<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terungkap! Kebocoran Data Perusahaan Tesla Dilakukan oleh Orang Dalam</title><description>Tesla akhirnya menemukan pelaku pembocoran data perusahaan mereka adalah ulah orang dalam.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/22/54/2868760/terungkap-kebocoran-data-perusahaan-tesla-dilakukan-oleh-orang-dalam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/22/54/2868760/terungkap-kebocoran-data-perusahaan-tesla-dilakukan-oleh-orang-dalam"/><item><title>Terungkap! Kebocoran Data Perusahaan Tesla Dilakukan oleh Orang Dalam</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/22/54/2868760/terungkap-kebocoran-data-perusahaan-tesla-dilakukan-oleh-orang-dalam</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/22/54/2868760/terungkap-kebocoran-data-perusahaan-tesla-dilakukan-oleh-orang-dalam</guid><pubDate>Selasa 22 Agustus 2023 13:30 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/22/54/2868760/terungkap-kebocoran-data-perusahaan-tesla-dilakukan-oleh-orang-dalam-OY2MLnmt4e.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Logo Tesla (Foto: REUTERS)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/22/54/2868760/terungkap-kebocoran-data-perusahaan-tesla-dilakukan-oleh-orang-dalam-OY2MLnmt4e.jpeg</image><title>Logo Tesla (Foto: REUTERS)</title></images><description>JAKARTA - Tesla akhirnya menemukan pelaku pembocoran data perusahaan mereka adalah ulah orang dalam. Kasus itu terjadi pada bulan Mei lalu dan memengaruhi lebih dari 75.000 orang.&amp;nbsp;
Gizmodo, Selasa (22/8/2023), mengabarkan jika investigasi yang dilakukan mengungkapkan bahwa dua mantan karyawan Tesla telah menyalahgunakan informasi yang melanggar kebijakan keamanan teknonologi informatika dan perlindungan data Tesla.

BACA JUGA:
Tesla Makin Canggih, Bisa Kontrol Mobil Lewat iPhone

Petugas privasi data Tesla, Steven Elentukh mengatakan bahwa perusahaan telah mengajukan dua tuntutan hukum yang melarang siapa pun untuk membagikan informasi tersebut.
Selain itu, Steven menambahkan, Tesla telah menyita perangkat elektronik mantan karyawan yang diyakini digunakan dalam pelanggaran data dan masih dapat menyimpan informasi tersebut.

BACA JUGA:
Menperin Tegaskan Indonesia Buka Pintu untuk Seluruh Produsen Mobil Listrik: Tidak hanya Tesla

&quot;Juga memperoleh perintah pengadilan yang melarang mantan karyawan untuk menggunakan, mengakses, atau menyebarkan data lebih lanjut, yang dapat dikenakan hukuman pidana,&quot; ungkap Steven.
&quot;Tesla bekerja sama dengan penegak hukum dan pakar forensik eksternal dan akan terus mengambil langkah-langkah yang diperlukan jika diperlukan,&quot; lanjutnya.Untuk diketahui, pelanggaran data mencakup nomor Jaminan Sosial, nama, alamat, nomor telepon, dan/atau alamat email karyawan saat ini dan mantan karyawan. Dilaporkan informasi rahasia tersebut berjumlah sekitar 100 gigabyte data.
Tesla mengatakan pihaknya belum mendeteksi penyalahgunaan data yang bocor, tetapi telah bekerja sama dengan penegak hukum dan pakar forensik eksternal dan akan terus mengambil langkah yang tepat sesuai kebutuhan.

BACA JUGA:
Luhut Ungkap Investasi Tesla Ditunda 1,5 Tahun, Malaysia Cuma Showroom Mobil&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Perusahaan merekomendasikan agar siapa pun yang mencurigai data mereka termasuk dalam kebocoran mengambil langkah-langkah untuk melindungi informasi Jaminan Sosial mereka dengan melakukan pelaporan dan mengajukan pembekuan keamanan ke Biro Kredit.</description><content:encoded>JAKARTA - Tesla akhirnya menemukan pelaku pembocoran data perusahaan mereka adalah ulah orang dalam. Kasus itu terjadi pada bulan Mei lalu dan memengaruhi lebih dari 75.000 orang.&amp;nbsp;
Gizmodo, Selasa (22/8/2023), mengabarkan jika investigasi yang dilakukan mengungkapkan bahwa dua mantan karyawan Tesla telah menyalahgunakan informasi yang melanggar kebijakan keamanan teknonologi informatika dan perlindungan data Tesla.

BACA JUGA:
Tesla Makin Canggih, Bisa Kontrol Mobil Lewat iPhone

Petugas privasi data Tesla, Steven Elentukh mengatakan bahwa perusahaan telah mengajukan dua tuntutan hukum yang melarang siapa pun untuk membagikan informasi tersebut.
Selain itu, Steven menambahkan, Tesla telah menyita perangkat elektronik mantan karyawan yang diyakini digunakan dalam pelanggaran data dan masih dapat menyimpan informasi tersebut.

BACA JUGA:
Menperin Tegaskan Indonesia Buka Pintu untuk Seluruh Produsen Mobil Listrik: Tidak hanya Tesla

&quot;Juga memperoleh perintah pengadilan yang melarang mantan karyawan untuk menggunakan, mengakses, atau menyebarkan data lebih lanjut, yang dapat dikenakan hukuman pidana,&quot; ungkap Steven.
&quot;Tesla bekerja sama dengan penegak hukum dan pakar forensik eksternal dan akan terus mengambil langkah-langkah yang diperlukan jika diperlukan,&quot; lanjutnya.Untuk diketahui, pelanggaran data mencakup nomor Jaminan Sosial, nama, alamat, nomor telepon, dan/atau alamat email karyawan saat ini dan mantan karyawan. Dilaporkan informasi rahasia tersebut berjumlah sekitar 100 gigabyte data.
Tesla mengatakan pihaknya belum mendeteksi penyalahgunaan data yang bocor, tetapi telah bekerja sama dengan penegak hukum dan pakar forensik eksternal dan akan terus mengambil langkah yang tepat sesuai kebutuhan.

BACA JUGA:
Luhut Ungkap Investasi Tesla Ditunda 1,5 Tahun, Malaysia Cuma Showroom Mobil&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Perusahaan merekomendasikan agar siapa pun yang mencurigai data mereka termasuk dalam kebocoran mengambil langkah-langkah untuk melindungi informasi Jaminan Sosial mereka dengan melakukan pelaporan dan mengajukan pembekuan keamanan ke Biro Kredit.</content:encoded></item></channel></rss>
