<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gedung Putih Luncurkan Lomba Siber Berhadiah Miliaran Rupiah</title><description>Gedung Putih luncurkan lomba siber dengan hadiah jutaan dolar AS untuk fokus kepada penggunaan kecerdasan buatan (AI). </description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/10/54/2861555/gedung-putih-luncurkan-lomba-siber-berhadiah-miliaran-rupiah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/10/54/2861555/gedung-putih-luncurkan-lomba-siber-berhadiah-miliaran-rupiah"/><item><title>Gedung Putih Luncurkan Lomba Siber Berhadiah Miliaran Rupiah</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/10/54/2861555/gedung-putih-luncurkan-lomba-siber-berhadiah-miliaran-rupiah</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/10/54/2861555/gedung-putih-luncurkan-lomba-siber-berhadiah-miliaran-rupiah</guid><pubDate>Kamis 10 Agustus 2023 12:01 WIB</pubDate><dc:creator>Saliki Dwi Saputra </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/10/54/2861555/gedung-putih-luncurkan-lomba-siber-berhadiah-miliaran-rupiah-5BQUKs0XaA.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Gedung Putih (Foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/10/54/2861555/gedung-putih-luncurkan-lomba-siber-berhadiah-miliaran-rupiah-5BQUKs0XaA.jpeg</image><title>Gedung Putih (Foto: Istimewa)</title></images><description>SAN FRANCISCO - Gedung Putih luncurkan lomba siber dengan hadiah jutaan dolar AS untuk fokus kepada penggunaan kecerdasan buatan (AI), pada Rabu (9/8/2023). Lomba ini bertujuan untuk memperbaiki sistem keamanan dalam infrastruktur pemerintah Amerika Serikat (AS).&amp;nbsp;
&quot;Keamanan siber adalah perlombaan antara serangan dan pertahanan,&quot; kata wakil penasihat keamanan nasional pemerintah AS untuk siber dan teknologi, Anne Neuberger. dilansir dari Reuters, Kamis (10/8/2023).
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8xMC8xLzE1NjU5OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Kami tahu para pelaku kejahatan sudah menggunakan AI untuk mempercepat identifikasi kerentanan atau membuat perangkat lunak berbahaya,&quot; sambung Neuberger.
Katanya banyak perusahaan dan institusi pemerintah AS yang menjadi target peretasan dalam beberapa tahun terakhir. Para pejabat pemerintah pun telah mewanti-wanti ancaman siber di masa depan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Begini Cara Hacker Melancarkan Phishing, Wajib Tahu Agar Tak Tertipu

Komentar Neuberger sejalan dengan pernyataan kepala keamanan siber Kanada, Samy Khoury, bulan lalu. Dia menyebut bahwa agennya telah melihat teknologi AI digunakan untuk segala hal mulai dari membuat email phishing dan menulis kode komputer berbahaya hingga menyebarkan hoax.
Lebih lanjut, lomba yang berlangsung selama dua tahun ini mencakup hadiah sekitar 20 juta dolar AS (Rp30 miliar) dan akan dipimpin oleh&amp;nbsp;Defense Advanced Research Projects Agency&amp;nbsp;(DARPA) yang merupakan badan pemerintah AS yang bertanggung jawab atas penciptaan teknologi untuk keamanan nasional AS.Lomba ini mengindikasikan upaya Gedung Putih untuk mengatasi ancaman yang sedang muncul dan yang masih dicoba dipahami sepenuhnya oleh para ahli.
Dalam setahun terakhir, perusahaan-perusahaan AS telah meluncurkan berbagai alat AI generatif seperti ChatGPT yang memungkinkan pengguna membuat video, gambar, teks, dan kode komputer yang meyakinkan. Perusahaan-perusahaan China juga telah meluncurkan model serupa untuk mengejar ketertinggalan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kata Studi, Hacker Bisa Curi Data Hanya Lewat Suara Ketikan Keyboard

