<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hacker Berhasil Lumpuhkan Dua Teleskop Tercanggih di Dunia</title><description>Serangan hacker disebut telah melumpuhkan dua teleskop tercanggih di dunia yang berada di Hawaii dan Chili.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/01/56/2875380/hacker-berhasil-lumpuhkan-dua-teleskop-tercanggih-di-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/01/56/2875380/hacker-berhasil-lumpuhkan-dua-teleskop-tercanggih-di-dunia"/><item><title>Hacker Berhasil Lumpuhkan Dua Teleskop Tercanggih di Dunia</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/01/56/2875380/hacker-berhasil-lumpuhkan-dua-teleskop-tercanggih-di-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/09/01/56/2875380/hacker-berhasil-lumpuhkan-dua-teleskop-tercanggih-di-dunia</guid><pubDate>Jum'at 01 September 2023 17:01 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/01/56/2875380/hacker-berhasil-lumpuhkan-dua-teleskop-tercanggih-di-dunia-B8aTkZNOah.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Teleskop Gemini di Hawaii (Foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/01/56/2875380/hacker-berhasil-lumpuhkan-dua-teleskop-tercanggih-di-dunia-B8aTkZNOah.jpeg</image><title>Teleskop Gemini di Hawaii (Foto: Istimewa)</title></images><description>INVESTIGASI yang dilakukan National Science Foundation (NSF) Amerika Serikat menemukan adanya serangan hacker telah melumpuhkan dua teleskop tercanggih di dunia. Ini mencakup teleskop Gemini Utara di Hawaii dan teleskop Gemini Selatan di Chili.&amp;nbsp;
Dilansir dari Live Science, Jumat (1/8/2023), NFS sebenarnya sudah mendeteksi adanya keanehan di sistem teleskop tersebut sejak 1 Agustus lalu. Setelah dilakukan investigasi mendalam, terkuak bahwa itu karena ulah hacker yang mengakibatkan kerugian bagi komunitas sains.

BACA JUGA:
Semua Papan Iklan Irak Dimatikan Usai Mendadak Putar Film Forno, Polisi Tangkap Pelaku Diduga Hacker

Serangan ini jelas harus dibayar mahal oleh para ilmuan, mengingat ilmu pengetahuan adalah bisnis yang mahal, dan fasilitas penelitian astronomi memerlukan anggaran tahunan yang bisa mencapai jutaan. Kerugian bukan hanya dari segi keuangan, tapi juga data yang hilang.&amp;nbsp;
Untuk diketahui, studi astronomi sering kali memerlukan operasi dengan waktu yang tepat, sehingga gangguan seperti ini berpotensi merusak keseluruhan proyek penelitian jika cukup banyak periode pengamatan kritis yang terlewatkan.

BACA JUGA:
Semburan Relativistik Lubang Hitam yang Langka Berhasil Tertangkap Teleskop Raksasa

NFS menduga bahwa serangan ini adalah salah satu pembobolan ransomware pertama pada fasilitas penelitian sains. Namun menilik kebelakang, peretasan terhadap fasilitas astronomi sendiri sebenarnya bukanlah hal yang tidak pernah terjadi sebelumnya.
Pada bulan Oktober 2022, misalnya, peretas mengakses Observatorium Array Milimeter Besar Atacama di Chili melalui VPN, sehingga memaksa penutupan selama berbulan-bulan yang mengakibatkan kerugian biaya fasilitas tersebut sekitar 250 ribu dolar AS per hari.
Sebagai dugaan serangan ransomware, diyakini bahwa tujuan dari instruksi yang sangat canggih ini adalah untuk memeras uang dari konsorsium operator observatorium. Para hacker biasanya akan meminta uang tebusan agar mereka menghentikan aksinya.</description><content:encoded>INVESTIGASI yang dilakukan National Science Foundation (NSF) Amerika Serikat menemukan adanya serangan hacker telah melumpuhkan dua teleskop tercanggih di dunia. Ini mencakup teleskop Gemini Utara di Hawaii dan teleskop Gemini Selatan di Chili.&amp;nbsp;
Dilansir dari Live Science, Jumat (1/8/2023), NFS sebenarnya sudah mendeteksi adanya keanehan di sistem teleskop tersebut sejak 1 Agustus lalu. Setelah dilakukan investigasi mendalam, terkuak bahwa itu karena ulah hacker yang mengakibatkan kerugian bagi komunitas sains.

BACA JUGA:
Semua Papan Iklan Irak Dimatikan Usai Mendadak Putar Film Forno, Polisi Tangkap Pelaku Diduga Hacker

Serangan ini jelas harus dibayar mahal oleh para ilmuan, mengingat ilmu pengetahuan adalah bisnis yang mahal, dan fasilitas penelitian astronomi memerlukan anggaran tahunan yang bisa mencapai jutaan. Kerugian bukan hanya dari segi keuangan, tapi juga data yang hilang.&amp;nbsp;
Untuk diketahui, studi astronomi sering kali memerlukan operasi dengan waktu yang tepat, sehingga gangguan seperti ini berpotensi merusak keseluruhan proyek penelitian jika cukup banyak periode pengamatan kritis yang terlewatkan.

BACA JUGA:
Semburan Relativistik Lubang Hitam yang Langka Berhasil Tertangkap Teleskop Raksasa

NFS menduga bahwa serangan ini adalah salah satu pembobolan ransomware pertama pada fasilitas penelitian sains. Namun menilik kebelakang, peretasan terhadap fasilitas astronomi sendiri sebenarnya bukanlah hal yang tidak pernah terjadi sebelumnya.
Pada bulan Oktober 2022, misalnya, peretas mengakses Observatorium Array Milimeter Besar Atacama di Chili melalui VPN, sehingga memaksa penutupan selama berbulan-bulan yang mengakibatkan kerugian biaya fasilitas tersebut sekitar 250 ribu dolar AS per hari.
Sebagai dugaan serangan ransomware, diyakini bahwa tujuan dari instruksi yang sangat canggih ini adalah untuk memeras uang dari konsorsium operator observatorium. Para hacker biasanya akan meminta uang tebusan agar mereka menghentikan aksinya.</content:encoded></item></channel></rss>
