<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mobil Buatan Amerika Punya Masalah pada Bobot, Ada yang Sampai 3 Ton</title><description>Mobil-mobil buatan Amerika punya masalah yang sangat serius akhir-akhir ini, yakni ada pada bobotya yang semakin berat.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/10/52/2861383/mobil-buatan-amerika-punya-masalah-pada-bobot-ada-yang-sampai-3-ton</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/10/52/2861383/mobil-buatan-amerika-punya-masalah-pada-bobot-ada-yang-sampai-3-ton"/><item><title>Mobil Buatan Amerika Punya Masalah pada Bobot, Ada yang Sampai 3 Ton</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/10/52/2861383/mobil-buatan-amerika-punya-masalah-pada-bobot-ada-yang-sampai-3-ton</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/10/52/2861383/mobil-buatan-amerika-punya-masalah-pada-bobot-ada-yang-sampai-3-ton</guid><pubDate>Kamis 10 Agustus 2023 14:31 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyu Sibarani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/10/52/2861383/mobil-buatan-amerika-punya-masalah-pada-bobot-ada-yang-sampai-3-ton-q3auCRDbFj.png" expression="full" type="image/jpeg">Mobil pabrikan Amerika Serikat punya masalah pada bobot. (Doc. Carsifu)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/10/52/2861383/mobil-buatan-amerika-punya-masalah-pada-bobot-ada-yang-sampai-3-ton-q3auCRDbFj.png</image><title>Mobil pabrikan Amerika Serikat punya masalah pada bobot. (Doc. Carsifu)</title></images><description>JAKARTA - Mobil-mobil buatan Amerika punya masalah yang sangat serius akhir-akhir ini, yakni ada pada bobotya yang semakin berat.
Rata-rata mobil di Amerika Serikat memiliki bobot mencapai 1.963 kilogram. Bobot itu naik 79 kilogram hanya dalam waktu tiga tahun, menurut survei yang digelar tahun lalu.
Kondisi itu tidak hanya terjadi pada mobil konvensional. Mobil listrik buatan juga sama beratnya.

BACA JUGA:
Intip Persiapan GIIAS 2023 H-1, Sejumlah Mobil Mulai Dimuat ke Area Pameran

&quot;Mobil yang dulu bobotnya cuma mencapai satu ton sekarang mencapai tiga ton,&quot; ujar Ned Curic, Chief Technology Officer Stellanti NV, dikutip Carsifu, Kamis (10/8/2023) ini.
&quot;Ini tidak bagus untuk lingkungan. Tidak bagus juga unntuk sumber alam serta sangat buruk buat efisiensi,&quot; tambahnya.
Hanya saja menurut dia hal tersebut justru terjadi karena tuntutan keamanan yang sangat tinggi. Semuanya dimulai pada 1980an ketika regulasi keamanan semakin ketat dan membuat pabrikan mobil di negeri Paman Sam itu berusaha keras memenuhi tuntutan tersebut.
Berbagai fitur keamanan kemudian dijejalkan di mobil-mobil Negeri Paman Sam, material juga diperkuat dan konstruksi mobil juga diperbaiki. Tujuannya agar para desainer tidak perlu khawatir ketika standar keamanan mobil buatan mereka diuji.

BACA JUGA:
Pengamat Sebut Mobil Listrik Bakal Lebih Terjangkau: Harga Baterai Sudah Turun

Belum lagi pada 2018 kebutuhan konsumen berubah. Saat itu permintaan mobil SUV berukuran besar mengalahkan mobil sedan dan hatchback.Kondisi yang sama juga terjadi di mobil listrik dimana baterai jadi penyebab utama bobot semakin berat.
Masyarakat menuntut mobil listrik dengan jangkauan jarak tempuh yang tinggi. Alhasil ukuran baterai diperbesar dan berdampak pada penambahan bobot mobil listrik yang sangat luar biasa.

BACA JUGA:
Kurangi Emisi Karbon, Kemenperin Kaji Pemberian Insentif Mobil Hybrid

Stellantis sendiri menrut Ned Curic tidak bisa menghindar dari tuntutan itu. Salah satu merek mobil yang ada di grup mereka, Ram, justru membuat mobil yang bobotnya mencapai 2,721 kilogram.
Pabrikan mobil sebenarnya menyadari kondisi mengkhawatirkan ini. Hanya saja upaya mengurangi bobot dengan cara menggunakan material lebih ringan dan menemukan baterai berukuran kompak dengan daya jangkau yang jauh tidak mudah. Butuh biaya riset yang sangat besar untuk mendapatkan hal tersebut.</description><content:encoded>JAKARTA - Mobil-mobil buatan Amerika punya masalah yang sangat serius akhir-akhir ini, yakni ada pada bobotya yang semakin berat.
Rata-rata mobil di Amerika Serikat memiliki bobot mencapai 1.963 kilogram. Bobot itu naik 79 kilogram hanya dalam waktu tiga tahun, menurut survei yang digelar tahun lalu.
Kondisi itu tidak hanya terjadi pada mobil konvensional. Mobil listrik buatan juga sama beratnya.

BACA JUGA:
Intip Persiapan GIIAS 2023 H-1, Sejumlah Mobil Mulai Dimuat ke Area Pameran

&quot;Mobil yang dulu bobotnya cuma mencapai satu ton sekarang mencapai tiga ton,&quot; ujar Ned Curic, Chief Technology Officer Stellanti NV, dikutip Carsifu, Kamis (10/8/2023) ini.
&quot;Ini tidak bagus untuk lingkungan. Tidak bagus juga unntuk sumber alam serta sangat buruk buat efisiensi,&quot; tambahnya.
Hanya saja menurut dia hal tersebut justru terjadi karena tuntutan keamanan yang sangat tinggi. Semuanya dimulai pada 1980an ketika regulasi keamanan semakin ketat dan membuat pabrikan mobil di negeri Paman Sam itu berusaha keras memenuhi tuntutan tersebut.
Berbagai fitur keamanan kemudian dijejalkan di mobil-mobil Negeri Paman Sam, material juga diperkuat dan konstruksi mobil juga diperbaiki. Tujuannya agar para desainer tidak perlu khawatir ketika standar keamanan mobil buatan mereka diuji.

BACA JUGA:
Pengamat Sebut Mobil Listrik Bakal Lebih Terjangkau: Harga Baterai Sudah Turun

Belum lagi pada 2018 kebutuhan konsumen berubah. Saat itu permintaan mobil SUV berukuran besar mengalahkan mobil sedan dan hatchback.Kondisi yang sama juga terjadi di mobil listrik dimana baterai jadi penyebab utama bobot semakin berat.
Masyarakat menuntut mobil listrik dengan jangkauan jarak tempuh yang tinggi. Alhasil ukuran baterai diperbesar dan berdampak pada penambahan bobot mobil listrik yang sangat luar biasa.

BACA JUGA:
Kurangi Emisi Karbon, Kemenperin Kaji Pemberian Insentif Mobil Hybrid

Stellantis sendiri menrut Ned Curic tidak bisa menghindar dari tuntutan itu. Salah satu merek mobil yang ada di grup mereka, Ram, justru membuat mobil yang bobotnya mencapai 2,721 kilogram.
Pabrikan mobil sebenarnya menyadari kondisi mengkhawatirkan ini. Hanya saja upaya mengurangi bobot dengan cara menggunakan material lebih ringan dan menemukan baterai berukuran kompak dengan daya jangkau yang jauh tidak mudah. Butuh biaya riset yang sangat besar untuk mendapatkan hal tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
