<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Usai Supermoon, Fenomena Blue Moon Juga akan Muncul Akhir Agustus</title><description>Usai Supermoon yang terjadi awal Agustus kemarin,&amp;nbsp;kini fenomena Blue Moon juga akan muncul di akhir bulan nanti.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/08/56/2859803/usai-supermoon-fenomena-blue-moon-juga-akan-muncul-akhir-agustus</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/08/56/2859803/usai-supermoon-fenomena-blue-moon-juga-akan-muncul-akhir-agustus"/><item><title>Usai Supermoon, Fenomena Blue Moon Juga akan Muncul Akhir Agustus</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/08/56/2859803/usai-supermoon-fenomena-blue-moon-juga-akan-muncul-akhir-agustus</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/08/56/2859803/usai-supermoon-fenomena-blue-moon-juga-akan-muncul-akhir-agustus</guid><pubDate>Selasa 08 Agustus 2023 06:32 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/08/56/2859803/usai-supermoon-fenomena-blue-moon-juga-akan-muncul-akhir-agustus-YaFPreEXxO.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Fenomena Blue Moon (Foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/08/56/2859803/usai-supermoon-fenomena-blue-moon-juga-akan-muncul-akhir-agustus-YaFPreEXxO.jpeg</image><title>Fenomena Blue Moon (Foto: Istimewa)</title></images><description>JAKARTA - Fenomena Blue Moon akan muncul di akhir Agustus mendatang. Blue Moon merupakan Bulan Purnama terdekat, terbesar, dan paling terang di sepanjang tahun.
Blue Moon akan mencapai puncaknya pada Rabu 30 Agustus 2023 pukul 21:36. Akibat fenomena ini, jarak antara Bulan dan Bumi menjadi sangat dekat, yakni hanya (222.043 mil), seperti dihimpun dari Alamanac, Selasa (8/8/2023).

Sekadar informasi, Blue Moon mengacu pada bulan purnama kedua yang terjadi dalam bulan kalender yang sama, yang biasanya terjadi beberapa tahun sekali. Blue moon terakhir, misalnya, terjadi pada Oktober 2020.
Meskipun namanya Blue Moon atau Bulan Biru, tampilanya tentu tidak akan berwarna biru sama sekali. Istilah ini sebenarnya berasal dari ekspresi abad ke-16, di mana Blue Moon merujuk pada sesuatu yang tidak pernah atau jarang sekali terjadi.

BACA JUGA:


7 Dampak Supermoon Bagi Kesehatan dan Fakta di Baliknya, Benarkah Bisa Pengaruhi Kesuburan?&amp;nbsp;
Blue Moon berwarna biru hanya terjadi dalam kondisi atmosfer tertentu. Misalnya setelah terjadinya letusan gunung berapi Krakatau yang masif pada tahun 1884 silam yang membuat Blue Moon menjadi berwarna biru.
Ini terjadi karena awan abu dan debu yang sangat besar disuntikkan ke stratosfer (5 hingga 30 mil di atas permukaan bumi), awan aerosol ini menyebabkan Bulan dan Matahari tampak biru dari banyak lokasi di Belahan Bumi Utara.Asal-usul historis istilah Blue Moon juga terbagi menjadi dua definisi yang berbeda. Pertama Blue Moon musiman yakni Bulan Purnama ketiga dari salah satu musim astronomis yang di dalamnya terjadi empat kali Bulan Purnama.
Blue Moon musiman terjadi sedikit lebih jarang dari pada Blue Moon bulanan, dalam 1100 tahun antara 1550 dan 2650, ada 408 Blue Moon musiman dan 456 Blue Moon bulanan.

BACA JUGA:
Supermoon Bisa Tingkatkan Energi Positif bagi Tubuh, Coba Lakukan 4 Hal Ini

Kedua adalah Blue Moon bulanan, yakni Bulan Purnama kedua dari salah satu bulan di dalam kalender Masehi yang di dalamnya terjadi dua kali Bulan Purnama. Blue Moon bulanan dapat terjadi jika Bulan Purnama terjadi di sekitar awal bulan Masehi.
Hal ini dikarenakan rata-rata lunasi sebesar 29,53 hari lebih pendek dibandingkan dengan 11 bulan dalam kalender Masehi. Meski demikian, baik Blue Moon musiman maupun bulanan terjadi kira-kira setiap dua atau tiga tahun sekali.</description><content:encoded>JAKARTA - Fenomena Blue Moon akan muncul di akhir Agustus mendatang. Blue Moon merupakan Bulan Purnama terdekat, terbesar, dan paling terang di sepanjang tahun.
Blue Moon akan mencapai puncaknya pada Rabu 30 Agustus 2023 pukul 21:36. Akibat fenomena ini, jarak antara Bulan dan Bumi menjadi sangat dekat, yakni hanya (222.043 mil), seperti dihimpun dari Alamanac, Selasa (8/8/2023).

Sekadar informasi, Blue Moon mengacu pada bulan purnama kedua yang terjadi dalam bulan kalender yang sama, yang biasanya terjadi beberapa tahun sekali. Blue moon terakhir, misalnya, terjadi pada Oktober 2020.
Meskipun namanya Blue Moon atau Bulan Biru, tampilanya tentu tidak akan berwarna biru sama sekali. Istilah ini sebenarnya berasal dari ekspresi abad ke-16, di mana Blue Moon merujuk pada sesuatu yang tidak pernah atau jarang sekali terjadi.

BACA JUGA:


7 Dampak Supermoon Bagi Kesehatan dan Fakta di Baliknya, Benarkah Bisa Pengaruhi Kesuburan?&amp;nbsp;
Blue Moon berwarna biru hanya terjadi dalam kondisi atmosfer tertentu. Misalnya setelah terjadinya letusan gunung berapi Krakatau yang masif pada tahun 1884 silam yang membuat Blue Moon menjadi berwarna biru.
Ini terjadi karena awan abu dan debu yang sangat besar disuntikkan ke stratosfer (5 hingga 30 mil di atas permukaan bumi), awan aerosol ini menyebabkan Bulan dan Matahari tampak biru dari banyak lokasi di Belahan Bumi Utara.Asal-usul historis istilah Blue Moon juga terbagi menjadi dua definisi yang berbeda. Pertama Blue Moon musiman yakni Bulan Purnama ketiga dari salah satu musim astronomis yang di dalamnya terjadi empat kali Bulan Purnama.
Blue Moon musiman terjadi sedikit lebih jarang dari pada Blue Moon bulanan, dalam 1100 tahun antara 1550 dan 2650, ada 408 Blue Moon musiman dan 456 Blue Moon bulanan.

BACA JUGA:
Supermoon Bisa Tingkatkan Energi Positif bagi Tubuh, Coba Lakukan 4 Hal Ini

Kedua adalah Blue Moon bulanan, yakni Bulan Purnama kedua dari salah satu bulan di dalam kalender Masehi yang di dalamnya terjadi dua kali Bulan Purnama. Blue Moon bulanan dapat terjadi jika Bulan Purnama terjadi di sekitar awal bulan Masehi.
Hal ini dikarenakan rata-rata lunasi sebesar 29,53 hari lebih pendek dibandingkan dengan 11 bulan dalam kalender Masehi. Meski demikian, baik Blue Moon musiman maupun bulanan terjadi kira-kira setiap dua atau tiga tahun sekali.</content:encoded></item></channel></rss>
