesia sendiri kabarnya baru akan bisa menikmati layanan Starlink mulai tahun depan. Untuk biaya berlangganan bulan Starlink saja dibanderol dengan harga 99 dolar AS, setara Rp1,4 juta. Jumlah tersebut bahkan belum termasuk parabola dan router seharganya 549 dolar AS, setara Rp8,1 juta.</content:encoded></item></channel></rss>
