<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>AS Sedang Garap Studi Pembangunan Ekonomi Masa Depan di Bulan</title><description>Sejumlah lembaga pemerintah AS, berapa perusahaan asing serta dukungan pemerintah China dikabarkan akan memulai proyek ekonomi di Bulan.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/18/54/2867050/as-sedang-garap-studi-pembangunan-ekonomi-masa-depan-di-bulan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/18/54/2867050/as-sedang-garap-studi-pembangunan-ekonomi-masa-depan-di-bulan"/><item><title>AS Sedang Garap Studi Pembangunan Ekonomi Masa Depan di Bulan</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/18/54/2867050/as-sedang-garap-studi-pembangunan-ekonomi-masa-depan-di-bulan</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/18/54/2867050/as-sedang-garap-studi-pembangunan-ekonomi-masa-depan-di-bulan</guid><pubDate>Jum'at 18 Agustus 2023 21:13 WIB</pubDate><dc:creator>Saliki Dwi Saputra </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/18/54/2867050/as-sedang-garap-studi-pembangunan-ekonomi-masa-depan-di-bulan-Io3oaFlGT2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Misi ekonomi di Bulan (Foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/18/54/2867050/as-sedang-garap-studi-pembangunan-ekonomi-masa-depan-di-bulan-Io3oaFlGT2.jpg</image><title>Misi ekonomi di Bulan (Foto: Istimewa)</title></images><description>WASHINGTON DC - Beberapa lembaga pemerintah Amerika Serikat (AS) dan sejumlah perusahaan asing serta dukungan pemerintah China dikabarkan akan memulai proyek ekonomi di Bulan. Bahkan mereka sedang menggarap pembangunan ekonomi di mana menjadikan bulan sebagai sumber energi.
Untuk membangun upaya tersebut, Agensi dari Departemen Pertahanan AS atau DARPA sudah memulai penelitian itu sejak tujuh bulan lalu. Mereka melibatkan sejumlah ilmuan untuk menjadikan Bulan layaknya tempat komersil.

BACA JUGA:
NASA Mulai Uji Coba Roket untuk Misi Mars dari Planet Lain

Studi tersebut diberi nama LunA-10. DARPA mencari ide untuk konsep teknologi dan infrastruktur yang dapat membantu membangun ekonomi berbasis di Bulan dalam 10 tahun ke depan.
&amp;ldquo;Pergeseran paradigma besar akan terjadi dalam 10 tahun ke depan untuk ekonomi bulan,&amp;rdquo; kata manajer program di Kantor Teknologi Strategis DARPA, Michael Nayak dikutip dari Gizmodo, Jumat (18/8/2023).

BACA JUGA:
Tetapkan Juli 2023 Jadi Bulan Terpanas Sepanjang Masa, NASA Beri Penjelasan

&amp;ldquo;Untuk mencapai titik balik lebih cepat, LunA-10 secara unik bertujuan untuk mengidentifikasi solusi yang dapat memungkinkan sistem bulan menjadi pembangkit listrik nirkabel yang juga dapat menyediakan komunikasi dan navigasi dalam pancarannya.&amp;rdquo; sambung Nayak.
DARPA berkolaborasi dengan NASA dalam studi tersebut untuk saling bertukar informasi dengan misi Bulan-Mars. NASA ingin menggunakan Bulan sebagai test bed untuk Mars, mengembangkan cara agar manusia dapat bertahan hidup untuk jangka waktu yang lama di permukaan selain Bumi.&amp;ldquo;Peluang untuk pematangan teknologi adalah kunci untuk pengembangan kemampuan bulan untuk memenuhi tujuan arsitektur bulan di masa depan,&amp;rdquo; kata Direktur Pematangan Teknologi di Direktorat Misi Teknologi Luar Angkasa NASA, Niki Werkheiser.
Nantinya studi Luna-10 akan memilih sekelompok perusahaan yang memungkinkan untuk bekerja sama mengembangkan sistem terintegrasi untuk komunikasi bulan, energi, transmisi atau blok bangunan lain yang diperlukan untuk menciptakan ekonomi masa depan di Bulan.
Kemudian perusahaan yang terlibat akan diumumkan pada Oktober 2023, dengan laporan akhir pada Juni 2024.</description><content:encoded>WASHINGTON DC - Beberapa lembaga pemerintah Amerika Serikat (AS) dan sejumlah perusahaan asing serta dukungan pemerintah China dikabarkan akan memulai proyek ekonomi di Bulan. Bahkan mereka sedang menggarap pembangunan ekonomi di mana menjadikan bulan sebagai sumber energi.
Untuk membangun upaya tersebut, Agensi dari Departemen Pertahanan AS atau DARPA sudah memulai penelitian itu sejak tujuh bulan lalu. Mereka melibatkan sejumlah ilmuan untuk menjadikan Bulan layaknya tempat komersil.

BACA JUGA:
NASA Mulai Uji Coba Roket untuk Misi Mars dari Planet Lain

Studi tersebut diberi nama LunA-10. DARPA mencari ide untuk konsep teknologi dan infrastruktur yang dapat membantu membangun ekonomi berbasis di Bulan dalam 10 tahun ke depan.
&amp;ldquo;Pergeseran paradigma besar akan terjadi dalam 10 tahun ke depan untuk ekonomi bulan,&amp;rdquo; kata manajer program di Kantor Teknologi Strategis DARPA, Michael Nayak dikutip dari Gizmodo, Jumat (18/8/2023).

BACA JUGA:
Tetapkan Juli 2023 Jadi Bulan Terpanas Sepanjang Masa, NASA Beri Penjelasan

&amp;ldquo;Untuk mencapai titik balik lebih cepat, LunA-10 secara unik bertujuan untuk mengidentifikasi solusi yang dapat memungkinkan sistem bulan menjadi pembangkit listrik nirkabel yang juga dapat menyediakan komunikasi dan navigasi dalam pancarannya.&amp;rdquo; sambung Nayak.
DARPA berkolaborasi dengan NASA dalam studi tersebut untuk saling bertukar informasi dengan misi Bulan-Mars. NASA ingin menggunakan Bulan sebagai test bed untuk Mars, mengembangkan cara agar manusia dapat bertahan hidup untuk jangka waktu yang lama di permukaan selain Bumi.&amp;ldquo;Peluang untuk pematangan teknologi adalah kunci untuk pengembangan kemampuan bulan untuk memenuhi tujuan arsitektur bulan di masa depan,&amp;rdquo; kata Direktur Pematangan Teknologi di Direktorat Misi Teknologi Luar Angkasa NASA, Niki Werkheiser.
Nantinya studi Luna-10 akan memilih sekelompok perusahaan yang memungkinkan untuk bekerja sama mengembangkan sistem terintegrasi untuk komunikasi bulan, energi, transmisi atau blok bangunan lain yang diperlukan untuk menciptakan ekonomi masa depan di Bulan.
Kemudian perusahaan yang terlibat akan diumumkan pada Oktober 2023, dengan laporan akhir pada Juni 2024.</content:encoded></item></channel></rss>
