<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Awas, Ada Ribuan Aplikasi Berbahaya yang Lolos Edar di Google Play Store</title><description>Tercatat ada ribuan aplikasi berbahaya yang lolos edar di Google Play Store.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/18/54/2866701/awas-ada-ribuan-aplikasi-berbahaya-yang-lolos-edar-di-google-play-store</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/18/54/2866701/awas-ada-ribuan-aplikasi-berbahaya-yang-lolos-edar-di-google-play-store"/><item><title>Awas, Ada Ribuan Aplikasi Berbahaya yang Lolos Edar di Google Play Store</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/18/54/2866701/awas-ada-ribuan-aplikasi-berbahaya-yang-lolos-edar-di-google-play-store</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/18/54/2866701/awas-ada-ribuan-aplikasi-berbahaya-yang-lolos-edar-di-google-play-store</guid><pubDate>Jum'at 18 Agustus 2023 14:00 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/18/54/2866701/awas-ada-ribuan-aplikasi-berbahaya-yang-lolos-edar-di-google-play-store-t2XQYgfxMu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Aplikasi Google Play (Foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/18/54/2866701/awas-ada-ribuan-aplikasi-berbahaya-yang-lolos-edar-di-google-play-store-t2XQYgfxMu.jpg</image><title>Aplikasi Google Play (Foto: Istimewa)</title></images><description>


JAKARTA - Ada sekitar ribuan aplikasi Android berbahaya yang berhasil lolos dari sistem keamanan toko aplikasi Google Play Store. Dalam laporan perusahaan keamanan siber Zimperium, aplikasi berbahaya tersebut secara bebas dapat diunduh oleh masyarakat.
Aplikasi tersebut lolos dari proteksi keamanan Google karena algoritma barunya. Dengan begitu alat pendeteksi keamanan tidak bisa membaca kehadiran mereka, dilansir dari Bleeping Computer, Jumat (18/8/2023).

BACA JUGA:
Kabar Buruk untuk Pengguna Andorid, Google Playstore Disusupi Trojan Baru yang Berbahaya

Setidaknya ada 3.300 aplikasi berbahaya yang telah berhasil meningkatkan kemampuannya untuk bisa beredar di tengah-tengah pengguna Android. 71 di antaranya bahkan andal bekerja di Android versi 9.
Zimperium menguji aplikasi yang diambil sampelnya pada alat dekompresor seperti JADX, APKtool, dan macOS Archive Utility. Hasilnya, tidak satu pun dari aplikasi tersebut yang dapat mengekstrak APK untuk dianalisis.

BACA JUGA:
Waspada! Pinjol Ilegal Masih Ada di Google Play Store dan Incar Masyarakat

Selain menggunakan metode kompresi yang tidak didukung, Zimperium juga menemukan bahwa pembuat aplikasi berbahaya menggunakan nama file yang melebihi 256 byte untuk menyebabkan crash pada alat analisis.Ini akan merusak file AndroidManifest.xml untuk disamarkan, dan menggunakan String Pools yang salah untuk merusak alat yang memisahkan file Android XML. Zimperium mengayakan ini semua adalah teknik anti-analisis.
Mengingat aplikasi di toko aplikasi resmi saja berhasil disusupi malware berbahaya, Zimperium menyarankan agar jangan pernah mengunduh aplikasi dari pihak ketiga.

BACA JUGA:
Pencarian Pidato Sambutan di Google Alami Peningkatan di HUT RI ke-78

Alasannya adalah karena aplikasi yang diunduh dari luar Google Play tidak dapat diperiksa, cara terbaik untuk melindungi dari ancaman ini adalah dengan menghindari penginstalan aplikasi Android dari situs pihak ketiga.
Jika memang terpaksa untuk mengunduh aplikasi di luar Google Play, pindai aplikasi tersebut dengan alantivirus sebelum pemasangan. Perhatian juga izin akses yang diminta aplikasi terhadap perangkat.</description><content:encoded>


JAKARTA - Ada sekitar ribuan aplikasi Android berbahaya yang berhasil lolos dari sistem keamanan toko aplikasi Google Play Store. Dalam laporan perusahaan keamanan siber Zimperium, aplikasi berbahaya tersebut secara bebas dapat diunduh oleh masyarakat.
Aplikasi tersebut lolos dari proteksi keamanan Google karena algoritma barunya. Dengan begitu alat pendeteksi keamanan tidak bisa membaca kehadiran mereka, dilansir dari Bleeping Computer, Jumat (18/8/2023).

BACA JUGA:
Kabar Buruk untuk Pengguna Andorid, Google Playstore Disusupi Trojan Baru yang Berbahaya

Setidaknya ada 3.300 aplikasi berbahaya yang telah berhasil meningkatkan kemampuannya untuk bisa beredar di tengah-tengah pengguna Android. 71 di antaranya bahkan andal bekerja di Android versi 9.
Zimperium menguji aplikasi yang diambil sampelnya pada alat dekompresor seperti JADX, APKtool, dan macOS Archive Utility. Hasilnya, tidak satu pun dari aplikasi tersebut yang dapat mengekstrak APK untuk dianalisis.

BACA JUGA:
Waspada! Pinjol Ilegal Masih Ada di Google Play Store dan Incar Masyarakat

Selain menggunakan metode kompresi yang tidak didukung, Zimperium juga menemukan bahwa pembuat aplikasi berbahaya menggunakan nama file yang melebihi 256 byte untuk menyebabkan crash pada alat analisis.Ini akan merusak file AndroidManifest.xml untuk disamarkan, dan menggunakan String Pools yang salah untuk merusak alat yang memisahkan file Android XML. Zimperium mengayakan ini semua adalah teknik anti-analisis.
Mengingat aplikasi di toko aplikasi resmi saja berhasil disusupi malware berbahaya, Zimperium menyarankan agar jangan pernah mengunduh aplikasi dari pihak ketiga.

BACA JUGA:
Pencarian Pidato Sambutan di Google Alami Peningkatan di HUT RI ke-78

Alasannya adalah karena aplikasi yang diunduh dari luar Google Play tidak dapat diperiksa, cara terbaik untuk melindungi dari ancaman ini adalah dengan menghindari penginstalan aplikasi Android dari situs pihak ketiga.
Jika memang terpaksa untuk mengunduh aplikasi di luar Google Play, pindai aplikasi tersebut dengan alantivirus sebelum pemasangan. Perhatian juga izin akses yang diminta aplikasi terhadap perangkat.</content:encoded></item></channel></rss>