&amp;ldquo;Tujuan kami dengan tantangan AI DARPA adalah untuk mendorong komunitas yang lebih besar dara para pembela siber yang menggunakan model AI yang berpartisipasi untuk berlomba lebih cepat &amp;ndash; menggunakan AI generatif untuk memperkuat pertahanan siber kita,&amp;rdquo;  jelas Neuberger.&amp;nbsp;
Nantinya Open Source Security Foundation&amp;nbsp;(OpenSSF), kelompok ahli AS yang berusaha meningkatkan keamanan perangkat lunak sumber terbuka, akan bertanggung jawab untuk memastikan &quot;kode perangkat lunak pemenang digunakan segera,&quot; kata pemerintah AS.</description><content:encoded>SAN FRANCISCO - Gedung Putih luncurkan lomba siber dengan hadiah jutaan dolar AS untuk fokus kepada penggunaan kecerdasan buatan (AI), pada Rabu (9/8/2023). Lomba ini bertujuan untuk memperbaiki sistem keamanan dalam infrastruktur pemerintah Amerika Serikat (AS).&amp;nbsp;
&quot;Keamanan siber adalah perlombaan antara serangan dan pertahanan,&quot; kata wakil penasihat keamanan nasional pemerintah AS untuk siber dan teknologi, Anne Neuberger. dilansir dari Reuters, Kamis (10/8/2023).
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8xMC8xLzE1NjU5OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Kami tahu para pelaku kejahatan sudah menggunakan AI untuk mempercepat identifikasi kerentanan atau membuat perangkat lunak berbahaya,&quot; sambung Neuberger.
Katanya banyak perusahaan dan institusi pemerintah AS yang menjadi target peretasan dalam beberapa tahun terakhir. Para pejabat pemerintah pun telah mewanti-wanti ancaman siber di masa depan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Begini Cara Hacker Melancarkan Phishing, Wajib Tahu Agar Tak Tertipu

Komentar Neuberger sejalan dengan pernyataan kepala keamanan siber Kanada, Samy Khoury, bulan lalu. Dia menyebut bahwa agennya telah melihat teknologi AI digunakan untuk segala hal mulai dari membuat email phishing dan menulis kode komputer berbahaya hingga menyebarkan hoax.
Lebih lanjut, lomba yang berlangsung selama dua tahun ini mencakup hadiah sekitar 20 juta dolar AS (Rp30 miliar) dan akan dipimpin oleh&amp;nbsp;Defense Advanced Research Projects Agency&amp;nbsp;(DARPA) yang merupakan badan pemerintah AS yang bertanggung jawab atas penciptaan teknologi untuk keamanan nasional AS.Lomba ini mengindikasikan upaya Gedung Putih untuk mengatasi ancaman yang sedang muncul dan yang masih dicoba dipahami sepenuhnya oleh para ahli.
Dalam setahun terakhir, perusahaan-perusahaan AS telah meluncurkan berbagai alat AI generatif seperti ChatGPT yang memungkinkan pengguna membuat video, gambar, teks, dan kode komputer yang meyakinkan. Perusahaan-perusahaan China juga telah meluncurkan model serupa untuk mengejar ketertinggalan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kata Studi, Hacker Bisa Curi Data Hanya Lewat Suara Ketikan Keyboard

&amp;ldquo;Tujuan kami dengan tantangan AI DARPA adalah untuk mendorong komunitas yang lebih besar dara para pembela siber yang menggunakan model AI yang berpartisipasi untuk berlomba lebih cepat &amp;ndash; menggunakan AI generatif untuk memperkuat pertahanan siber kita,&amp;rdquo;  jelas Neuberger.&amp;nbsp;
Nantinya Open Source Security Foundation&amp;nbsp;(OpenSSF), kelompok ahli AS yang berusaha meningkatkan keamanan perangkat lunak sumber terbuka, akan bertanggung jawab untuk memastikan &quot;kode perangkat lunak pemenang digunakan segera,&quot; kata pemerintah AS.</content:encoded></item></channel></rss>
