<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ilmuan Temukan Jejak Dinosaurus Lebih Luas dari Lapangan Bola</title><description>Sekelompok ilmuan menemukan jejak raksasa milik dinosaurus di Alaska seluas 7.500 meter persegi.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/18/56/2866643/ilmuan-temukan-jejak-dinosaurus-lebih-luas-dari-lapangan-bola</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/18/56/2866643/ilmuan-temukan-jejak-dinosaurus-lebih-luas-dari-lapangan-bola"/><item><title>Ilmuan Temukan Jejak Dinosaurus Lebih Luas dari Lapangan Bola</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/18/56/2866643/ilmuan-temukan-jejak-dinosaurus-lebih-luas-dari-lapangan-bola</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/18/56/2866643/ilmuan-temukan-jejak-dinosaurus-lebih-luas-dari-lapangan-bola</guid><pubDate>Jum'at 18 Agustus 2023 13:01 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/18/56/2866643/ilmuan-temukan-jejak-dinosaurus-lebih-luas-dari-lapangan-bola-qUI8LASboJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jejak Dinosaurus terbesar ditemukan di Alaska (Foto: Dok. Pattrick Drunkenmiller)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/18/56/2866643/ilmuan-temukan-jejak-dinosaurus-lebih-luas-dari-lapangan-bola-qUI8LASboJ.jpg</image><title>Jejak Dinosaurus terbesar ditemukan di Alaska (Foto: Dok. Pattrick Drunkenmiller)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8wNi8yMC8xNjc4MzUvNS94OG1hend4&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Sekelompok ilmuan asal Amerika Serikat berhasil menemukan jejak raksasa milik dinosaurus di Alaska. Penemuan itu diberi nama The Coliseum dan punya ukuran sekitar 7.500 meter persegi atau sedikit lebih besar dari lapangan bola.
Dikutip dari Science Alert, Jumat (18/8/2023), jejak sebenarnya sejatinya telah ditemukan sejak tahun 2010 lalu. Namun baru diketahui bahwa itu merupakan jejak dinosaurus yang diperkirakan hidup sekitar 70 juta tahun yang lalu, baru-baru ini.

BACA JUGA:
Dinosaurus Spesies Baru Ditemukan di Thailand, Diberi Nama Minimocursor phunoiensis

Jejak itu sangat menarik karena memiliki kedalaman yang luar biasa, yakni setinggi bangunan 20 lantai dan memiliki jalur yang tersebar di berbagai flatironsnya.
&quot;Ini bukan hanya satu tingkat batu dengan jejak di atasnya. Ini adalah urutan waktu&quot; kata ahli paleontologi Dustin Stewart, yang memimpin penelitian tersebut saat berada di University of Alaska Fairbanks.

BACA JUGA:
Ilmuwan Temukan Fakta Menarik Ukuran Asli Dinosaurus, Benarkah Seperti di Film?

Dikatakan para peneliti, jejak tersebut merupakan kombinasi dari cetakan yang dibuat di lumpur lunak yang kemudian dikeraskan dan ditutup, dan cetakan jejak yang diawetkan karena kemudian terisi oleh sedimen.
Ahli paleontologi Pattrick Druckenmiller dari University of Alaska Fairbanks menyebut jejak dibuat oleh dinosaurus yang cantik, yang bisa dilihat dari bentuk jari kaki dan tekstur kulitnya. Namun dia belum mengetahui pasti apa spesiesnya.Untuk diketahui, jejak yang ditemukan di Pegunungan Alaska ini bukan satu-satunya bukti peninggalan dinosaurus. Tanaman fosil, butiran serbuk sari, dan jejak kerang air tawar dan invertebrata juga telah ditemukan di daerah tersebut.
Kembali ke Zaman Kapur Akhir, daerah ini pasti sibuk dengan kehidupan, dengan kolam dan danau di dekatnya. Iklimnya akan lebih hangat, lebih Pasifik Barat Laut daripada Alaska, dengan hutan pohon jenis konifera dan gugur.

BACA JUGA:
Ilmuan Ungkap Nenek Moyang Bangsa Eropa Ternyata Berkulit Gelap

&quot;(Daerah) Itu berhutan dan penuh dengan dinosaurus. Ada tyrannosaurus berlarian di sekitar Denali yang ukurannya berkali-kali lipat dari beruang coklat terbesar di sana hari ini. Ada raptor. Ada reptil terbang. Ada burung. Itu adalah ekosistem yang menakjubkan,&quot; kata Druckenmiller.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8wNi8yMC8xNjc4MzUvNS94OG1hend4&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Sekelompok ilmuan asal Amerika Serikat berhasil menemukan jejak raksasa milik dinosaurus di Alaska. Penemuan itu diberi nama The Coliseum dan punya ukuran sekitar 7.500 meter persegi atau sedikit lebih besar dari lapangan bola.
Dikutip dari Science Alert, Jumat (18/8/2023), jejak sebenarnya sejatinya telah ditemukan sejak tahun 2010 lalu. Namun baru diketahui bahwa itu merupakan jejak dinosaurus yang diperkirakan hidup sekitar 70 juta tahun yang lalu, baru-baru ini.

BACA JUGA:
Dinosaurus Spesies Baru Ditemukan di Thailand, Diberi Nama Minimocursor phunoiensis

Jejak itu sangat menarik karena memiliki kedalaman yang luar biasa, yakni setinggi bangunan 20 lantai dan memiliki jalur yang tersebar di berbagai flatironsnya.
&quot;Ini bukan hanya satu tingkat batu dengan jejak di atasnya. Ini adalah urutan waktu&quot; kata ahli paleontologi Dustin Stewart, yang memimpin penelitian tersebut saat berada di University of Alaska Fairbanks.

BACA JUGA:
Ilmuwan Temukan Fakta Menarik Ukuran Asli Dinosaurus, Benarkah Seperti di Film?

Dikatakan para peneliti, jejak tersebut merupakan kombinasi dari cetakan yang dibuat di lumpur lunak yang kemudian dikeraskan dan ditutup, dan cetakan jejak yang diawetkan karena kemudian terisi oleh sedimen.
Ahli paleontologi Pattrick Druckenmiller dari University of Alaska Fairbanks menyebut jejak dibuat oleh dinosaurus yang cantik, yang bisa dilihat dari bentuk jari kaki dan tekstur kulitnya. Namun dia belum mengetahui pasti apa spesiesnya.Untuk diketahui, jejak yang ditemukan di Pegunungan Alaska ini bukan satu-satunya bukti peninggalan dinosaurus. Tanaman fosil, butiran serbuk sari, dan jejak kerang air tawar dan invertebrata juga telah ditemukan di daerah tersebut.
Kembali ke Zaman Kapur Akhir, daerah ini pasti sibuk dengan kehidupan, dengan kolam dan danau di dekatnya. Iklimnya akan lebih hangat, lebih Pasifik Barat Laut daripada Alaska, dengan hutan pohon jenis konifera dan gugur.

BACA JUGA:
Ilmuan Ungkap Nenek Moyang Bangsa Eropa Ternyata Berkulit Gelap

&quot;(Daerah) Itu berhutan dan penuh dengan dinosaurus. Ada tyrannosaurus berlarian di sekitar Denali yang ukurannya berkali-kali lipat dari beruang coklat terbesar di sana hari ini. Ada raptor. Ada reptil terbang. Ada burung. Itu adalah ekosistem yang menakjubkan,&quot; kata Druckenmiller.</content:encoded></item></channel></rss>
