<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Awas! Miliaran Prosesor Intel Diduga Bocorkan Kata Sandi Pengguna</title><description>Pakar keamanan Google, Daniel Moghimi menemukan kerentanan pada sejumlah prosesor intel yang mempengaruhi data sensitif pengguna.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/13/54/2863521/awas-miliaran-prosesor-intel-diduga-bocorkan-kata-sandi-pengguna</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/13/54/2863521/awas-miliaran-prosesor-intel-diduga-bocorkan-kata-sandi-pengguna"/><item><title>Awas! Miliaran Prosesor Intel Diduga Bocorkan Kata Sandi Pengguna</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/13/54/2863521/awas-miliaran-prosesor-intel-diduga-bocorkan-kata-sandi-pengguna</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/13/54/2863521/awas-miliaran-prosesor-intel-diduga-bocorkan-kata-sandi-pengguna</guid><pubDate>Minggu 13 Agustus 2023 19:25 WIB</pubDate><dc:creator>Saliki Dwi Saputra </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/13/54/2863521/awas-miliaran-prosesor-intel-diduga-bocorkan-kata-sandi-pengguna-y8Edgpv5p0.png" expression="full" type="image/jpeg">Prosesor Intel (Foto: Intel)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/13/54/2863521/awas-miliaran-prosesor-intel-diduga-bocorkan-kata-sandi-pengguna-y8Edgpv5p0.png</image><title>Prosesor Intel (Foto: Intel)</title></images><description>ANCAMAN dunia maya semakin marak dengan adanya pengambilan data-data pribadi. Salah satunya dengan mencuri atau membocorkan kata sandi seseorang.&amp;nbsp;
Kini peneliti sekaligus pakar keamanan Google, Daniel Moghimi menemukan kerentanan pada sejumlah prosesor intel yang mempengaruhi data sensitif pengguna.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8wNi8xLzE2Njg4My81L3g4bGpwdzk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dilansir dari Digital Trend, Minggu (13/8/2023), kasus ini disebut Downfall yang mempengaruhi miliaran prosesor Intel yang digunakan di komputer pengguna pribadi, maupun di server cloud.
Dalam keterangannya, Moghimi menekankan bahwa siapa saja dapat mengalami masalah tersebut meski tidak menggunakan prosesor Intel sekalipun. Soalnya Intel begitu mendominasi pasar server di dunia.

BACA JUGA:
Cara Meluangkan Ruang Penyimpanan Google Drive

&quot;Pengguna jahat dapat mengeksplotasi kerentanan Downfall untuk mencuri data dan kredensial dari pelanggan lain yang menggunakan komputer awan yang sama,&quot; jelasnya.
Moghimi menjelaskan jika kerentanan itu terjadi karena fitur pengoptimalan memori di prosesor Intel yang tidak sengaja mengungkap register perangkat keras internal ke perengkat lunak.Hasilnya perangkat lunak yang tidak terpecaya dapat mengakses data yang disimpan oleh program lainnya, yang seharusnya tidak dapat diakses secara normal.
Meski membahayakan, namun peretasan lewat Downfall sejatinya sangat sulit dan rumit. Terlebih lagi Intel secara berkala telah merilis perbaikan secara berkala.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Akun Instagram LRT Jabodebek Kembali Kena Hack, Tawarkan iPhone 14 Murah

Intel mengatakan akan merilis mikrokode baru untuk chip yang terpengaruh dan menyarankan pengguna memperbarui firmware mereka agar tidak terkena Downfall.</description><content:encoded>ANCAMAN dunia maya semakin marak dengan adanya pengambilan data-data pribadi. Salah satunya dengan mencuri atau membocorkan kata sandi seseorang.&amp;nbsp;
Kini peneliti sekaligus pakar keamanan Google, Daniel Moghimi menemukan kerentanan pada sejumlah prosesor intel yang mempengaruhi data sensitif pengguna.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8wNi8xLzE2Njg4My81L3g4bGpwdzk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dilansir dari Digital Trend, Minggu (13/8/2023), kasus ini disebut Downfall yang mempengaruhi miliaran prosesor Intel yang digunakan di komputer pengguna pribadi, maupun di server cloud.
Dalam keterangannya, Moghimi menekankan bahwa siapa saja dapat mengalami masalah tersebut meski tidak menggunakan prosesor Intel sekalipun. Soalnya Intel begitu mendominasi pasar server di dunia.

BACA JUGA:
Cara Meluangkan Ruang Penyimpanan Google Drive

&quot;Pengguna jahat dapat mengeksplotasi kerentanan Downfall untuk mencuri data dan kredensial dari pelanggan lain yang menggunakan komputer awan yang sama,&quot; jelasnya.
Moghimi menjelaskan jika kerentanan itu terjadi karena fitur pengoptimalan memori di prosesor Intel yang tidak sengaja mengungkap register perangkat keras internal ke perengkat lunak.Hasilnya perangkat lunak yang tidak terpecaya dapat mengakses data yang disimpan oleh program lainnya, yang seharusnya tidak dapat diakses secara normal.
Meski membahayakan, namun peretasan lewat Downfall sejatinya sangat sulit dan rumit. Terlebih lagi Intel secara berkala telah merilis perbaikan secara berkala.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Akun Instagram LRT Jabodebek Kembali Kena Hack, Tawarkan iPhone 14 Murah

Intel mengatakan akan merilis mikrokode baru untuk chip yang terpengaruh dan menyarankan pengguna memperbarui firmware mereka agar tidak terkena Downfall.</content:encoded></item></channel></rss>
