<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Super Blue Moon Bukan Berarti Bulan Berwarna Biru, Begini Penjelasannya</title><description>Fenomena langka Super Blue Moon bakal berlangsung mulai Rabu (30/8/2023) ini hingga Kamis (31/8/2023) pagi.&amp;nbsp;</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/30/56/2874065/super-blue-moon-bukan-berarti-bulan-berwarna-biru-begini-penjelasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/30/56/2874065/super-blue-moon-bukan-berarti-bulan-berwarna-biru-begini-penjelasannya"/><item><title>Super Blue Moon Bukan Berarti Bulan Berwarna Biru, Begini Penjelasannya</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/30/56/2874065/super-blue-moon-bukan-berarti-bulan-berwarna-biru-begini-penjelasannya</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/30/56/2874065/super-blue-moon-bukan-berarti-bulan-berwarna-biru-begini-penjelasannya</guid><pubDate>Rabu 30 Agustus 2023 16:50 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyu Sibarani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/30/56/2874065/super-blue-moon-bukan-berarti-bulan-berwarna-biru-begini-penjelasannya-Tje1lCKSAM.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/30/56/2874065/super-blue-moon-bukan-berarti-bulan-berwarna-biru-begini-penjelasannya-Tje1lCKSAM.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Fenomena langka Super Blue Moon bakal berlangsung mulai Rabu (30/8/2023) ini hingga Kamis (31/8/2023) pagi. Tapi jangan berfikir Bulan akan terlihat bewarna biru nanti.
Yup, fenomena Super Blue Moon memang banyak bikin orang salah kaprah.

BACA JUGA:
Canggih! India Pekan Ini Meluncur ke Matahari Usai Berhasil Mendarat di Bulan

Fenomena yang namanya berarti Bulan Biru Super itu membuat banyak orang berpikir satelit Bumi itu akan terlihat berwarna biru.
Nyatanya tidak demikian karena nanti malam Bulan masih akan seperti pada umumnya.
&quot;Biru itu hanya istilah saja. Warnanya akan seperti Bulan biasa saja,&quot; ujar Dion Danarianto, Peneliti Astrofisika BRIN seperti dikutip kanal YouTube Planetarium dan Observatorium Jakarta, Rabu (30/8/2023).
&quot;Meski pun Bulan memang bisa terlihat berwarna biru,&quot; sambung Dion.
Dia menjelaskan Bulan akan terlihat berwarna biru bukan karena kondisi alami yang terjadi di Bulan. Alih-alih kondisi itu terjadi karena faktor di luar Bulan.

BACA JUGA:
Fenomena Blue Moon Picu Dampak Badai Idalia, Ada Gelombang Pasang&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Misalnya di Bumi tengah terjadi kebakaran hutan yang sangat luar biasa dan gunung api yang meletus. Alhasil udara dan atmosfir dipenuhi dengan debu.
&quot;Kondisi itu membuat cahaya bulan terhalang. Cahaya merahnya terhamburkan dan memungkinkan terlihat biru. Tapi enggak biru banget,&quot; jelas Dion.Di sisi lain, Philip Hiscock, profesor cerita rakyat di Universitas Memorial di Kanada, dalam Sky &amp;amp; Telescope pada 2012 mengatakan penggunaan nama Bulan Biru dilakukan oleh para petani di 1990-an.
Mereka saat itu menandai bulan-bulan purnama itu dengan warna. Dalam kasus ini, bulan purnama ketiga dikenal sebagai &quot;Bulan Biru&quot;.
&amp;ldquo;Bulan Biru bukan satu-satunya nama berwarna untuk satelit alami kita. Bulan pernama kedua disebut Bulan Hitam. Dan setiap bulan purnama selama bulan April terkadang dikenal sebagai Bulan Merah Jambu,&quot; tulis Philip Hiscock.</description><content:encoded>JAKARTA - Fenomena langka Super Blue Moon bakal berlangsung mulai Rabu (30/8/2023) ini hingga Kamis (31/8/2023) pagi. Tapi jangan berfikir Bulan akan terlihat bewarna biru nanti.
Yup, fenomena Super Blue Moon memang banyak bikin orang salah kaprah.

BACA JUGA:
Canggih! India Pekan Ini Meluncur ke Matahari Usai Berhasil Mendarat di Bulan

Fenomena yang namanya berarti Bulan Biru Super itu membuat banyak orang berpikir satelit Bumi itu akan terlihat berwarna biru.
Nyatanya tidak demikian karena nanti malam Bulan masih akan seperti pada umumnya.
&quot;Biru itu hanya istilah saja. Warnanya akan seperti Bulan biasa saja,&quot; ujar Dion Danarianto, Peneliti Astrofisika BRIN seperti dikutip kanal YouTube Planetarium dan Observatorium Jakarta, Rabu (30/8/2023).
&quot;Meski pun Bulan memang bisa terlihat berwarna biru,&quot; sambung Dion.
Dia menjelaskan Bulan akan terlihat berwarna biru bukan karena kondisi alami yang terjadi di Bulan. Alih-alih kondisi itu terjadi karena faktor di luar Bulan.

BACA JUGA:
Fenomena Blue Moon Picu Dampak Badai Idalia, Ada Gelombang Pasang&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Misalnya di Bumi tengah terjadi kebakaran hutan yang sangat luar biasa dan gunung api yang meletus. Alhasil udara dan atmosfir dipenuhi dengan debu.
&quot;Kondisi itu membuat cahaya bulan terhalang. Cahaya merahnya terhamburkan dan memungkinkan terlihat biru. Tapi enggak biru banget,&quot; jelas Dion.Di sisi lain, Philip Hiscock, profesor cerita rakyat di Universitas Memorial di Kanada, dalam Sky &amp;amp; Telescope pada 2012 mengatakan penggunaan nama Bulan Biru dilakukan oleh para petani di 1990-an.
Mereka saat itu menandai bulan-bulan purnama itu dengan warna. Dalam kasus ini, bulan purnama ketiga dikenal sebagai &quot;Bulan Biru&quot;.
&amp;ldquo;Bulan Biru bukan satu-satunya nama berwarna untuk satelit alami kita. Bulan pernama kedua disebut Bulan Hitam. Dan setiap bulan purnama selama bulan April terkadang dikenal sebagai Bulan Merah Jambu,&quot; tulis Philip Hiscock.</content:encoded></item></channel></rss>
