<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lindungi TikTok Shop, TikTok Bakal Larang Link dari e-Commerce Luar</title><description>TikTok berencana melarang tautan atau link dari e-Commerce luar, agar pengguna mengunjungi TikTok Shop di aplikasi mereka.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/24/54/2870241/lindungi-tiktok-shop-tiktok-bakal-larang-link-dari-e-commerce-luar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/24/54/2870241/lindungi-tiktok-shop-tiktok-bakal-larang-link-dari-e-commerce-luar"/><item><title>Lindungi TikTok Shop, TikTok Bakal Larang Link dari e-Commerce Luar</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/24/54/2870241/lindungi-tiktok-shop-tiktok-bakal-larang-link-dari-e-commerce-luar</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/24/54/2870241/lindungi-tiktok-shop-tiktok-bakal-larang-link-dari-e-commerce-luar</guid><pubDate>Kamis 24 Agustus 2023 13:32 WIB</pubDate><dc:creator>Saliki Dwi Saputra </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/24/54/2870241/lindungi-tiktok-shop-tiktok-bakal-larang-link-dari-e-commerce-luar-DHNxiqzmnz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tiktok (Foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/24/54/2870241/lindungi-tiktok-shop-tiktok-bakal-larang-link-dari-e-commerce-luar-DHNxiqzmnz.jpg</image><title>Tiktok (Foto: Istimewa)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8yMS8xLzE2ODI3Ni81L3g4bW9teGk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - TikTok berencana melarang tautan atau link dari e-Commerce luar, seperti Amazon. Cara ini dikabarkan untuk membuat pengguna mengunjungi TikTok Shop di aplikasi mereka.
Dikutip dari The Information, Kamis (24/8/2023), TikTok Shop mengalami kerugian lebih dari 500 juta dolar AS di Negeri Paman Sam. Kebanyakan kerugian tersebut berasal dari faktor perekrutan pegawai, jaringan pengiriman, hingga promo gratis ongkir hingga subsidi kepada penjual.

BACA JUGA:
Suka atau Tidak, Pencarian TikTok akan Mulai Tampilkan Banyak Iklan

Dengan aturan tersebut TikTok berharap agar penggunanya tidak memberikan link ke e-commerce lain, seperti Amazon, untuk kasus di AS. Namun jika tetap bandel, maka penjual tersebut akan mendapatkan komisi lebih kecil dari TikTok.
Meski belum diketahui kapan aturan itu berlaku, namun Tiktok berharap penggunanya bisa dapat membeli barang yang memang dijual melalui TikTok Shop. Para penjual pun mendapatkan keuntungan dengan bisa berjualan secara langsung dan memasang etalase produk di profil Tiktok mereka.

BACA JUGA:
TikTok dan Pandawara Group Kolaborasi Ajak Warga Bersih-bersih Sungai Kalibaru

Sekadar informasi, sentimen AS kepada China membuat TikTok sulit berkembang di sana. Namun pertumbuhan pengguna TikTok Shop di sana cukup meningkat menjadi 3-4 juta dolar AS per hari menurut laporan perusahan bulan Juni lalu.Berbeda dengan AS, Tiktok Shop cukup laris di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Keuntungan kotor mereka berada di angka 50-60 juta dolar AS. Di tahun ini mereka juga menargetkan pertumbuhan menjadi 90 juta dolar AS.

BACA JUGA:
Lirik Lagu dan Chord Gitar Satu Satu dari Idgitaf yang Viral di TikTok

Di Indonesia, TikTok sedang mengurus lisensi pembayaran di Indonesia guna membantu pencipta konten lokal dan penjual di platform mereka.
Nantinya lisensi pembayaran tersebut memungkinkan TikTok mendapatkan keuntungan dari biaya transaksi dan membuatnya secara langsung bersaing dengan raksasa e-commerce Asia Tenggara lainnya, seperti Shopee dan Lazada.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8yMS8xLzE2ODI3Ni81L3g4bW9teGk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - TikTok berencana melarang tautan atau link dari e-Commerce luar, seperti Amazon. Cara ini dikabarkan untuk membuat pengguna mengunjungi TikTok Shop di aplikasi mereka.
Dikutip dari The Information, Kamis (24/8/2023), TikTok Shop mengalami kerugian lebih dari 500 juta dolar AS di Negeri Paman Sam. Kebanyakan kerugian tersebut berasal dari faktor perekrutan pegawai, jaringan pengiriman, hingga promo gratis ongkir hingga subsidi kepada penjual.

BACA JUGA:
Suka atau Tidak, Pencarian TikTok akan Mulai Tampilkan Banyak Iklan

Dengan aturan tersebut TikTok berharap agar penggunanya tidak memberikan link ke e-commerce lain, seperti Amazon, untuk kasus di AS. Namun jika tetap bandel, maka penjual tersebut akan mendapatkan komisi lebih kecil dari TikTok.
Meski belum diketahui kapan aturan itu berlaku, namun Tiktok berharap penggunanya bisa dapat membeli barang yang memang dijual melalui TikTok Shop. Para penjual pun mendapatkan keuntungan dengan bisa berjualan secara langsung dan memasang etalase produk di profil Tiktok mereka.

BACA JUGA:
TikTok dan Pandawara Group Kolaborasi Ajak Warga Bersih-bersih Sungai Kalibaru

Sekadar informasi, sentimen AS kepada China membuat TikTok sulit berkembang di sana. Namun pertumbuhan pengguna TikTok Shop di sana cukup meningkat menjadi 3-4 juta dolar AS per hari menurut laporan perusahan bulan Juni lalu.Berbeda dengan AS, Tiktok Shop cukup laris di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Keuntungan kotor mereka berada di angka 50-60 juta dolar AS. Di tahun ini mereka juga menargetkan pertumbuhan menjadi 90 juta dolar AS.

BACA JUGA:
Lirik Lagu dan Chord Gitar Satu Satu dari Idgitaf yang Viral di TikTok

Di Indonesia, TikTok sedang mengurus lisensi pembayaran di Indonesia guna membantu pencipta konten lokal dan penjual di platform mereka.
Nantinya lisensi pembayaran tersebut memungkinkan TikTok mendapatkan keuntungan dari biaya transaksi dan membuatnya secara langsung bersaing dengan raksasa e-commerce Asia Tenggara lainnya, seperti Shopee dan Lazada.</content:encoded></item></channel></rss>
