<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Toyota Siap Kerja Sama dengan Produsen Baterai Lokal: Kita Nggak Bisa Kerja Sendiri</title><description>PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia telah memproduksi Kijang Innoza Zenix dan Yaris Cross secara lokal,dengan TKDN yang cukup tinggi&amp;nbsp;</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/09/52/2860933/toyota-siap-kerja-sama-dengan-produsen-baterai-lokal-kita-nggak-bisa-kerja-sendiri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/09/52/2860933/toyota-siap-kerja-sama-dengan-produsen-baterai-lokal-kita-nggak-bisa-kerja-sendiri"/><item><title>Toyota Siap Kerja Sama dengan Produsen Baterai Lokal: Kita Nggak Bisa Kerja Sendiri</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/09/52/2860933/toyota-siap-kerja-sama-dengan-produsen-baterai-lokal-kita-nggak-bisa-kerja-sendiri</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/09/52/2860933/toyota-siap-kerja-sama-dengan-produsen-baterai-lokal-kita-nggak-bisa-kerja-sendiri</guid><pubDate>Rabu 09 Agustus 2023 16:51 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Fadli Ramadan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/09/52/2860933/toyota-siap-kerja-sama-dengan-produsen-baterai-lokal-kita-nggak-bisa-kerja-sendiri-PBZF0wryYo.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Industri mobil listrik Tanah Air. (Foto: Muhamad Fadli Ramadan/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/09/52/2860933/toyota-siap-kerja-sama-dengan-produsen-baterai-lokal-kita-nggak-bisa-kerja-sendiri-PBZF0wryYo.JPG</image><title>Industri mobil listrik Tanah Air. (Foto: Muhamad Fadli Ramadan/Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) telah memproduksi dua mobil hybrid secara lokal, yakni Kijang Innoza Zenix dan Yaris Cross, dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang cukup tinggi.
Meski demikian, tak dipungkiri ada komponen yang masih andalkan  Toyota Motor Corporation (TMC), alias diimpor dari Jepang.
Komponen tersebut adalah baterai, motor listrik, dan power control unit (PCU).

BACA JUGA:
Pengamat Sebut Mobil Listrik Bakal Lebih Terjangkau: Harga Baterai Sudah Turun

Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto mengatakan ketiga komponen itu memang masih perlu diimpor karena belum ada yang bisa memproduksinya secara lokal.
Tapi, Toyota tidak menutup kemungkinan untuk menggandeng perusahaan yang bergerak di bidang itu.
&amp;ldquo;Kalau kita bicara elektrifikasi, ada tiga kompinen besar. Sekarang kita sedang menjajaki motor (listrik) dan PCU (buatan lokal) kita lihat beberapa supplier yang possible memproduksi itu,&amp;rdquo; kata Nandi di Toyota Karawang Plant 2, belum lama ini.
Sekadar informasi, Toyota memproduksi mobil hybrid Kijang Innova Zenix dan Yaris Cross di Karawang Plant 2. Untuk Innova Zenix gunakan baterai jenis nikel, sementara Yaris Cross sudah menggunakan baterai jenis lithium.
Meski cell baterai masih diimpor langsung dari Jepang, Nandi menegaskan komponen pendukung lainnya sudah diproduksi secara lokal. Ini untuk mengurangi ketergantungan akan impor apabila permintaan mobil hybrid meningkat.

BACA JUGA:
Pantauan H-1 GIIAS 2023: Deretan Mobil Terbaru Masih Dibungkus, Bikin Penasaran!

&amp;ldquo;Baterai kita mulai (lokalisasi) dari battery pack. Sekali lagi kita mulai dari itu dulu, kalau ekosistemnya sudah besar, mau tidak mau kita akan lakukan (lokalisasi) terus-menerus. Kita kan mulai dari assembling, welding, dan sebagainya,&amp;rdquo; ujar Nandi.

