<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> FBI Ketahuan Gunakan Alat Hack Terlarang Buatan Israel</title><description>Seluruh organisasi pemerintahan Amerika Serikat tidak diperkenankan bekerja sama dengan NSO Group.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/02/54/2856482/fbi-ketahuan-gunakan-alat-hack-terlarang-buatan-israel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/02/54/2856482/fbi-ketahuan-gunakan-alat-hack-terlarang-buatan-israel"/><item><title> FBI Ketahuan Gunakan Alat Hack Terlarang Buatan Israel</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/02/54/2856482/fbi-ketahuan-gunakan-alat-hack-terlarang-buatan-israel</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/02/54/2856482/fbi-ketahuan-gunakan-alat-hack-terlarang-buatan-israel</guid><pubDate>Kamis 03 Agustus 2023 07:08 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/02/54/2856482/fbi-ketahuan-gunakan-alat-hack-terlarang-buatan-israel-ztP43ryKWY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Logo FBI. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/02/54/2856482/fbi-ketahuan-gunakan-alat-hack-terlarang-buatan-israel-ztP43ryKWY.jpg</image><title>Logo FBI. (Foto: Reuters)</title></images><description>FEDERAL Bureau Investigation (FBI) baru-baru ini melakukan sebuah investigasi yang berujung ironis. Dari investigasi tersebut FBI malah ketahuan menggunakan alat peretas terlarang buatan Israel.

New York Times menyebutkan penyelidikan dimulai karena adanya laporan mengenai adanya lembaga pemerintah yang menggunakan sebuah aplikasi buatan NSO Group. Diketahui NSO Group adalah sebuah perusahaan teknologi Isral yang pernah bikin geger dunia karena membuat sebuah aplikasi mata-mata bernama Pegasus.

BACA JUGA:
Cara Mengatasi Kenapa Yandex Error Tidak Bisa Memutar Video


&quot;Kerjasama tersebut dilakukan pada November 2021. Sehari sebelumnya, pemerintah malah memasukkan NSO Group sebagai perusahaan terlarang untuk melakukan kerjasama,&quot; tulis New York Times.

Alhasil seluruh organisasi pemerintahan Amerika Serikat tidak diperkenankan bekerja sama dengan NSO Group. Termasuk memanfaatkan segala jenis produk yang mereka buat. Hal itu dilakukan karena NSO Group sudah melakukan banyak hal yang merugikan semua orang karena kreasi mereka.

BACA JUGA:
Viral Pria Jepang Berubah Jadi Anjing, Harus Keluarkan Rp214 Juta


Hanya saja ternyata ada satu institusi pemerintahan Amerika Serikat yang masih bekerja sama. Dari situ Gedung Putih meminta FBI untuk menyelidiki pihak mana yang nekat melakukan kerja sama dengan NSO Group. Hasil penyelidikan tersebut sangat mengejutkan. FBI akhirnya tahu bahwa institusi yang melakukan kerja sama justru FBI sendiri.

Dalam penyelidikan itu disebutkan kerja sama dengan NSO Group tersamar karena FBI melakukan kerja sama dengan perusahaan kontraktor lain Riva Networks. Kenyataannya Riva Networks justru terafiliasi langsung dengan NSO Groups.&quot;Mereka bekerja sama dengan Riva Network dan tanpa disadari oleh FBI  mereka menggunakan aplikasi buatan NSO Groups,&quot; sebut Apple Insider.

Hanya saja alat yang digunakan  bukanlah Pegasus yang terkenal. Apple  Insider mengatakan aplikasi yang digunakan adalah Landmark yang dapat  mempersempit dan melacak lokasi suatu perangkat.

BACA JUGA:
7 Hewan Berkepala Dua yang Pernah Hidup di Bumi


Investigasi selanjutnya menemukan bahwa Riva mulai menggunakan  Landmark pada tahun 2021. Sayangnya saat ini Riva Network tidak  memberi  tahu FBI, dan menyembunyikan detail bahwa Landmark adalah buatan NSO  Groups.

Dalam keterangan resmi, FBI berupaya untuk tidak terjebak dalam  kondisi yang merugikan tersebut. &quot;Kami berupaya terus menggunakan alat  resmi secara sah untuk melindungi orang Amerika dan membawa penjahat ke  pengadilan,&quot; tulis keterangan resmi FBI.
</description><content:encoded>FEDERAL Bureau Investigation (FBI) baru-baru ini melakukan sebuah investigasi yang berujung ironis. Dari investigasi tersebut FBI malah ketahuan menggunakan alat peretas terlarang buatan Israel.

New York Times menyebutkan penyelidikan dimulai karena adanya laporan mengenai adanya lembaga pemerintah yang menggunakan sebuah aplikasi buatan NSO Group. Diketahui NSO Group adalah sebuah perusahaan teknologi Isral yang pernah bikin geger dunia karena membuat sebuah aplikasi mata-mata bernama Pegasus.

BACA JUGA:
Cara Mengatasi Kenapa Yandex Error Tidak Bisa Memutar Video


&quot;Kerjasama tersebut dilakukan pada November 2021. Sehari sebelumnya, pemerintah malah memasukkan NSO Group sebagai perusahaan terlarang untuk melakukan kerjasama,&quot; tulis New York Times.

Alhasil seluruh organisasi pemerintahan Amerika Serikat tidak diperkenankan bekerja sama dengan NSO Group. Termasuk memanfaatkan segala jenis produk yang mereka buat. Hal itu dilakukan karena NSO Group sudah melakukan banyak hal yang merugikan semua orang karena kreasi mereka.

BACA JUGA:
Viral Pria Jepang Berubah Jadi Anjing, Harus Keluarkan Rp214 Juta


Hanya saja ternyata ada satu institusi pemerintahan Amerika Serikat yang masih bekerja sama. Dari situ Gedung Putih meminta FBI untuk menyelidiki pihak mana yang nekat melakukan kerja sama dengan NSO Group. Hasil penyelidikan tersebut sangat mengejutkan. FBI akhirnya tahu bahwa institusi yang melakukan kerja sama justru FBI sendiri.

Dalam penyelidikan itu disebutkan kerja sama dengan NSO Group tersamar karena FBI melakukan kerja sama dengan perusahaan kontraktor lain Riva Networks. Kenyataannya Riva Networks justru terafiliasi langsung dengan NSO Groups.&quot;Mereka bekerja sama dengan Riva Network dan tanpa disadari oleh FBI  mereka menggunakan aplikasi buatan NSO Groups,&quot; sebut Apple Insider.

Hanya saja alat yang digunakan  bukanlah Pegasus yang terkenal. Apple  Insider mengatakan aplikasi yang digunakan adalah Landmark yang dapat  mempersempit dan melacak lokasi suatu perangkat.

BACA JUGA:
7 Hewan Berkepala Dua yang Pernah Hidup di Bumi


Investigasi selanjutnya menemukan bahwa Riva mulai menggunakan  Landmark pada tahun 2021. Sayangnya saat ini Riva Network tidak  memberi  tahu FBI, dan menyembunyikan detail bahwa Landmark adalah buatan NSO  Groups.

Dalam keterangan resmi, FBI berupaya untuk tidak terjebak dalam  kondisi yang merugikan tersebut. &quot;Kami berupaya terus menggunakan alat  resmi secara sah untuk melindungi orang Amerika dan membawa penjahat ke  pengadilan,&quot; tulis keterangan resmi FBI.
</content:encoded></item></channel></rss>
