<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengamat Sebut Mobil Listrik Bakal Lebih Terjangkau: Harga Baterai Sudah Turun</title><description>Penjualan mobil listrik di Indonesia secara berlahan mulai tumbuh, meski belum begitu signifikan. Kedepan mobil ramah lingkungan lebih murah</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/09/52/2860743/pengamat-sebut-mobil-listrik-bakal-lebih-terjangkau-harga-baterai-sudah-turun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/09/52/2860743/pengamat-sebut-mobil-listrik-bakal-lebih-terjangkau-harga-baterai-sudah-turun"/><item><title>Pengamat Sebut Mobil Listrik Bakal Lebih Terjangkau: Harga Baterai Sudah Turun</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/09/52/2860743/pengamat-sebut-mobil-listrik-bakal-lebih-terjangkau-harga-baterai-sudah-turun</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/09/52/2860743/pengamat-sebut-mobil-listrik-bakal-lebih-terjangkau-harga-baterai-sudah-turun</guid><pubDate>Rabu 09 Agustus 2023 11:09 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Fadli Ramadan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/09/52/2860743/pengamat-sebut-mobil-listrik-bakal-lebih-terjangkau-harga-baterai-sudah-turun-RBrmaaW5jQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga mobil listrik bakal lebih terjangkau. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/09/52/2860743/pengamat-sebut-mobil-listrik-bakal-lebih-terjangkau-harga-baterai-sudah-turun-RBrmaaW5jQ.jpg</image><title>Harga mobil listrik bakal lebih terjangkau. (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Penjualan mobil listrik di Indonesia secara berlahan mulai tumbuh, meski belum begitu signifikan.
Ini karena masih ada tantangan yang menganjar laju kendaraan listrik di Indonesia, mulai dari keterbatasan insfrastruktur, hingga harganya yang mahal.

BACA JUGA:
Mobil Listrik Mungil Ini Disulap Jadi Ambulans, Netizen Auto Bingung

Saat ini, mobil listrik yang dijual di bawah harga Rp300 juta hanya Wuling Air ev. Sayangnya, mobil ini terbilang mungil, sehingga tidak memiliki kabin yang luas.
Sementara mobil listrik yang memiliki dimensi lebih besar dijual dengan harga yang sangat tinggi. Pasalnya, produsen menanamkan teknologi canggih di dalamnya, hingga baterai dengan kapasitas yang besar.
Merespons hal itu, Peneliti Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia (UI), Riyanto, menilai mobil listrik bisa dijual dengan harga lebih murah di masa depan, dengan kisaran harga Rp300 juta sampai Rp400 jutaan.
&amp;ldquo;Harga mobil listrik turun kalau baterainya turun. Tapi tren harga baterai memang sudah turun. Jadi 40-50 persen biaya produksi mobil listrik itu memang ada di baterai,&amp;rdquo; kata Riyanto di kantor Kemenperin, Jakarta Selata, belum lama ini.

BACA JUGA:
Ini Line Up Mobil Listrik Pabrikan Jepang dan China di GIIAS 2023

Seperti diketahui, baterai memang menjadi komponen dengan biaya produksi terbesar dalam mobil listrik. Bahkan, harga paket baterai bisa setengah dari harga baru mobil yang membuat produsen kesulitan dalam menekan harga jual.
&amp;ldquo;Kalau kita lihat penelitian dari Bloomberg, harga baterai lithium-ion terus terun. Kalau sebelumnya 200-an dolar AS per kWh, nanti pada 2030 menjadi hanya 60-an dolar AS per kWh. Itu pasti berpengaruh ke harga mobill (listrik),&amp;rdquo; ujar Riyanto.Kemudian Riyanto meyakini peminat mobil listrik di Indonesia sangat besar apabila dijual dengan harga lebih rendah. Itu bisa dilihat dari peminat Wuling Air ev yang cukup signifikan.
&amp;ldquo;Menurut survei LBM pada 2022, dari 100 orang, 30 persennya berniat beli mobil berbasis BEV (Battery Electric Vehicle) dan ini menarik. Jadi pasar di Indonesia itu gemuk, di harga 30 ribu dolar AS atau Rp400 jutaan lah. Sementara yang paling diminati tujuh seat dengan rentan harga Rp300 jutaan. Jadi kalau mau bidik pasar lebih banyak, maka jual BEV harga segitu dengan fungsi yang mirip,&amp;rdquo; tuturnya.