Toyota juga tak menutup kemungkinan untuk bekerja sama dengan Indonesia Battery Cotporation (IBC). Itu merupakan produsen baterai lokal yang saat ini fokus mengembangkan cell baterai untuk kendaraan listrik.
&amp;ldquo;Kita nggak bisa kerja sendiri, tentu kita akan kerja sama dengan pihak-pihak lainnya, ya termasuk IBC. Kita selalu berusaha membuat ekosistem di industri otomotif bekerja dengan semua pihak,&amp;rdquo; ungkap.

BACA JUGA:
Ini Line Up Mobil Listrik Pabrikan Jepang dan China di GIIAS 2023

Namun, Nandi juga menegaskan bahwa kerja sama ini juga diperlukan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) terlebih dahulu. Menurutnya, apabila SDM tidak berkompeten, maka akan sulit bagi mereka untuk mengolah hasil produk yang ada.
&amp;ldquo;Kerja sama itu dimulai dari people development. Kalau SDM sudah siap, baru kita mulai kerja sama,&amp;rdquo; tuturnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) telah memproduksi dua mobil hybrid secara lokal, yakni Kijang Innoza Zenix dan Yaris Cross, dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang cukup tinggi.
Meski demikian, tak dipungkiri ada komponen yang masih andalkan  Toyota Motor Corporation (TMC), alias diimpor dari Jepang.
Komponen tersebut adalah baterai, motor listrik, dan power control unit (PCU).

BACA JUGA:
Pengamat Sebut Mobil Listrik Bakal Lebih Terjangkau: Harga Baterai Sudah Turun

Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto mengatakan ketiga komponen itu memang masih perlu diimpor karena belum ada yang bisa memproduksinya secara lokal.
Tapi, Toyota tidak menutup kemungkinan untuk menggandeng perusahaan yang bergerak di bidang itu.
&amp;ldquo;Kalau kita bicara elektrifikasi, ada tiga kompinen besar. Sekarang kita sedang menjajaki motor (listrik) dan PCU (buatan lokal) kita lihat beberapa supplier yang possible memproduksi itu,&amp;rdquo; kata Nandi di Toyota Karawang Plant 2, belum lama ini.
Sekadar informasi, Toyota memproduksi mobil hybrid Kijang Innova Zenix dan Yaris Cross di Karawang Plant 2. Untuk Innova Zenix gunakan baterai jenis nikel, sementara Yaris Cross sudah menggunakan baterai jenis lithium.
Meski cell baterai masih diimpor langsung dari Jepang, Nandi menegaskan komponen pendukung lainnya sudah diproduksi secara lokal. Ini untuk mengurangi ketergantungan akan impor apabila permintaan mobil hybrid meningkat.

BACA JUGA:
Pantauan H-1 GIIAS 2023: Deretan Mobil Terbaru Masih Dibungkus, Bikin Penasaran!

&amp;ldquo;Baterai kita mulai (lokalisasi) dari battery pack. Sekali lagi kita mulai dari itu dulu, kalau ekosistemnya sudah besar, mau tidak mau kita akan lakukan (lokalisasi) terus-menerus. Kita kan mulai dari assembling, welding, dan sebagainya,&amp;rdquo; ujar Nandi.

Toyota juga tak menutup kemungkinan untuk bekerja sama dengan Indonesia Battery Cotporation (IBC). Itu merupakan produsen baterai lokal yang saat ini fokus mengembangkan cell baterai untuk kendaraan listrik.
&amp;ldquo;Kita nggak bisa kerja sendiri, tentu kita akan kerja sama dengan pihak-pihak lainnya, ya termasuk IBC. Kita selalu berusaha membuat ekosistem di industri otomotif bekerja dengan semua pihak,&amp;rdquo; ungkap.

BACA JUGA:
Ini Line Up Mobil Listrik Pabrikan Jepang dan China di GIIAS 2023

Namun, Nandi juga menegaskan bahwa kerja sama ini juga diperlukan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) terlebih dahulu. Menurutnya, apabila SDM tidak berkompeten, maka akan sulit bagi mereka untuk mengolah hasil produk yang ada.
&amp;ldquo;Kerja sama itu dimulai dari people development. Kalau SDM sudah siap, baru kita mulai kerja sama,&amp;rdquo; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
