<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mata Panah Berusia 3.000 Tahun Ini Terbuat dari Material Antariksa</title><description>Mata panah berusia 3.000 tahun yang disimpan di Museum Sejarah Bern Swiss berhasil membuat para ilmuwan terkejut.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/05/56/2858468/mata-panah-berusia-3-000-tahun-ini-terbuat-dari-material-antariksa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/05/56/2858468/mata-panah-berusia-3-000-tahun-ini-terbuat-dari-material-antariksa"/><item><title>Mata Panah Berusia 3.000 Tahun Ini Terbuat dari Material Antariksa</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/05/56/2858468/mata-panah-berusia-3-000-tahun-ini-terbuat-dari-material-antariksa</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/05/56/2858468/mata-panah-berusia-3-000-tahun-ini-terbuat-dari-material-antariksa</guid><pubDate>Sabtu 05 Agustus 2023 22:00 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/05/56/2858468/mata-panah-berusia-3-000-tahun-ini-terbuat-dari-material-antariksa-Ma1UWbSMoz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mata panah berusia ribuan tahun yang disimpan di Museum Sejarah Bern Swiss membuat ilmuwan terkejut (Foto: The Independent)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/05/56/2858468/mata-panah-berusia-3-000-tahun-ini-terbuat-dari-material-antariksa-Ma1UWbSMoz.jpg</image><title>Mata panah berusia ribuan tahun yang disimpan di Museum Sejarah Bern Swiss membuat ilmuwan terkejut (Foto: The Independent)</title></images><description>JAKARTA - Mata panah berusia 3.000 tahun yang disimpan di Museum Sejarah Bern Swiss berhasil membuat para ilmuwan terkejut. Pasalnya mata panah ini ternyata terbuat dari material yang sangat langka, yakni dari meteorit kaya zat besi.
Dalam studi terbaru, para ilmuwan menemukan bahwa mata panah itu dibuat dari bentuk aluminium yang tidak ditemukan secara alami di Bumi. Mata panah disebut mengandung paduan besi dan nikel yang hanya terdeteksi di meteorit.

BACA JUGA:
Fenomena Astronomi dari Supermoon hingga Hujan Meteor Sepanjang Agustus 2023, Catat Tanggalnya!

Sebagaimana dihimpun dari Independent, Sabtu (5/8/2023), mata panah ini sendiri ditemukan di situs Zaman Perunggu bernama M&amp;ouml;rigen, di mana manusia purba diketahui hidup antara 900 dan 800 SM.
Para peneliti awalnya berspekulasi bahwa mata panah dibuat menggunakan logam dari meteorit Twannberg yang jatuh kurang dari 8 km dari lokasi di mana bagian senjata itu ditemukan. Tapi rupanya dugaan itu salah.

BACA JUGA:
Puncak Hujan Meteor Terbaik Terjadi pada Agustus Ini, Bisa Disaksikan Mata Telanjang

Mereka menemukan bahwa konsentrasi germanium dan nikel tidak cocok antara sampel meteorit dan mata panah. Para ilmuwan pun menduga material yang digunakan berasal dari tiga meteorit lain yang sebelumnya ditemukan di Eropa.
Setelah diteliti lebih dalam, terungkap bahwa material yang digunakan merupakan meteorit yang jatuh di Estonia. Alih-alih di Republik Ceko dan Spanyol, para ilmuwan percaya meteorit Estonia merupakan yang paling mungkin.Temuan menunjukkan mungkin ada jaringan perdagangan yang luas antara lokasi awal di Estonia dan Swiss selama Zaman Perunggu di Eropa Tengah. Itu lah yang menjadi penyebab mata panah ditemukan terakhir kali di Swiss.
&quot;Di antara hanya tiga meteorit besi besar Eropa dengan komposisi kimia yang pas, meteorit Kaalijarv (Estonia) adalah sumber yang paling mungkin,&quot; tulis para ilmuwan dalam penelitian tersebut.

BACA JUGA:
Detik-Detik Meteor Meledak Terekam Kamera, Hasilkan Cahaya Hijau dan Suara Keras

Mereka mencatat bahwa peristiwa pembentukan kawah besar meteorit di Estonia kemungkinan besar terjadi sekitar 1500 SM selama Zaman Perunggu dan menghasilkan banyak fragmen kecil.
&amp;ldquo;Penemuan dan pengangkutan/perdagangan selanjutnya dari fragmen besi kecil seperti itu tampaknya jauh lebih mungkin daripada kasus massa meteorit besar yang terkubur,&amp;rdquo; tulis para peneliti menambahkan.</description><content:encoded>JAKARTA - Mata panah berusia 3.000 tahun yang disimpan di Museum Sejarah Bern Swiss berhasil membuat para ilmuwan terkejut. Pasalnya mata panah ini ternyata terbuat dari material yang sangat langka, yakni dari meteorit kaya zat besi.
Dalam studi terbaru, para ilmuwan menemukan bahwa mata panah itu dibuat dari bentuk aluminium yang tidak ditemukan secara alami di Bumi. Mata panah disebut mengandung paduan besi dan nikel yang hanya terdeteksi di meteorit.

BACA JUGA:
Fenomena Astronomi dari Supermoon hingga Hujan Meteor Sepanjang Agustus 2023, Catat Tanggalnya!

Sebagaimana dihimpun dari Independent, Sabtu (5/8/2023), mata panah ini sendiri ditemukan di situs Zaman Perunggu bernama M&amp;ouml;rigen, di mana manusia purba diketahui hidup antara 900 dan 800 SM.
Para peneliti awalnya berspekulasi bahwa mata panah dibuat menggunakan logam dari meteorit Twannberg yang jatuh kurang dari 8 km dari lokasi di mana bagian senjata itu ditemukan. Tapi rupanya dugaan itu salah.

BACA JUGA:
Puncak Hujan Meteor Terbaik Terjadi pada Agustus Ini, Bisa Disaksikan Mata Telanjang

Mereka menemukan bahwa konsentrasi germanium dan nikel tidak cocok antara sampel meteorit dan mata panah. Para ilmuwan pun menduga material yang digunakan berasal dari tiga meteorit lain yang sebelumnya ditemukan di Eropa.
Setelah diteliti lebih dalam, terungkap bahwa material yang digunakan merupakan meteorit yang jatuh di Estonia. Alih-alih di Republik Ceko dan Spanyol, para ilmuwan percaya meteorit Estonia merupakan yang paling mungkin.Temuan menunjukkan mungkin ada jaringan perdagangan yang luas antara lokasi awal di Estonia dan Swiss selama Zaman Perunggu di Eropa Tengah. Itu lah yang menjadi penyebab mata panah ditemukan terakhir kali di Swiss.
&quot;Di antara hanya tiga meteorit besi besar Eropa dengan komposisi kimia yang pas, meteorit Kaalijarv (Estonia) adalah sumber yang paling mungkin,&quot; tulis para ilmuwan dalam penelitian tersebut.

BACA JUGA:
Detik-Detik Meteor Meledak Terekam Kamera, Hasilkan Cahaya Hijau dan Suara Keras

Mereka mencatat bahwa peristiwa pembentukan kawah besar meteorit di Estonia kemungkinan besar terjadi sekitar 1500 SM selama Zaman Perunggu dan menghasilkan banyak fragmen kecil.
&amp;ldquo;Penemuan dan pengangkutan/perdagangan selanjutnya dari fragmen besi kecil seperti itu tampaknya jauh lebih mungkin daripada kasus massa meteorit besar yang terkubur,&amp;rdquo; tulis para peneliti menambahkan.</content:encoded></item></channel></rss>
