<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Spyware LetMeSpy Berhenti Beroperasi Pasca Data Server Dihapus Hacker</title><description>Spyware LetMeSpy yang berbasis di Polandia kini tak lagi bisa beroperasi setelah hacker membobol servernya pada bulan Juni lalu.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/07/54/2859195/spyware-letmespy-berhenti-beroperasi-pasca-data-server-dihapus-hacker</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/07/54/2859195/spyware-letmespy-berhenti-beroperasi-pasca-data-server-dihapus-hacker"/><item><title>Spyware LetMeSpy Berhenti Beroperasi Pasca Data Server Dihapus Hacker</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/07/54/2859195/spyware-letmespy-berhenti-beroperasi-pasca-data-server-dihapus-hacker</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/07/54/2859195/spyware-letmespy-berhenti-beroperasi-pasca-data-server-dihapus-hacker</guid><pubDate>Senin 07 Agustus 2023 13:01 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/07/54/2859195/spyware-letmespy-berhenti-beroperasi-pasca-data-server-dihapus-hacker-zMQ7ZTQU2Q.png" expression="full" type="image/jpeg">Hacker lumpuhkan data LetMeSpy (Foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/07/54/2859195/spyware-letmespy-berhenti-beroperasi-pasca-data-server-dihapus-hacker-zMQ7ZTQU2Q.png</image><title>Hacker lumpuhkan data LetMeSpy (Foto: Istimewa)</title></images><description>JAKARTA - Spyware LetMeSpy yang berbasis di Polandia kini tak lagi bisa beroperasi setelah hacker membobol servernya pada bulan Juni lalu dan menghapus seluruh data, termasuk sejumlah besar data yang dicuri dari ribuan perangkat korban.&amp;nbsp;
Dalam pemberitahuan di situs resminya dalam bahasa Inggris dan Polandia, LetMeSpy mengonfirmasi &amp;ldquo;penonaktifan permanen&amp;rdquo; layanan spyware mereka dan akan menghentikan seluruh operasinya pada akhir Agustus mendatang.

BACA JUGA:
Gawat, Hacker Kini Bisa Lakukan Aksi Tidak Sah dengan Cara yang Sah

Pemberitahuan itu juga mengatakan LetMeSpy akan memblokir pengguna yang ingin masuk atau mendaftar dengan akun baru, sebagaimana dihimpun dari TechCrunch pada Senin (7/8/2023).
&quot;Pelanggaran terdiri dari akses tidak sah ke database situs web LetMeSpy, mengunduh dan pada saat yang sama menghapus data dari situs web oleh pembuat serangan,&amp;rdquo; bunyi pemberitahuan ymg dilayangkan LetMeSpy kepada para pengguna.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Gawat! Rusia Selundupkan Puluhan Hacker ke Mircosoft Teams, Incar 40 Perusahaan Global

Untuk diketahui, LetMeSpy adalah aplikasi pemantauan smartphone Android yang sengaja dirancang untuk tetap tersembunyi di layar utama smartphone korban. Cara kerjanya ini membuat aplikasi ini sulit dideteksi dan dihapus.Saat dipasang di smartphone seseorang, seringkali oleh orang yang mengetahui kode akses perangkat mereka, aplikasi LetMeSpy akan terus mencuri pesan, log panggilan, dan data lokasi real-time orang tersebut.&amp;nbsp;
Data menunjukkan bahwa LetMeSpy, telah digunakan untuk mencuri data dari lebih dari 13.000 perangkat Android yang disusupi di seluruh dunia, meskipun situs web LetMeSpy mengklaim hanya mengendalikan lebih dari 236.000 perangkat.
&amp;nbsp;BACA JUGA:



5 Kota Indonesia Tempat Bermukimnya Para Hacker, Jakarta Jadi Surganya&amp;nbsp;
Basis data juga berisi informasi yang menunjukkan spyware dikembangkan oleh perusahaan teknologi berbasis di Krakow bernama Radeal, yang kepala eksekutifnya Rafal Lidwin tidak menanggapi permintaan komentar.&amp;nbsp;
LetMeSpy adalah operasi spyware terbaru yang ditutup pada tahun lalu setelah insiden keamanan yang mengungkap data korban, tetapi juga identitas operatornya di dunia nyata. Sebelumnya nasib serupa dialami oleh Spytrac.</description><content:encoded>JAKARTA - Spyware LetMeSpy yang berbasis di Polandia kini tak lagi bisa beroperasi setelah hacker membobol servernya pada bulan Juni lalu dan menghapus seluruh data, termasuk sejumlah besar data yang dicuri dari ribuan perangkat korban.&amp;nbsp;
Dalam pemberitahuan di situs resminya dalam bahasa Inggris dan Polandia, LetMeSpy mengonfirmasi &amp;ldquo;penonaktifan permanen&amp;rdquo; layanan spyware mereka dan akan menghentikan seluruh operasinya pada akhir Agustus mendatang.

BACA JUGA:
Gawat, Hacker Kini Bisa Lakukan Aksi Tidak Sah dengan Cara yang Sah

Pemberitahuan itu juga mengatakan LetMeSpy akan memblokir pengguna yang ingin masuk atau mendaftar dengan akun baru, sebagaimana dihimpun dari TechCrunch pada Senin (7/8/2023).
&quot;Pelanggaran terdiri dari akses tidak sah ke database situs web LetMeSpy, mengunduh dan pada saat yang sama menghapus data dari situs web oleh pembuat serangan,&amp;rdquo; bunyi pemberitahuan ymg dilayangkan LetMeSpy kepada para pengguna.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Gawat! Rusia Selundupkan Puluhan Hacker ke Mircosoft Teams, Incar 40 Perusahaan Global

Untuk diketahui, LetMeSpy adalah aplikasi pemantauan smartphone Android yang sengaja dirancang untuk tetap tersembunyi di layar utama smartphone korban. Cara kerjanya ini membuat aplikasi ini sulit dideteksi dan dihapus.Saat dipasang di smartphone seseorang, seringkali oleh orang yang mengetahui kode akses perangkat mereka, aplikasi LetMeSpy akan terus mencuri pesan, log panggilan, dan data lokasi real-time orang tersebut.&amp;nbsp;
Data menunjukkan bahwa LetMeSpy, telah digunakan untuk mencuri data dari lebih dari 13.000 perangkat Android yang disusupi di seluruh dunia, meskipun situs web LetMeSpy mengklaim hanya mengendalikan lebih dari 236.000 perangkat.
&amp;nbsp;BACA JUGA:



5 Kota Indonesia Tempat Bermukimnya Para Hacker, Jakarta Jadi Surganya&amp;nbsp;
Basis data juga berisi informasi yang menunjukkan spyware dikembangkan oleh perusahaan teknologi berbasis di Krakow bernama Radeal, yang kepala eksekutifnya Rafal Lidwin tidak menanggapi permintaan komentar.&amp;nbsp;
LetMeSpy adalah operasi spyware terbaru yang ditutup pada tahun lalu setelah insiden keamanan yang mengungkap data korban, tetapi juga identitas operatornya di dunia nyata. Sebelumnya nasib serupa dialami oleh Spytrac.</content:encoded></item></channel></rss>