BACA JUGA:
NETA Bakal Rakit Mobil Listrik di Indonesia Mulai 2024

Namun, ada banyak alasan mengapa masyarakat Indonesia masih enggan beralih ke mobil listrik berbasis baterai. Selain harga, alasan lain seperti lamanya pengisian dan harga jual kembali yang belum terbentuk pasarnya juga memengaruhi hal tersebut.
&amp;ldquo;Orang Indonesia kalau mau beli mobil sudah tanya juga, nanti kalau saya jual harga second-nya jatuh nggak? Jadi pasar bekasnya belum tercipta. Pertimbangan konsumen membeli kendaraan itu ada dua, mampu dan mau,&amp;rdquo; ucapnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Penjualan mobil listrik di Indonesia secara berlahan mulai tumbuh, meski belum begitu signifikan.
Ini karena masih ada tantangan yang menganjar laju kendaraan listrik di Indonesia, mulai dari keterbatasan insfrastruktur, hingga harganya yang mahal.

BACA JUGA:
Mobil Listrik Mungil Ini Disulap Jadi Ambulans, Netizen Auto Bingung

Saat ini, mobil listrik yang dijual di bawah harga Rp300 juta hanya Wuling Air ev. Sayangnya, mobil ini terbilang mungil, sehingga tidak memiliki kabin yang luas.
Sementara mobil listrik yang memiliki dimensi lebih besar dijual dengan harga yang sangat tinggi. Pasalnya, produsen menanamkan teknologi canggih di dalamnya, hingga baterai dengan kapasitas yang besar.
Merespons hal itu, Peneliti Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia (UI), Riyanto, menilai mobil listrik bisa dijual dengan harga lebih murah di masa depan, dengan kisaran harga Rp300 juta sampai Rp400 jutaan.
&amp;ldquo;Harga mobil listrik turun kalau baterainya turun. Tapi tren harga baterai memang sudah turun. Jadi 40-50 persen biaya produksi mobil listrik itu memang ada di baterai,&amp;rdquo; kata Riyanto di kantor Kemenperin, Jakarta Selata, belum lama ini.

BACA JUGA:
Ini Line Up Mobil Listrik Pabrikan Jepang dan China di GIIAS 2023

Seperti diketahui, baterai memang menjadi komponen dengan biaya produksi terbesar dalam mobil listrik. Bahkan, harga paket baterai bisa setengah dari harga baru mobil yang membuat produsen kesulitan dalam menekan harga jual.
&amp;ldquo;Kalau kita lihat penelitian dari Bloomberg, harga baterai lithium-ion terus terun. Kalau sebelumnya 200-an dolar AS per kWh, nanti pada 2030 menjadi hanya 60-an dolar AS per kWh. Itu pasti berpengaruh ke harga mobill (listrik),&amp;rdquo; ujar Riyanto.Kemudian Riyanto meyakini peminat mobil listrik di Indonesia sangat besar apabila dijual dengan harga lebih rendah. Itu bisa dilihat dari peminat Wuling Air ev yang cukup signifikan.
&amp;ldquo;Menurut survei LBM pada 2022, dari 100 orang, 30 persennya berniat beli mobil berbasis BEV (Battery Electric Vehicle) dan ini menarik. Jadi pasar di Indonesia itu gemuk, di harga 30 ribu dolar AS atau Rp400 jutaan lah. Sementara yang paling diminati tujuh seat dengan rentan harga Rp300 jutaan. Jadi kalau mau bidik pasar lebih banyak, maka jual BEV harga segitu dengan fungsi yang mirip,&amp;rdquo; tuturnya.

BACA JUGA:
NETA Bakal Rakit Mobil Listrik di Indonesia Mulai 2024

Namun, ada banyak alasan mengapa masyarakat Indonesia masih enggan beralih ke mobil listrik berbasis baterai. Selain harga, alasan lain seperti lamanya pengisian dan harga jual kembali yang belum terbentuk pasarnya juga memengaruhi hal tersebut.
&amp;ldquo;Orang Indonesia kalau mau beli mobil sudah tanya juga, nanti kalau saya jual harga second-nya jatuh nggak? Jadi pasar bekasnya belum tercipta. Pertimbangan konsumen membeli kendaraan itu ada dua, mampu dan mau,&amp;rdquo; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
