<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>9 dari 10 Perusahaan Khawatir Pakai VPN, Rawan Kebocoran Data</title><description>VPN gratis sangat rentan disusupi virus, berbeda dengan VPN berbayar yang memang menjamin kerahasiaan data pelanggan.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/02/54/2856045/9-dari-10-perusahaan-khawatir-pakai-vpn-rawan-kebocoran-data</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/02/54/2856045/9-dari-10-perusahaan-khawatir-pakai-vpn-rawan-kebocoran-data"/><item><title>9 dari 10 Perusahaan Khawatir Pakai VPN, Rawan Kebocoran Data</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/02/54/2856045/9-dari-10-perusahaan-khawatir-pakai-vpn-rawan-kebocoran-data</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/02/54/2856045/9-dari-10-perusahaan-khawatir-pakai-vpn-rawan-kebocoran-data</guid><pubDate>Rabu 02 Agustus 2023 12:13 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/02/54/2856045/9-dari-10-perusahaan-khawatir-pakai-vpn-rawan-kebocoran-data-eyqfRGTFJU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi VPN. (Foto: Pixabay)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/02/54/2856045/9-dari-10-perusahaan-khawatir-pakai-vpn-rawan-kebocoran-data-eyqfRGTFJU.jpg</image><title>Ilustrasi VPN. (Foto: Pixabay)</title></images><description>VIRTUAL Private Networks atau dikenal dengan VPN memang banyak digunakan untuk membuka situs-situs yang terblokir di Indonesia. Aplikasi VPN pun banyak beredar di Play Store ataupun App Store baik yang gratis maupun berbayar.

Tapi, laporan dari Zscaler menemukan hampir sembilan dari sepuluh (88%) perusahaan prihatin dengan potensi kerentanan yang terjadi bagi para pengguna VPN. Pasalnya, VPN gratis sangat rentan disusupi virus, berbeda dengan VPN berbayar yang memang menjamin kerahasiaan data pelanggan.

BACA JUGA:
Cara Mengatasi Kenapa Yandex Error Tidak Bisa Memutar Video


Dilansir dari Techradar, sebagian besar perusahaan yang disurvei mengkhawatirkan serangan phishing (49%) dan serangan ransomware (40%). Mereka mengatakan kerap menjadi sasaran para penjahat sebagai akibat dari penggunaan VPN yang tidak aman.

Seperlima (20%) mengalami setidaknya 1 serangan dalam 12 bulan terakhir, sementara sepertiga (33%) mengalami serangan ransomware pada VPN. Adapun masalah yang ditimbulkan dari penggunaan VPN ini adalah Kebocoran data.

BACA JUGA:
Viral Pria Jepang Berubah Jadi Anjing, Harus Keluarkan Rp214 Juta


Untuk mengatasi masalah ini, banyak perusahaan yang mengadopsi arsitektur Zero Trust yang merupakan model keamanan di mana pengguna dan perangkat tidak pernah dipercaya secara default dan selalu perlu memverifikasi identitasnya.

Ini bahkan berlaku saat tersambung ke jaringan yang diizinkan seperti LAN perusahaan. Mengadopsi Zero Trust berarti membangun verifikasi identitas yang kuat, memvalidasi kepatuhan perangkat sebelum memberikan akses, dan memastikan akses yang minim.Tapi dikatakan Deepen Desai, Global CISO dan Kepala Riset Keamanan,  Zscaler, perusahaan harus berhati-hati saat memilih mitra Zero Trust  mereka. Pasalnya keamanan tersebut tidak sepenuhnya bisa menangkal  serangan penjahat.

Dia membuat beberapa tuduhan serius terhadap firewall lama dan vendor  VPN, mengklaim organisasi ini memutar VPN virtual di cloud dan  mengklaim bahwa itu adalah Zero Trust, dan mereka berusaha keras untuk  menyembunyikan kata VPN.

Untuk melindungi dari serangan ransomware yang berkembang, sangat  penting bagi perusahaan untuk menghilangkan penggunaan VPN,  memprioritaskan segmentasi pengguna ke aplikasi, dan menerapkan mesin  pencegahan kehilangan data kontekstual in-line dengan inspeksi TLS  penuh.

BACA JUGA:
7 Hewan Berkepala Dua yang Pernah Hidup di Bumi


</description><content:encoded>VIRTUAL Private Networks atau dikenal dengan VPN memang banyak digunakan untuk membuka situs-situs yang terblokir di Indonesia. Aplikasi VPN pun banyak beredar di Play Store ataupun App Store baik yang gratis maupun berbayar.

Tapi, laporan dari Zscaler menemukan hampir sembilan dari sepuluh (88%) perusahaan prihatin dengan potensi kerentanan yang terjadi bagi para pengguna VPN. Pasalnya, VPN gratis sangat rentan disusupi virus, berbeda dengan VPN berbayar yang memang menjamin kerahasiaan data pelanggan.

BACA JUGA:
Cara Mengatasi Kenapa Yandex Error Tidak Bisa Memutar Video


Dilansir dari Techradar, sebagian besar perusahaan yang disurvei mengkhawatirkan serangan phishing (49%) dan serangan ransomware (40%). Mereka mengatakan kerap menjadi sasaran para penjahat sebagai akibat dari penggunaan VPN yang tidak aman.

Seperlima (20%) mengalami setidaknya 1 serangan dalam 12 bulan terakhir, sementara sepertiga (33%) mengalami serangan ransomware pada VPN. Adapun masalah yang ditimbulkan dari penggunaan VPN ini adalah Kebocoran data.

BACA JUGA:
Viral Pria Jepang Berubah Jadi Anjing, Harus Keluarkan Rp214 Juta


Untuk mengatasi masalah ini, banyak perusahaan yang mengadopsi arsitektur Zero Trust yang merupakan model keamanan di mana pengguna dan perangkat tidak pernah dipercaya secara default dan selalu perlu memverifikasi identitasnya.

Ini bahkan berlaku saat tersambung ke jaringan yang diizinkan seperti LAN perusahaan. Mengadopsi Zero Trust berarti membangun verifikasi identitas yang kuat, memvalidasi kepatuhan perangkat sebelum memberikan akses, dan memastikan akses yang minim.Tapi dikatakan Deepen Desai, Global CISO dan Kepala Riset Keamanan,  Zscaler, perusahaan harus berhati-hati saat memilih mitra Zero Trust  mereka. Pasalnya keamanan tersebut tidak sepenuhnya bisa menangkal  serangan penjahat.

Dia membuat beberapa tuduhan serius terhadap firewall lama dan vendor  VPN, mengklaim organisasi ini memutar VPN virtual di cloud dan  mengklaim bahwa itu adalah Zero Trust, dan mereka berusaha keras untuk  menyembunyikan kata VPN.

Untuk melindungi dari serangan ransomware yang berkembang, sangat  penting bagi perusahaan untuk menghilangkan penggunaan VPN,  memprioritaskan segmentasi pengguna ke aplikasi, dan menerapkan mesin  pencegahan kehilangan data kontekstual in-line dengan inspeksi TLS  penuh.

BACA JUGA:
7 Hewan Berkepala Dua yang Pernah Hidup di Bumi


</content:encoded></item></channel></rss>
