<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gak Mau Kalah dari Instagram, TikTok Juga Bikin Label Tandai Konten Buatan AI</title><description>Mirip Instagram, TikTok juga membuat label untuk menandai konten yang dibuat dengan Kecerdasaan Buatan (AI).</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/10/54/2861486/gak-mau-kalah-dari-instagram-tiktok-juga-bikin-label-tandai-konten-buatan-ai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/10/54/2861486/gak-mau-kalah-dari-instagram-tiktok-juga-bikin-label-tandai-konten-buatan-ai"/><item><title>Gak Mau Kalah dari Instagram, TikTok Juga Bikin Label Tandai Konten Buatan AI</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/10/54/2861486/gak-mau-kalah-dari-instagram-tiktok-juga-bikin-label-tandai-konten-buatan-ai</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/10/54/2861486/gak-mau-kalah-dari-instagram-tiktok-juga-bikin-label-tandai-konten-buatan-ai</guid><pubDate>Kamis 10 Agustus 2023 10:30 WIB</pubDate><dc:creator>Saliki Dwi Saputra </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/10/54/2861486/gak-mau-kalah-dari-instagran-tiktok-juga-bikin-label-tandai-konten-buatan-ai-7bw27jloBM.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Tiktok kembangkan label penanda konten buatan AI (Foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/10/54/2861486/gak-mau-kalah-dari-instagran-tiktok-juga-bikin-label-tandai-konten-buatan-ai-7bw27jloBM.jpeg</image><title>Tiktok kembangkan label penanda konten buatan AI (Foto: Istimewa)</title></images><description>JAKARTA - TikTok akan membuat label untuk menandai konten yang dibuat dengan Kecerdasaan Buatan (AI) di platform mereka. Cara ini pun sebelumnya juga diumumkan oleh Instagram sebagai fitur baru mereka.
Peneliti aplikasi Matt Navarra menyebut jika dirinya menemukan adanya pilihan 'sakelar' konten buatan AI di bagian bawah sebelum mengunggah video di TikTok.



Namun dalam akun X pribadinya, Navarra mengungkapkan fitur ini harus diaktifkan jika pengguna ingin menggunggah konten berbasis AI. Kemudian nanti akan ada notifikasi 'label' bahwa konten ini dibuat oleh AI.
Jika pengguna lalai atau membiarkan konten tersebut tetap diunggah, maka TikTok bisa penghapusan konten tersebut secara paksa. Namun sejauh ini belum diketahui kapan fitur itu diluncurkan untuk semua pengguna.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Tragis, Gadis 10 Tahun Dibunuh Ayahnya Sendiri karena Muncul di Video TikTok

Sebelumnya langkah serupa juga diterapkan oleh Meta kepada Instagram. Hal itu membantu perusahaan dan pengguna agar tidak mendapatkan informasi yang salah.Ekspansi TikTok ke bisnis lain
TikTok baru-baru melaporkan bahwa mereka juga sedang mengurus izin ke Bank Indonesia untuk memperoleh lisensi pembayaran di Indonesia. Langkah itu pun disinyalir mendorong perusahaan asal China tersebut melebarkan sayap ke bisnis e-commerce.
Kabar itu muncul setelah pengumuman yang disampaikan oleh CEO TikTok Shou Zi Chew akan menginvestasikan miliaran dolar AS di Indonesia dan negara lain di kawasan Asia Tenggara.

BACA JUGA:
TikTok Dilarang Beroperasi 1 Januari 2024

Dua sumber yang mengetahui rencana itu mengatakan bahwa TikTok yang dimiliki oleh perusahaan teknologi raksasa China ByteDance, sedang dalam pembahasan dengan bank sentral Indonesia dan bahwa permintaan itu disambut baik.
Jika dikaitkan dengan fitur label untuk konten AI nampaknya TikTok benar-benar serius untuk meraih kepercayaan dari pengguna di tengah maraknya kasus phising.</description><content:encoded>JAKARTA - TikTok akan membuat label untuk menandai konten yang dibuat dengan Kecerdasaan Buatan (AI) di platform mereka. Cara ini pun sebelumnya juga diumumkan oleh Instagram sebagai fitur baru mereka.
Peneliti aplikasi Matt Navarra menyebut jika dirinya menemukan adanya pilihan 'sakelar' konten buatan AI di bagian bawah sebelum mengunggah video di TikTok.



Namun dalam akun X pribadinya, Navarra mengungkapkan fitur ini harus diaktifkan jika pengguna ingin menggunggah konten berbasis AI. Kemudian nanti akan ada notifikasi 'label' bahwa konten ini dibuat oleh AI.
Jika pengguna lalai atau membiarkan konten tersebut tetap diunggah, maka TikTok bisa penghapusan konten tersebut secara paksa. Namun sejauh ini belum diketahui kapan fitur itu diluncurkan untuk semua pengguna.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Tragis, Gadis 10 Tahun Dibunuh Ayahnya Sendiri karena Muncul di Video TikTok

Sebelumnya langkah serupa juga diterapkan oleh Meta kepada Instagram. Hal itu membantu perusahaan dan pengguna agar tidak mendapatkan informasi yang salah.Ekspansi TikTok ke bisnis lain
TikTok baru-baru melaporkan bahwa mereka juga sedang mengurus izin ke Bank Indonesia untuk memperoleh lisensi pembayaran di Indonesia. Langkah itu pun disinyalir mendorong perusahaan asal China tersebut melebarkan sayap ke bisnis e-commerce.
Kabar itu muncul setelah pengumuman yang disampaikan oleh CEO TikTok Shou Zi Chew akan menginvestasikan miliaran dolar AS di Indonesia dan negara lain di kawasan Asia Tenggara.

BACA JUGA:
TikTok Dilarang Beroperasi 1 Januari 2024

Dua sumber yang mengetahui rencana itu mengatakan bahwa TikTok yang dimiliki oleh perusahaan teknologi raksasa China ByteDance, sedang dalam pembahasan dengan bank sentral Indonesia dan bahwa permintaan itu disambut baik.
Jika dikaitkan dengan fitur label untuk konten AI nampaknya TikTok benar-benar serius untuk meraih kepercayaan dari pengguna di tengah maraknya kasus phising.</content:encoded></item></channel></rss>
